Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif I di Sekolah Menengah Topik 1 Eksplorasi Konsep

  • LK 1. Pembelajaran Paradigma Baru

1.        Salah satu karakteristik pembelajaran paradigma baru adalah proses pembelajaran harus berpusat pada peserta didik. Silakan ilustrasikan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan memberikan contoh-contoh secara konkrit.

Pembelajaran paradigma baru adalah pembelajaran yang berpusat pada peseta didik, dimana setiap peserta didik belajar sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya. Pembelajaran paradigma baru mewujudkan konsep memerdekaan manusia sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Pembelajaran paradigma baru menekankan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan karakteristik peserta didik. Pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik dapat diterapkan dikelas dengan menggunakan beberapa model pembelajaran : Discovery Learning, Cooperative Learning, Contextual Learning, Problem Based Learning (PBL), Collaborative Learning (CbL), Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL). Contoh nyata dalam pembelajaran biologi menggunakan PBL misalnya. Guru menyajikan persoalan mengenai Covid-19 yang setiap murid pasti memiliki pengetahuan awal dan mengalami langsung kehidupan di masa pandemic Covid-19. Guru dapat menyajikan permasalah Covid-19 dalam materi virus dan meminta siswa untuk mengeksplor sendiri sumber belajar dan mengumpulkan data untuk menemukan jawaban dari dari permasalah tersebut.

 

2.        Apa yang menjadi pertimbangan ketika guru diberikan kemerdekaan dalam merumuskan rancangan pembelajaran dan asesmen?

Dalam menyusun rancangan pembelajarana guru harus mengingat semua anak itu unik setiap peserta didik memiliki kebutuhan belajar dan karakteristik yang berbeda-beda sehingga guru diberi kebebasan untuk merumuskan sendiri sesuai dengan kondisi anak didiknya. Guru dapat mempertimbangkan beberapa aspek seperti kesiapan belajar, minat dan profil belajar peserta didik. Profil belajar dapat dilihat dari latar belakang keluarga, sotatus sosial, budaya, ekonomi, gaya belajar dan kecerdasan majemuk peserta didik.

 

3.        Pembelajaran paradigma baru dilaksanakan dalam satu siklus yang meliputi tiga tahapan yang saling berkaitan, yaitu pemetaan standar kompetensi, perencanaan proses pembelajaran, dan perencanaan asesmen. Gambarkan secara ringkas bagaimana kaitan dari ketiga tahapan tersebut!

Pemetaan standar kompetensi berasal dari kurikulum yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan proses pembelajaran dan asesmen. Kurikulum dijabarkan menjadi rumusan kompetensi inti, komptensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran. Semua rumusan tersebut kemudian dilaksanakan dalam proses pembelajaran di kelas. Untuk menilai keterlaksanaan proses pembelajaran maka digunakanlah asesmen. Asesmen digunakan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Selain itu hasil asesmen juga digunakan guru untuk merencanakan pembelajaran, mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang diperlukan peserta didik selama proses pembelajaran, dan mengajarkan kembali materi-materi pelajaran yang belum dikuasai oleh peserta didik. Asesmen kemudian juga menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi proses pembelajaran dan kurikulum yang digunakan. Sehingga proses pembelajaran selanjutnya dapat dilaksanakan dengan lebih baik lagi. 

 

4.        Menurut pembelajaran paradigma baru, tujuan pembelajaran, proses pembelajaran dan proses asesmen dilakukan guna memastikan tercapainya Profil Pelajar Pancasila. Jelaskan bagaimana karakteristik Profil Pelajar Pancasila itu!

a)      Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia. Bahwa pelajar Indonesia diharapkan menjadi peserta didik yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa.

b)      Berkebhinekaan Global.

Mengarahkan agar pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas, serta identitasnya, sembari tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain.

c)      Gotong-royong. Mengarahkan para pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kapasitas melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar dapat berjalan lancar, mudah dan ringan.

d)     Mandiri. Dimensi ini memuat pemahaman bahwa para pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri. Pelajar diharapkan dapat bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya.

e)      Bernalar Kritis

Pelajar Indonesia yang bernalar kritis juga didorong bisa memahami keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, sekaligus mengevaluasi dan menyimpulkannya.

f)       Kreatif. Mengarahkan pelajar Indonesia yang kreatif bisa memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak.

 

5.        Pembelajaran paradigma baru sangat memperhatikan karakteristik belajar peserta didik. Ceritakan bagaimana guru seharusnya merencanakan pembelajaran dan asesmen (as learning, for learning, of learning) jika dikaitkan dengan karakteristik peserta didik!

Karakteristik yang berbeda-beda pada setiap peserta didik mengharuskan guru untuk menerapkan asesmen yang dapat menampung keberagaman tersebut. Guru dapat melakukan assesment as learning untuk mengetahui kemampuan awal dari peserta didik. Guru dapat membuat tes kognitif dan non kognitif. Tes kognitif berupa soal yang berisi materi yang akan dipelajari dan tes non kognitif berupa perasaan peserta didik pada saat itu. Assesment for learning dapat dilakukan guru untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran pada saat itu guru dapat merancang soal soal post tes. Yang terakhir adalah assesmen of learning yakni untuk mengetahui kemampuan akhir siswa dan mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan. Guru dapat merancang penilaian berupa soal ulangan harian, soal UTS, dan soal evaluasi semester.

 

6.        Ceritakan apa langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dan asesmen paradigma baru yang efektif! Dalam merencanakan dan melaksanaakan pembelajaran guru perlu emelakukan

1)    Menganalisis capaian pembelajaran (CP) untuk menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap tahap perkembangan untuk setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Capaian pembelajaran berdasarkan fase perkembangan anak.

2)    Merencanakan dan melaksanakan asesmen diagnostik

Asesmen diagnostik bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh guru dalam merancang pembelajaran

3)    Mengembangkan modul ajar

Modul ajar sebagai acuan agar proses pembelajaran menjadi terarah

4)    Menyesuaikan proses pembelajaran dengan tahap capaian dan karakteristik peserta didik.

Setiap peserta didik itu unik dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda maka pembelajaran juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Oleh karena itu guru diberi kebebasan untuk merancang pembelajarannnya sendiri sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik di kelasnya.

5)    Merencanakan, melaksanakan, dan mengolah asesmen formatif dan sumatif.

Asesmen formati digunakan selama proses pembelajaran sedangkan sumatif dilakukan diakhir pembelajaran

6)    Melaporkan hasil belajar

Laporan hasil belajar sebagai bahan informasi yang akan disampaikan guru kepadaa peserta didik dan orang tua peserta didik.

7)    Mengevaluasi pembelajaran dan asesmen.

Pendidik melakukan refleksi pembelajaran dan asesmn lalu mengidentifikasi apa saja yang sudah berhasil dan apa saja yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran selanjutnya.

Postingan populer dari blog ini

PENGENDALIAN MIKROBA

ZAT ADIKTIF MAKANAN