PENGENDALIAN MIKROBA
Faktor-faktor yang mempengaruhi zona hambat adalah:
1. Kekeruhan suspensi bakteri.
Kurang keruh, zona hambat lebih besar. Lebih keruh diameter zona hambatan makin
sempit.
2. Waktu pengeringan/pengeresapan suspensi bakteri kedalam Moellerhiton Agar. Tidak boleh lebih
dari batas waktu yang dibolehkan. Karena dapat mempersempit diameter zona
hambatan.
3. Temperatur inkubasi. Untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal, inkubasi
dilakukan pada 35oC, kadang-kadang ada bakteri yang kurang subur
pertumbuhannya.
4. Waktu inkubasi. Hampir semua cara menggunakan waktu inkubasi 16-18
jam. Kurang dari 16 jam pertumbuhan bakteri belum sempurna sehingga sukar
dibaca/diameter zona hambatan lebih besar. Lebih dari 18 jam pertumbuhan lebih
sempurna sehingga zona hambatan makin sempit.
5. Tebalnya agar-agar. Ketebalan agar-agar sekitar 4 mm. Kurang dari itu
difusi obat lebih cepat, lebih dari itu difusi obat akan terjadi lambat.
6. Jarak antara disc obat. Yang dianjurkan minimal 15 mm, untuk menghindari
terjadinya zona hambatan yang tumpang tindih (Sumarno, 2000).
Zat zat kimia yang dapat kita gunakan untuk
mengendalikan mikroba misalnya desinfektan, antiseptik, dan antibiotik.
1. Detergen
Zat pengurangan tekanan permukaan
atau zat pembasah yang terutama digunakan untuk membersihkan permukaan benda
disebut detergen. Salah satu contohnya ialah sabun. Tetapi sabun tidak bekerja
dengan baik dalam air sadah. Karena itu kini telah dikembangkan bahan pembersih
baru yang lebih efisien yang disebut surfaktan atau detergen sintesis. Zat
tersebut tidak membentuk endapan dalam air alkalin ataupun asam, serta tidak
beraksi dengan mineral yang terdapat dalam air sadah dan membentuk endapan
(Pelczar, 2005).
2. Antiseptik
Antiseptik adalah bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh
pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan pada jaringan hidup lainnya
(Dwidjoseputro,
1985).
3. Antibiotik
Antimikroba
adalah suatu subsatnsi (zat-zat) kimia yang diperoleh dari atau di bentuk dan
di hasilkan oleh mikroorganisme dan zat-zat itu dalam jumlah yang sedikit pun
mempunyai daya penghambat kegiatan mikroorganisme yang lain. Antibiotika
tersebar di alam dan memegang peran penting dalam mengatur populasi mikroba
dalam tanah, air, limbah dan kompos.