ZAT ADIKTIF MAKANAN
A. Zat Adiktif Makanan
Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada
makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud
tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar
mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi
yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.
Zat aditif
Berdasarkan Sumbernya
Saat ini zat aditif makanan
dibedakan menjadi dua jenis yakni zat aditif alami dan zat aditif buatan atau
sintetis.
1.
Zat Adiktif alami
Zat adiktif yang diperoleh dari alam. Penambahan
zat adiktif alami ini tidak akan menimbulkan efek samping dan aman digunakan
dalam jumlah besar. Contoh : kunyit,jahe,gula aren,dan pandan
2.
Zat Adiktif Buatan (
sintesis )
Zat adiktif yang dibuat dengan proses kimia. Penambahan zat adiktif
buatan dalam jumlah besar dapat memberikan efek yang buruk pada kesehatan.
Sebaiknya penggunaannya zat adiktif buatan dalam kadar normal dan pengawasan.
Contoh : formalin.MSG,boraks,dan sakarin
Fungsi Zat
Adiktif Makanan
Banyak
sekali fungsi dari zat aditif yang ditambahkan dalam makanan antara lain :
·
Meningkatkan kandungan gizi
·
Menjaga kualitas dan tekstur pada
makanan
·
Menjaga kestabilan makanan
·
Membuat makanan menjadi lebih tahan lama
·
Memberikan warna sehingga terlihat lebih
menarik
·
Memberikan cita rasa sedap pada makanan
·
Memberikan aroma yang sedap pada makanan
Penggunaan
Zat Adiktif Makanan
Jenis zat adiktif pada makanan sudah sangat beragam
sesuai fungsinya , diantaranya yang paling banyak digunakan antara lain adalah
:
- Pewarna
- Pemanis
- Pengawet
- Penyedap
- Anti oksidan
- Penambah nutrisi
- Pengemulsi, pemantap dan pengental
- Pemutih dan pematang tepung
- Anti kempal
- Sekuestan
1. Pewarna

Tujuan Penggunaan Pewarna
Pada makanan :
- Supaya lebih menarik sehingga merangsang selera.
- Mengembalikan warna asli yang mungkin hilang pada proses pengolahan.
- Mempertahankan warna produk ,misalnya bahan makanan yang sama mungkin saja mempunyai warna yang berbeda, bergantung pada asal dan musim.
Berdasarkan bahan dasar pembuatannya , pewarna ada 2
macam :
1.
Pewarna
Alami
Yaitu
pewarna yang diperoleh dari ekstrak tumbuhan atau hewan. Keuntungannya lebih
aman dikonsumsi, tapi memiliki kelemahan ragamnya terbatas, warnanya mudah
rusak oleh pemanasan, bisa memberikan rasa dan aroma yang tidak diinginkan serta
sulit diperoleh dalam jumlah yang besar.

Contoh :
|
NO
|
Nama Lokal Tanaman
|
Bagian yang digunakan
|
Warna
|
|
1
|
Alpukat/avocado
|
Daun,
kulit buah
|
Hijau
kecoklatan
|
|
2
|
Andong
|
Daun
|
Hijau
|
|
3
|
Angsana
|
Kayu
|
Merah
|
|
4
|
Bawang
merah/union
|
Kulit buah
|
Coklat
|
|
5
|
Belimbing
sayur
|
Bunga
|
Merah
|
|
6
|
Bougenvile
|
Bunga
|
Merah muda
|
|
7
|
Bunga
sepatu
|
Bunga
|
Ungu
|
|
8
|
Cabai
merah
|
Buah
|
Merah
|
|
9
|
Combrang
hias
|
Bunga
|
Hijau
|
|
10
|
Combrang
sayur
|
Bunga
|
Merah muda
|
|
11
|
Gambir
|
Getah
|
coklat
|
|
Daun
|
Merah
|
||
|
12
|
Harendong
|
Akar
|
Merah
|
|
Buah
|
Hitam
|
||
|
Daun
|
Lembayung
|
||
|
13
|
Indigo
|
Daun
|
Biru
|
|
14
|
Jalawe
|
Benih/biji
|
Hitam
|
|
15
|
Jambal
|
Kulit
batang
|
Krem
|
|
16
|
Jambu biji
|
Daun
|
Hijau tua,
hitam
|
|
17
|
Jambu mete
|
Buah
|
Hitam
|
|
Daun
|
Kuning
|
||
|
22
|
Jati
|
Daun muda
|
Merah
kecoklatan
|
|
Daun tua
|
Kuning
|
||
|
Kulit Akar
|
Cokelat
|
||
|
23
|
Jengkol
|
Kulit
|
Cokelat
|
|
24
|
Kakao
|
Buah
|
Cokelat
|
|
25
|
Katuk
|
Daun
|
Hijau
|
|
26
|
Kelapa
|
Daging
Buah
|
Hijau
|
|
27
|
Kembang
palu
|
Serbuk
sari
|
Kuning
/orange
|
|
28
|
Kembang sepatu
|
Bunga
|
Merah,
Hitam
|
|
29
|
Kembang telang
|
Bunga
|
Hijau,
Biru
|
|
Daun
|
Ungu
|
||
|
30
|
Kenari
|
Kulit buah
|
cokelat
|
|
31
|
Kenikir
sayur
|
Daun
|
Kuning tua
|
|
32
|
Kepel
|
Daun
|
Coklat
|
|
33
|
Ketepang
kebo
|
Bunga, Daun
|
Hijau
kekuningan
|
|
34
|
Kibedali
|
Bunga,
daun
|
Merah
muda, abu-abu, hijau
|
|
35
|
Kluwak
|
Daging
Buah
|
hitam
|
|
36
|
Kunyit
|
Akar/
rimpang
|
Kuning
|
|
37
|
Kusumba
|
Bibit
benih
|
Orange
|
|
38
|
Mahoni
|
Batang,
daun
|
Coklat
|
|
39
|
Mangga
|
Kulit
batang, daun
|
Hijau
|
|
Daun
|
kuning
|
||
|
40
|
Manggis
|
Buah
|
Ungu
|
|
41
|
Mengkudu
|
Kulit akar
|
Merah
|
|
42
|
Nangka
|
Kayu
|
kuning
|
|
Batang
|
Kuning
|
||
|
43
|
Pacar air
|
Bunga,
daun
|
Kuning
kehijauan
|
|
44
|
Pacarkuku/inai/henna
|
Daun
|
Orange
|
|
45
|
Pandan
|
Daun
|
hijau
|
|
46
|
Pinang
|
Buah
|
coklat-merah
atau hitam
|
|
47
|
Potromenggala
|
Bunga,
daun
|
Hijau
|
|
48
|
Pulutan
|
Daun
|
Abu-abu
|
|
49
|
Puring
|
Daun
|
Ungu
|
|
50
|
Putri malu
|
Bunga,
daun
|
Kuning
kehijauan
|
|
51
|
Rambutan
|
Buah
|
kuning
|
|
52
|
Randu
|
Daun
|
Abu-abu
|
|
53
|
Rosella
|
Kulit
Bunga
|
Merah
|
|
54
|
Sacang
|
Batang
|
Merah
|
|
55
|
Safflower
|
Bunga
|
merah-kuning
|
|
56
|
Sapu angin
|
Bunga
|
Merah
muda/ ungu
|
|
57
|
Sari
kuning
|
Bunga
|
kuning
|
|
58
|
Senggani
|
Buah, daun
|
Ungu
|
|
59
|
Srigading
|
Bunga
|
kuning
keemasan
|
|
60
|
Suji
|
Daun
|
hijau
|
|
61
|
Tarum
|
Daun
|
biru
|
|
62
|
Tegeran
|
Batang
|
kuning
|
|
63
|
Teh-teh an
merah
|
Daun
|
Ungu
|
|
64
|
Telang
|
Bunga
|
Biru
keunguan
|
|
65
|
Tembelekan
|
Bunga
|
kuning
|
|
66
|
Tingi
|
Kulit
batang
|
coklat
|
|
67
|
Tom, nila
|
Daun
|
biru
|
|
68
|
Trengguli
|
Buah
|
Krem
|
|
69
|
Ubi ungu
untuk warna
|
Buah
|
ungu
|
|
70
|
Ulin/bulian
|
Kayu
|
Krem
|
|
daun
|
abu-abu
|
2.
Pewarna
sintetis
Pewarna yang
dibuat oleh pabrik dan dibuat dari bahan kimia. Keuntungannya Dapat dibuat
dalam jumlah yang besar namun memiliki kerugian yaitu tidak aman dikonsumsi
dalam jumlah banyak, tidak mempunyai nilai gizi dan tidak diperlukan kecuali
untuk penampilan,beberapa jenis pewarna buatan yang pernah digunakan, sekarang
penggunaannya dilarang karena dapat menyebabkan kanker. Pewarna buatan juga
sering disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,misalnya
penggunaan pewarna tekstil untuk makanan. Ini sangat berbahaya jika dikonsumsi
dalam jangka lama.

Contoh
a) Tartrazine (E102 atau Yellow 5)
Pewarna kuning yang banyak digunakan dalam makanan dan obat-obatan. Selain
berpotensi meningkatkan hiperaktivitas anak , pada sekitar 1-10 dari 10.000
orang, Tartrazine menimbulkan efek samping langsung seperti urtikaria (ruam
kulit). Rhinitis (hidung meler), asma, purpura (kulit lebam).
Pewarna yang dapat ditemukan dalam makanan seperti jus jeruk, es krim, ikan
kalengan, keju, jeli, minuman soda dan banyak obat-obatan. Untuk sekelompok
kecil individu, konsumsi pewarna adiktif ini dapat menimbulkan urtikaria,
rinitis, alergi, hiperaktivitas, sakit perut, mual dan muntah.
Pewarna merah hati yang digunakan dalam berbagai produk, termasuk selai,
kue, agar-agar dan minuman ringan. Selain berpotensi memicu hiperaktivitas pada
anak, pewarna ini dianggap karsinogenik (penyebab kanker) di beberapa Negara.
d) Allura Red (E129)
Pewarna sintetis merah jingga yang banyak digunakan pada permen dan
minuman. Pewarna ini sudah banyak dilarang di banyak Negara.
e) Quinoline Yellow (E104)
Pewarna makanan kuning ini digunakan dalam produk seperti es krim dan
minuman energy. Zat ini sudah dilarang di banyak Negara karena dianggap
maningkatkan resiko hiperaktivitas dan serangan asma.
f) Metanil
Yellow
Pewarna makanan ini juga merupakan salah satu zat pewarna yang tidak
diizinkan untuk ditambahkan ke dalam bahan makanan. Metanil Yellow
digunakan sebagai pewarna untuk produk-produk tekstil (pakaian), cat kayu, dan
cat lukis.
2. Pemanis
Pemanis
merupakan senyawa kimia yang sering ditambahkan dan digunakan untuk keperluan
produk olahan pangan, industri serta minuman dan makanan kesehatan. Pemanis
dipakai untuk menambah rasa manis yang lebih kuat pada bahan makanan.Pemanis
dibagi menjadi dua yaitu pemanis yang alami dan pemanis yang buatan
1.
Pemanis Alami
Mempunyai
nilai kalori, aman di konsumsi, kecuali bagi penderita obesitas dan diabetes. Contoh
:
· Gula tebu atau gula pasir mengandung zat pemanis fruktosa yang
merupakan salah satu jenis glukosa. Gula tebu atau gula pasir yang diperoleh
dari tanaman tebu merupakan pemanis yang paling banyak digunakan.




· Gula merah merupakan pemanis dengan warna coklat. Gula merah
merupakan pemanis kedua yang banyak digunakan setelah gula pasir. Kebanyakan
gula jenis ini digunakan untuk makanan tradisional, misalnya pada bubur, dodol,
kue apem.
· Madu merupakan pemanis alami yang dihasilkan oleh lebah madu.
Selain sebagai pemanis, madu juga banyak digunakan sebagai obat.
·
Kulit kayu manis merupakan
kulit kayu yang berfungsi sebagai pemanis. Selain itu kayu manis juga berfungsi
sebagai pengawet.
·
Gula kelapa
Sama dengan gula pasir, gula kelapa
mengandung disakarida sukrosa atau sakarosa. “Dan serupa dengan gula aren, gula
kelapa mempunyai kandungan kalsium, fosfor, dan zat besi yang lebih tinggi bila
dibandingkan dengan gula pasir.
· Gula jagung
Gula jagung adalah gula yang
diperoleh dari jagung, mempunyai kandungan monosakarida berupa glukosa. Daya
kemanisannya lebih rendah dari pada gula pasir maupun gula merah
2. Pemanis buatan
Mempunyai
nilai kalori yang rendah bahkan ada yang tidak sama sekali. Digunakan untuk
pemanis es krim,permen,atau minuman ringan, juga digunakan untuk
penderita obesitas dan penderita diabetes. Contoh
a.
Aspartam
Aspartam lebih manis skitar 200 kali
lipat dibandingkan gula biasa. Aspartam digunakan untuk pemanis es krim,
gelatin, minuman, dan permen karet. Namun ketika dimasak menggunakan suhu
tinggi, aspartam akan berubah menjadi asam amino. Maka dari itu aspartam tidak
digunakan untuk membuat kue.
b. Siklamat
Siklamat merupakan zat pemanis yang tidak diizinkan digunakan
pada produk makanan di Amerika. Siklamat dapat menyebabkan kanker kantung
kemih.
c. Sakarin
Tingkat
kemanisan sakarin adalah sekitar 300 sampai 500 kali lipat dibandingkan dengan
gula. Sakarin digunakan untuk pemanis pada produk pasta gigi, makanan dan
minuman.
d. Sukralosa
Sukralosa
adalah gula pasir yang terklorinasi dan mempunyai kemanisan hingga 600 kali
lipat dibandingkan dengan gula. Sukralosa merupakan pemanis tak berkalori dan
dapat dihasilkan ketika tiga gugus hidroksil dari sukrosa diganti dengan
klorin.
e.
Asesulfam K
Tingkat
kemanisan asesulfam kaliaum adalah 200 kalilipat dibandingkan dengan gula
murni.
f. Sorbitol
Banyak ditemukan pada ganggang laut serta buah-buahan. Mempunyai sifat larut dalam
air dan tidak mudah dimetabolisme oleh mikroorganisme.
3. Pengawet
Tujuan dari pengawetan
makanan adalah :
- Membunuh mikro organisme pembusuk.
- Membuat suatu kondisi sehingga mikro organisme pembusuk tidak dapat berkembang agar daya simpan makanan dapat lebih panjang.
Cara-cara Pengawetan Makanan
a. Pengeringan
b. Pembekuan
c. Pengalengan
d. Irradiasi
yaitu dengan
cara penyinaran dengan zat radioaktif tertentu (misalnya dengan sinar
ultraviolet atau sinar gama )
e. Penambahan bahan pengwaet untuk
mencegah/ membunuh mikro organisme.
Ada 2 jenis pengawet yaitu pengawet alami dan pengawet
buatan
1.
Pengawet alami
·
Garam Dapur
Garam
juga digunakan untuk mengawetkan makanan dan sebagai bumbu. Untuk mencegah
penyakit gondok, garam dapur juga sering ditambahi yodium
·
Gula
Gula pasir biasanya ditambahkan ke
dalam makanan dan minuman untuk memberikan rasa manis. Namun selain memberikan
rasa, gula pasir juga berfungsi sebagai pengawet.

Sama halnya dengan garam, sifat
gula pasir adalah higroskopis atau menyerap air sehingga sel-sel bakteri akan
dehidrasi dan akhirnya mati.
2. Pengawet Buatan
• Natrium benzoat dan asam benzoat digunakan sebagai pengawet minuman
ringan, kecap, margarin, saus, manisan, dan buah kalengan.
• Natrium nitrit digunakan sebagai pengawet untuk
mempertahankan warna daging dan ikan.
• Asam propionat digunakan sebagai pengawet roti, keju,
margarin, dan mentega.
• Asam sorbat digunakan dalam bentuk garam natrium atau kalium dan
digunakan untuk menghambat pertumbuhan kapang dan ragi, serta mengawetkan keju,
roti, sari buah, dan acar.
Beberapa zat pengawet yang sudah dilarang
penggunaannya tetapi masih sering dipakai oleh pihak pihak tak bertanggung
jawab adalah formalin (sebagai pengawet ), boraks (sebagai pengawet bakso), dan
terusi (sebagai pengawet ayam potong).
4. Penyedap rasa Dan Aroma
Tujuan
Dari Penggunaan Penyedap dan aroma :
a. Meningkatkan cita rasa makanan
b. Mengembalikan cita rasa makanan yang
mungkin hilang selama pemrosesan.
c. Memberi cita
rasa makanan tertentu pada makanan yang tidak mempunyainya.
d.
Memberi aroma pada makanan atau minuman
·
Penyedap
Penyedap rasa atau
penegas rasa adalah zat yang dapat meningkatkan cita rasa makanan. Penyedap
berfungsi menambah rasa nikmat dan menekan rasa yang tidak diinginkan darisuatu
bahan makanan. Dapat alami maupun buatan
1.
Penyedap alami
a.
Bawang merupakan pemberi rasa
sedap alami yang paling banyak digunakan
b.
Merica memberi aroma segar dan
rasa pedas yang khas.
c.
Terasi merupakan zat cita rasa
alami yang dihasilkan dari bubuk ikan dan udang
d.
Daun salam memberi rasa sedap
pada makanan.
e.
Jahe memberi aroma harum dan
rasa pedas khas jahe.
f.
Cabai memberi rasa sedap dan
pedas pada setiap masakan.
g.
Daun pandan memberi rasa dan
aroma sedap dan wangi pada makanan.
h.
Kayu manis, selain memberi rasa
manis dan mengawetkan juga memberi aroma




2. Penyedap
Buatan
MSG (Monosodium Glutamate)
Penyedap buatan yang paling banyak digunakan dalam makanan adalah vetsin atau
monosodium glutamat (MSG) yang sering juga disebut sebagai micin. MSG tidak
berbau dan rasanya merupakan campuran rasa manis dan asin yang gurih. Mengonsumsi
MSG secara berlebihan akan menyebabkan timbulnya gejala-gejala yang dikenal
sebagai Chinese Restaurant Syndrome. Tanda-tandanya antara lain berupa
munculnya berbagai keluhan seperti pusing kepala, sesak napas, wajah
berkeringat, kesemutan pada bagian leher, rahang, dan punggung.


· Pemberi aroma
Pemberi
aroma adalah zat yang dapat memberikan aroma tertentu pada makanan atau
minuman, sehingga dapat membangkitkan selera konsumen. Penambahan zat pemberi
aroma menyebabkan makanan memiliki daya tarik untuk dinikmati. Contohnya minyak
atsiri cengkeh, minyak atsiri jahe, minyak atsiri jeruk, dll

5. Anti Oksidan
Tujuan Penggunaan Anti
Oksidan :
Mencegah ketengikan pada makanan yang mengandung
lemak/minyak, karena mengalami oksidasi. Proses Oksidasi yaitu berlangsung
dengan melibatkan radikal bebas, yaitu suatu sel yang reaktif. Anti oksidan
bertindak menetralkan radikal bebas tersebut, dengan cara mengikat radikal
bebas agar tidak kurang reaktif,sehingga proses oksidasi dapat dihambat.
Jenis Anti Oksidan
1.
Anti Oksidan alami :
lesitin, vitamin E, vitamin C (asam askorbat)
2.
Anti Oksidan Sintetis :
- BHA (Butylated Hidroxyanisole)
- BHT (Butylated Hidroxytoluene)
6. Penambah
nutrisi
Tujuan Penggunaan Zat
penambah Nutrisi :
Untuk mencegah terjadinya defisiensi (kekurangan) pada
zat-zat tertentu. Contoh :
- Penambahan garam Iodium pada garam dapur
- Penambahan vitamin B1 pada beras.
- Vitamin C pada jus buah.dan minuman ringan.
- Vitamin D dan kalsium pada susu.
7. Pengemulsi, pemantap dan pengental
Bahan yang
dapat membantu pembentukan dan pemantapan sistim dispersi yang homogen pada
makanan. Contoh : Agar-agar, gelatin dan gom arab

8. Pemutih dan pematang
tepung
Bahan yang dapat mempercepat proses
dan pemutihan atau pematangan tepung, sehingga dapat memperbaiki mutu
pemanggangan.
Contoh: asam ascorbat, aseton peroksida, kalium
bromat.
9. Anti kempal
Bahan yang dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa
serbuk
Contoh:
- aluminium silikat (pada susu bubuk)
- kalsium aluminium silikat (pada garam meja)
10. Sekuestan
Bahan
yang dapat mengikat ion logam yang ada dalam makanan.
Contoh :
- asam fosfat (pada lemak dan minyak makan)
- kalsium sitrat (pada es krim dan sejenisnya).
Dampak
Penggunaan Zat Adiktif Pada Makanan
|
No
|
Nama zat aditif
|
Penyakit yang ditimbulkan
|
|
1
|
Formalin
|
Kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan,
penyakit jantung dan merusak sistem saraf.
|
|
2
|
Boraks
|
Mual, muntah, diare, penyakit kulit, kerusakan
ginjal, serta gangguan pada otak dan hati.
|
|
3
|
Natamysin
|
Mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan
kulit.
|
|
4
|
Kalium Asetat
|
Kerusakan fungsi ginjal.
|
|
5
|
Nitrit dan Nitrat
|
Keracunan, mempengaruhi kemampuan sel darah membawa
oksigen ke berbagai organ tubuh, sulit bernapas, sakit kepala, anemia, radang
ginjal, dan muntah-muntah.
|
|
6
|
Kalsium Benzoate
|
Memicu terjadinya serangan asma.
|
|
7
|
Sulfur Dioksida
|
Perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi
genetik, kanker dan alergi.
|
|
8
|
Kalsium dan Natrium propionate
|
Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa
menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
|
|
9
|
Natrium metasulfat
|
Alergi pada kulit
|
|
10
|
Tartazine
|
Meningkatkan kemungkinan hyperaktif pada kanak-kanak.
|
|
11
|
Sunset Yellow
|
Menyebabkan kerusakan kromosom
|
|
12
|
|
Anemia dan kepekatan pada hemoglobin.
|
|
13
|
Carmoisine (merah)
|
Menyebabkan kanker hati dan menimbulkan alergi.
|
|
14
|
Quinoline Yellow
|
Hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid
|
|
15
|
Siklamat
|
Kanker (Karsinogenik)
|
|
16
|
Aspartan
|
Gangguan saraf dan tumor otak
|
Upaya
Penanggulangan Dampak Negatif Dari Penggunaan Zat Adiktif pada makanan
Dampak negatif zat aditif terhadap kesehatan dapat
secara langsung maupun tidak langsung,dalam jangka pendek maupun jangka
panjang. Untuk mengurangi dan meminimalisasi dampak negatif zat aditif
makanan dapat di upayakan dengan :
1. Secara Internal
Mengurangi konsumsi makanan siap saji, meningkatkan
konsumsi sayur dan buah-buahan sertamengkonsumsi vitamin. Beberapa vitamin
diduga mengandung zat antikarsinogen diantaranyaadalah Vitamin A, C, E banyak
terdapat dalam sayur dan buah; asam folat terdapat dalam brokoli, bayam
dan asparagus: Betakaroten, Vitamin B3 (niasin), vitamin D dalam bentuk aktif (1.25-hidroksi)
terdapat pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras dan ikan.Memberi
pengertian pada keluarga tentang bahaya zat aditif, mengawasi, mengontrol
pemberiandan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal makanan sehat
dari rumah
2. Secara Eksternal
Dari produsen diperlukan kesadaran dan tanggung jawab
produsen terhadap penggunaan zat aditif pada bahan pangan yang
diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi makanantermasuk zat
aditif yang ditambahkan. Dari pemerintah dapat melakukan pengawasan dan
menindak tegas produsen yang melanggar aturan yang berlaku. Meneruskan
kegiatan PMT-AS (Program Makanan Tambahan-Anak Sekolah) denganmemanfaatkan
sumber makanan lokal. Dari non-pemerintah (LSM); memfasilitasi
terbentuknya kelompok konsumen, mendorong peranserta masyarakat sebagai
pengawas kebijakan publik, mengantisipasi kebijakan global yang berdampak
pada konsumen, melakukan pengawasan dan bertindak sebagai pembela konsumen
B. Zat Adiktif
Bahan
adiktif adalah bahan yang dapat mengakibatkan penggunanya mengalami kecanduan.
Bahan adiktif dibagi menjadi tiga kelompok, yakni bahan adiktif bukan narkotika
dan psikotropika, bahan adiktif narkotika, dan bahan adiktif psikotropika.
1.
Bahan
Adiktif Bukan Narkotika dan Psikotropika
Bahan
yang termasuk bahan adiktif bukan narkotika dan psikotropika misalnya adalah
theine, kafein dan nikotin. Theine ada pada produk teh, kafein pada kopi, dan
nikotin ada pada rokok.
Teh
Teh
mengandung teanin yang mirip dengan kafein pada kopi. Teanin dampaknya
tidak terlalu kuat pada tubuh manusia jika dibandingkan dengan kafein kopi.
Minum teh dapat membuat seseorang menjadi merasa siaga, lebih mudah
konsentrasi, dan tidak mengantuk. Teh dapat merangsang sistem saraf pusat
yang terdapat di dalam tubuh kita. Minumlah

teh
sewajarnya dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari berbagai sisi
negatifnya
Kafein
Meskipun bahan adiktif
dalam kopi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan, tetapi kopi
memiliki manfaat dalam beberapa terapi kesehatan. Kopi dapat dipakai untuk
mencegah penyakit parkinson, kanker usus, kanker lambung, dan kanker paru-paru.

Nikotin
Nikotin ternyata dapat
memberikan dampak buruk yang cukup besar. Merokok berdampak merugikan
organ-organ tubuh, baik organ luar maupun dalam. Pengaruh rokok pada organ luar
kita dapat berupa perubahan warna gigi dan kulit, sedangkan pengaruh pada organ
dalam dapat memicu adanya kanker paru-paru.

2.
Narkotika
Narkotika
adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik
sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan tertentu.
Diatur dalam UU NO.35 TAHUN 2009
· Golongan
I
Narkotika golongan satu hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan
ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Contoh: Heroin, Kokain, Daun Kokain, Opium, Ganja, Jicing,
Katinon, MDMDA/Ecstasy
1.
Ganja
Ganja merupakan
zat adiktif narkoba dari golongan kanabionoid. Ganja terbuat dari daun, bunga,
biji, dan ranting muda (Cannabis sativa) yang sudah kering. Tanda-tanda penyalahgunaan
ganja, Yaitu gembira dan tertawa tanpa sebab, lemah, banyak bicara sendiri,
menguap atau mengantuk, tetapi susah tidur, dan mata mera, tidak tahan terhadap
cahaya dan badan kurus

2. Opium
Opium merupakan
narkotika dari golongan opioida, dikenal juga dengan sebutan candu, morfin, heroin,
dan putau. Opium diambil dari getah buah mentah Pavaper sommiverum.Opium
digunakan untuk menghilangkan rasa sakit karena luka atau menghilangkan rasa
nyeri pada penderita kanker. Namun dalam dosis berlebih dapat mengakibatkan
kecanduan yang akhirnya menyebabkan kematian.

3. Kokain
Kokain termasuk ke
dalam salah satu jenis dari narkotika. Kokain diperoleh dari hasil ekstraksi
daun tanaman koka (Erythroxylum coca).
Zat ini dapat dipakai sebagai anaestetik (pembius) dan memiliki efek merangsang
jaringan otak bagian sentral. Pemakaian zat inimenjadikan pemakainya suka
bicara, gembira yang meningkat menjadi gaduh dan gelisah, detak jantung
bertambah.


· Golongan
II
Narkotika golongan dua, berkhasiat untuk pengobatan digunakan sebagai
pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan
pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi
tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Contoh: Morfin, Petidin,
Fentanil, Metadon, Benzetidin, Alfametado,
Fenomorfan, Fentanil, Tebaina, Tebakon, Piminodina,Piritramida, Proheptasina, Properidina,
Rasemetorfan, Rasemoramida,Rasemorfan,dll



· Golongan
III
Narkotika golongan tiga adalah
narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, tetapi bermanfaat dan berkhasiat
untuk pengobatan dan penelitian.
Golongan 3 narkotika ini banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Codein, Buprenorfin, Etilmorfina, , Nikokodina, Polkodina, Propiram, Asetildihidrokodeina, Dekstropropoksifena, Nikokodina, Norkodeina dan termasuk beberapa campuran lainnya.
Golongan 3 narkotika ini banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Codein, Buprenorfin, Etilmorfina, , Nikokodina, Polkodina, Propiram, Asetildihidrokodeina, Dekstropropoksifena, Nikokodina, Norkodeina dan termasuk beberapa campuran lainnya.

c. Psikotropika
Psikotropika
merupakan zat atau obat, alamiah/ sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat
psikoaktif, berpengaruh selektif pada saraf pusat yang menyebabkan perubahan
khas pada aktivitas mental dan perilaku seseorang. Zat psikotropika dapat
menurunkan
aktivitas otak atau merangsang susunan saraf pusat dan menimbulkan kelainan
perilaku, disertai halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam
perasaan.
Berdasarkan
fungsinya Psikotropika dibedakan menjadi tiga yaitu stimulan, depresan, dan
halusinogen
· Obat stimulan adalah obat yang merangsang
system saraf sehingga orang yang merasakan lebih percaya diri dan selalu
waspada. Contohnya : kofein, nikotin, kokain
· Obat depresan (obat penenang) adalah obat
yang dapat menekan system saraf sehingga pemakaiannya merasa ngantuk dan
tingkat kesadarannya turun. Contoh : alkohol dan barbiturat
· Obat halusinogen adalah obat yang dapat
membelokkan pikiran pemakaiannya. Contoh : LSD dan ganja
|
Menurut Undang-Undang No. 5 tahun 1997,
narkoba jenis psikotropika dibedakan menjadi 4 golongan, yaitu:
Mempunyai
potensi yang sangat kuat dalam menyebabkan ketergantungan dan dinyatakan
sebagai barang terlarang. Contoh: ekstasi (MDMA = 3,4-Methylene-Dioxy Methil
Amphetamine), LSD (Lysergic Acid Diethylamid), dan DOM
Mempunyai
potensi yang kuat dalam menyebabkan ketergantungan. Contoh: amfetamin,
metamfeamin (sabu),sekobarbital dan fenetilin.
Mempunyai
potensi sedang dalam menyebabkan ketergantungan, dapat digunakan untuk
pengobatan tetapi harus dengan resep dokter. Contoh: amorbarbital,
Phenobarbiatal, brupronorfina, dan
mogadon (sering disalahgunakan).
Mempunyai
potensi ringan dalam menyebabkan ketergantungan, dapat digunakan untuk
pengobatan tetapi harus dengan resep dokter. Contoh: diazepam, nitrazepam,
lexotan (sering disalahgunakan), pil koplo (sering disalahgunakan), obat
penenang (sedativa), dan obat tidur (hipnotika).
![]() ![]() |
Penyalahagunaan narkoba memiliki
dampak fisik dan psikis.
1)
Dampak penyalahgunaan narkoba pada keadaan fisik
Penyalahgunaan
narkoba dapat berakibat pada beberapa hal berikut.
a.
Gangguan sistem saraf yang berupa kejang, halusinasi, gangguan kesadaran,
kerusakan syaraf tepi.
b.
Gangguan jantung dan pembuluh darah berupa: infeksi otot jantung, gangguan
peredaran darah.
c.
Gangguan kulit berupa penanahan (abses), eksim, dan alergi.
d.
Gangguan paru-paru berupa: penekanan fungsi pernapasan, kesulitan bernafas,
pengerasan jaringan paru-paru.
e.
Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu
konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa
menyebabkan kematian.
2)
Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap psikis
Pengguna narkoba dapat
memiliki ciri psikis berupa lamban dan ceroboh dalam bekerja, sering merasa
tegang dan gelisah, hilang kepercayaan diri, apatis, gemar mengkhayal, penuh
curiga, agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal, sulit
berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan, cenderung menyakiti diri, perasaan
tidak aman, bahkan bunuh diri.
3) Dampak Ekonomi
- Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat beracun.
- Masalah keuangan. Obat-obatan yang dikonsumsi biasanya mahal.Namun, bila sudah kecanduan maka pengguna akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Mereka bisa menjual barang pribadi atau mengambil milik orang lain dan keluarga.
- Pemakai tidak akan dapat menabung dan memenuhi kebutuhan pokoknya sebagai manusia biasa,karena pemakai akan lebih mementingkan obat itu daripada kebutuhan pokoknya.
Pemanfaatan Zat Adiktif Dalam
Bidang Kesehatan
· Kafein
Mengobati
gangguan otot, mengurangi kelelahan, membantu para penderita sttroke dalam
merangsang sel-sel otak agar tetap hidup.
· Morfin
Menghilangkan
rasa nyeri yang hebat yang tidak dapat di obati dengan analgetik non narkotik,mengurangi
rasa tegang pada penderita yang akan di operasi.
· Ganja
Mengurangi
tekanan pada mata yang terkena penyakit glucomia, mengurangi rasa mual pada
pasien kangker.
· Amfetamin
Terapi kecanduan
alkohol, terapi kegemukan, mengatasi keracunan, mengurangi depresi, menambah
kewaspadaan,menghilangkan rasa kantuk dan letih, menambah rasa percaya diri dan
konsentrasi.
· Alcohol
Sebagai
desinfektan, sterilisasi alat-alat kedokteran.
· Kokain
Sebagai
obat bius lokal, misal pada hidung, mata, dan tenggorokan.
Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Zat Adiktif dan Psikotropika
Kita semua harus berupaya untuk terhindar dari penyalahgunaan zat adiktif dan
psikotropika. Pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika memerlukan
peran bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
a. Peran Anggota Keluarga
Setiap
anggota keluarga harus saling menjaga agar jangan sampai ada anggota keluarga
yang terlibat dalam penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Kalangan remaja
ternyata merupakan kelompok terbesar yang menyalahgunakan zat-zat tersebut.
Oleh karena itu, setiap orang tua memiliki tanggung jawab membimbing
anakanaknya agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan. Karena ketaqwaan
inilah yang akan menjadi perisai ampuh untuk membentengi anak dari
menyalahgunakan obat-obat terlarang dan pengaruh buruk yang mungkin datang dari
lingkungan di luar rumah.
b. Peran Anggota Masyarakat
Kita
sebagai anggota masyarakat perlu mendorong peningkatan pengetahuan setiap anggota
masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan obat-obat terlarang. Selain itu, kita
sebagai anggota masyarakat perlu memberi informasi kepada pihak yang berwajib
jika ada pemakai dan pengedar narkoba di lingkungan tempat tinggal.
c. Peran Sekolah
Sekolah
perlu memberikan wawasan yang cukup kepada para siswa tentang bahaya
penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika bagi diri pribadi, keluarga, dan
orang lain. Selain itu, sekolah perlu mendorong setiap siswa untuk melaporkan
pada pihak sekolah jika ada pemakai atau pengedar zat adiktif dan psikotropika
di lingkungan sekolah. Sekolah perlu memberikan sanksi yang mendidik untuk
setiap siswa yang terbukti menjadi pemakai atau pengedar narkoba.
d. Peran Pemerintah
Pemerintah
berperan mencegah terjadinya penyalahgunaan
narkotika dan psikotropika dengan cara mengeluarkan aturan hukum yang
jelas dan tegas. Di samping itu, setiap penyalahguna, pengedar, pemasok,
pengimpor, pembuat, dan penyimpan narkoba perlu diberikan sanksi atau hukuman
yang membuat efek jera bagi si pelaku dan mencegah yang lain dari kesalahan
yang sama.
e. Interaksi Dengan Orang
Tua
Komunikasi
dengan orangtua dapat dilakukan dengan informasi tentang narkotika dan
bahayanya. Guru (bersama sekolah) meminta kerja sama orangtua untuk mengawasi putra-putrinya
agar terhindar dari bahaya penggunaan zat adiktif.
LEMBAR KERJA SISWA
Topik : Zat Adiktif pada makanan dan zat
adiktif psikotropika
Kelas :
VII
Tujuan : 1. Peserta didik mampu mengetahui penggunaan zat
adiktif pada makanan serta dampak yang ditumbulkan dan cara mencegahnya
2. Peserta
didik mampu menyebutkan bahaya dari penggunaan zat adiktif yang berlebihan pada
makanan
3. Peserta didik mampu menyebutkan pengetian zat
adiktif bukan narkoba dan psikotropika
4. Peserta didik mampu menjelaskan cara
menghentikan penyalahgunaan narkoba oleh pecandu
5. Peserta didik mampu meyebutkan contoh dari penggunaan zat adiktif dalam
bidang kesehatan
6. Peserta didik mampu menjelaskan dampak dari
penyalahgunaan zat adiktif baik secara fisik maupun psikis
7. Peserta didik mampu
memiliki sikap yang tegas terhadap penggunaan zat adiktif
Teori :
A.
Zat Adiktif Makanan
Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada
makanan selama proses produksi,
pengemasan
atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam
makanan
berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan
untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses
pengolahan.
Zat aditif
Berdasarkan Sumbernya
1.
Zat Adiktif alami
Zat adiktif yang diperoleh dari alam
2. Zat
Adiktif Buatan ( sintesis )
Zat adiktif yang diperolehdari bahan kimia
Penggunaan
Zat Adiktif Makanan
Jenis zat adiktif pada makanan sudah sangat beragam
sesuai fungsinya , diantaranya yang paling banyak digunakan antara lain adalah
:
- Pewarna
- Pemanis
- Pengawet
- Penyedap
- Anti oksidan
- Penambah nutrisi
- Pengemulsi, pemantap dan pengental
- Pemutih dan pematang tepung
- Anti kempal
- Sekuestan
Dampak
dari penggunaan zat adiktif pada makanan dapat menyebabkan kerusakann pada
tubuh kita serta menimbulkan berbagai penyakit jika dikonsumsi dalam jumlah
berlebih. Oleh karena itu beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk
menggulanginya seperti banyak mengkonsumsi buaha, sayu, dan vitamin.
B. Zat Adiktif
Bahan adiktif adalah bahan yang dapat mengakibatkan
penggunanya mengalami kecanduan. Bahan adiktif dibagi menjadi tiga kelompok,
yakni :
· Bahan
adiktif bukan narkotika dan psikotropika
Bahan
yang termasuk bahan adiktif bukan narkotika dan psikotropika misalnya adalah
theine, kafein dan nikotin
· Bahan
adiktif narkotika
Narkotika
adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik
sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan
dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam 3 golongan
· Bahan
adiktif psikotropika
Psikotropika
merupakan zat atau obat, alamiah/ sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat
psikoaktif, berpengaruh selektif pada saraf pusat yang menyebabkan perubahan
khas pada aktivitas mental dan perilaku seseorang. Dibagi menjadi 4 golongan.
Penyalahgunaan zat adiktif dapat memberikan
dampak negatif bagi sipengguna baik dampak secara fisik maupundampak secara
psikisnya. Namun zat adiktif ini dalam jumlah tertentu dpat memberikan efek
terapi/pengobatan bagi penggunanya oleh karena itu zat adiktif juga dapat
dimanfaatkan dalam bidang kesehatan.
Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Zat
Adiktif dan Psikotropika
Kita semua harus berupaya
untuk terhindar dari penyalahgunaan zat
adiktif dan psikotropika. Pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan
psikotropika memerlukan peran bersama antara keluarga, masyarakat, dan
pemerintah
Apakah zat aditif dalam makanan dan minuman
bermanfaat bagi kesehatan kalian?
Berbagai
jajanan di sekitar kalian yang tidak menarik mungkin kandungan gizinya tinggi.
Agar jajanan lebih menarik, memiliki rasa yang lebih enak, serta awet dapat
ditambahkan zat aditif alami atau buatan.
Cara Kerja
1.
Isilah kolom yang tersedia, dengan memberikan data/ informasi penggunaan zat
aditif untuk makan dan minuman yang dijual disekitar lingkungan kalian.
2.
Diskusikan bersama teman kalian untuk mengisi tabel di bawah ini:
Tabel Kegunaan
Zat Aditif Alami/ Buatan , Nama Zat Aditif dalam makanan dan
minuman,
Dampak Negatif dan Pencegahannya
|
No
|
Kegunaan Zat Adiktif
|
Nama Zat Adiktif
|
Dampak Zat Adiktif
|
Pencegahan
|
|
1
|
Penyedap
|
|
|
|
|
2
|
Pemanis
|
|
|
|
|
3
|
Pengawet
|
|
|
|
|
4
|
Pemanis
|
|
|
|
|
5
|
Pewarna
|
|
|
|
|
6
|
Pengental
|
|
|
|
|
7
|
Antioksidan
|
|
|
|
|
9
|
Anti kempal
|
|
|
|
·
Jelaskan dampak yang ditimbulkan jika kita
mengkonsumsi makanan yang mengandung zat adiktif secara berlebihan !
.............................................................................................................................................................................................................................................................................
·
Jelaskan apa yang dimaksud zat adiktif bukan narkoba
dan psikotropika ! Dan berikan contohnya
..........................................................................................................................................................................................................................................................................
·
Bagaimana caranya agar seseorang dapat
berhenti dari menggunakan narkoba, padahal gejala kecanduan narkoba sangat
menyakitkan?
..................................................................................................................................................................................................................................................................................
·
Sebutkan tiga contoh pemanfaatan zat
adiktif dalam bidang kesehatan !
..................................................................................................................................................................................................................................................................................
·
Jelaskan dampak dari penyalahgunaan dari
zat adiktif secara fisik dan psikis maupun ekonomi!
..................................................................................................................................................................................................................................................................................
·
Apa yang kamu lakukan jika salah satu
temanmu mengajak untuk menggunakan narkotika ?
· KESIMPULAN
......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................................................................................................................................


