ZAT ADIKTIF MAKANAN



A.  Zat Adiktif Makanan
Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.

Zat aditif Berdasarkan Sumbernya
Saat ini zat aditif makanan dibedakan menjadi dua jenis yakni zat aditif alami dan zat aditif buatan atau sintetis.
1.      Zat Adiktif alami
Zat adiktif yang diperoleh dari alam. Penambahan zat adiktif alami ini tidak akan menimbulkan efek samping dan aman digunakan dalam jumlah besar. Contoh : kunyit,jahe,gula aren,dan pandan
2.      Zat Adiktif Buatan ( sintesis )
Zat adiktif yang dibuat dengan proses kimia. Penambahan zat adiktif buatan dalam jumlah besar dapat memberikan efek yang buruk pada kesehatan. Sebaiknya penggunaannya zat adiktif buatan dalam kadar normal dan pengawasan. Contoh : formalin.MSG,boraks,dan sakarin

Fungsi Zat Adiktif Makanan
Banyak sekali fungsi dari zat aditif yang ditambahkan dalam makanan antara lain :
·         Meningkatkan kandungan gizi
·         Menjaga kualitas dan tekstur pada makanan
·         Menjaga kestabilan makanan
·         Membuat makanan menjadi lebih tahan lama
·         Memberikan warna sehingga terlihat lebih menarik
·         Memberikan cita rasa sedap pada makanan
·         Memberikan aroma yang sedap pada makanan



Penggunaan Zat Adiktif Makanan
Jenis zat adiktif pada makanan sudah sangat beragam sesuai fungsinya , diantaranya yang paling banyak digunakan antara lain adalah :

  • Pewarna
  • Pemanis
  • Pengawet
  • Penyedap
  • Anti oksidan
  • Penambah nutrisi
  • Pengemulsi, pemantap dan pengental
  • Pemutih dan pematang tepung
  • Anti kempal
  • Sekuestan


1.    Pewarna
Description: Gambar terkait
Tujuan Penggunaan Pewarna Pada makanan :
  • Supaya lebih  menarik sehingga merangsang selera.
  • Mengembalikan warna asli yang mungkin hilang pada proses pengolahan.
  • Mempertahankan warna produk ,misalnya bahan makanan yang sama  mungkin saja mempunyai warna yang berbeda, bergantung pada asal dan musim.
Berdasarkan bahan dasar pembuatannya , pewarna ada 2 macam  :
1.    Pewarna Alami   
Yaitu pewarna yang diperoleh dari ekstrak tumbuhan atau hewan. Keuntungannya lebih aman dikonsumsi, tapi memiliki kelemahan ragamnya terbatas, warnanya mudah rusak oleh pemanasan, bisa memberikan rasa dan aroma yang tidak diinginkan serta sulit diperoleh dalam jumlah yang besar.
Description: Hasil gambar untuk pewarna alami
Contoh :
NO
Nama Lokal Tanaman
Bagian yang digunakan
Warna
1
Alpukat/avocado
Daun, kulit buah
Hijau kecoklatan
2
Andong
Daun
Hijau
3
Angsana
Kayu
Merah
4
Bawang merah/union
Kulit buah
Coklat
5
Belimbing sayur
Bunga
Merah
6
Bougenvile
Bunga
Merah muda
7
Bunga sepatu
Bunga
Ungu
8
Cabai merah
Buah
Merah
9
Combrang hias
Bunga
Hijau
10
Combrang sayur
Bunga
Merah muda
11
Gambir
Getah
coklat
Daun
Merah
12
Harendong
Akar
Merah
Buah
Hitam
Daun
Lembayung
13
Indigo
Daun
Biru
14
Jalawe
Benih/biji
Hitam
15
Jambal
Kulit batang
Krem
16
Jambu biji
Daun
Hijau tua, hitam
17
Jambu mete
Buah
Hitam
Daun
Kuning
22
Jati
Daun muda
Merah kecoklatan
Daun tua
Kuning
Kulit Akar
Cokelat
23
Jengkol
Kulit
Cokelat
24
Kakao
Buah
Cokelat
25
Katuk
Daun
Hijau
26
Kelapa
Daging Buah
Hijau
27
Kembang palu
Serbuk sari
Kuning /orange
28
Kembang sepatu
Bunga
Merah, Hitam
29
Kembang telang
Bunga
Hijau, Biru
Daun
Ungu
30
Kenari
Kulit buah
cokelat
31
Kenikir sayur
Daun
Kuning tua
32
Kepel
Daun
Coklat
33
Ketepang kebo
Bunga,  Daun
Hijau kekuningan
34
Kibedali
Bunga, daun
Merah muda, abu-abu, hijau
35
Kluwak
Daging Buah
hitam
36
Kunyit
Akar/ rimpang
Kuning
37
Kusumba
Bibit benih
Orange
38
Mahoni
Batang, daun
Coklat
39
Mangga
Kulit batang, daun
Hijau
Daun
kuning
40
Manggis
Buah
Ungu
41
Mengkudu
Kulit akar
Merah
42
Nangka
Kayu
kuning
Batang
Kuning
43
Pacar air
Bunga, daun
Kuning kehijauan
44
Pacarkuku/inai/henna
Daun
Orange
45
Pandan 
Daun
hijau
46
Pinang
Buah
coklat-merah atau hitam
47
Potromenggala
Bunga, daun
Hijau
48
Pulutan
Daun
Abu-abu
49
Puring
Daun
Ungu
50
Putri malu
Bunga, daun
Kuning kehijauan
51
Rambutan
Buah
kuning
52
Randu
Daun
Abu-abu
53
Rosella
Kulit Bunga
Merah
54
Sacang
Batang
Merah
55
Safflower
Bunga
merah-kuning
56
Sapu angin
Bunga
Merah muda/ ungu
57
Sari kuning
Bunga
kuning
58
Senggani
Buah, daun
Ungu
59
Srigading
Bunga
kuning keemasan
60
Suji
Daun
hijau
61
Tarum
Daun
biru
62
Tegeran
Batang
kuning
63
Teh-teh an merah
Daun
Ungu
64
Telang
Bunga
Biru keunguan
65
Tembelekan
Bunga
kuning
66
Tingi
Kulit batang
coklat
67
Tom, nila
Daun
biru
68
Trengguli
Buah
Krem
69
Ubi ungu untuk warna
Buah
ungu
70
Ulin/bulian
Kayu
Krem
daun
abu-abu



2.    Pewarna sintetis 
Pewarna yang dibuat oleh pabrik dan dibuat dari bahan kimia. Keuntungannya Dapat dibuat dalam jumlah yang besar namun memiliki kerugian yaitu tidak aman dikonsumsi dalam jumlah banyak, tidak mempunyai nilai gizi dan tidak diperlukan kecuali untuk penampilan,beberapa jenis pewarna buatan yang pernah digunakan, sekarang penggunaannya dilarang karena dapat menyebabkan kanker. Pewarna buatan juga sering disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,misalnya penggunaan pewarna tekstil untuk makanan. Ini sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka lama.
Description: Gambar terkait
Contoh
a)    Tartrazine (E102 atau Yellow 5)
Pewarna kuning yang banyak digunakan dalam makanan dan obat-obatan. Selain berpotensi meningkatkan hiperaktivitas anak , pada sekitar 1-10 dari 10.000 orang, Tartrazine menimbulkan efek samping langsung seperti urtikaria (ruam kulit). Rhinitis (hidung meler), asma, purpura (kulit lebam).
b)    Sunset Yellow (E110, Orange Yellow/Yellow 6)
Pewarna yang dapat ditemukan dalam makanan seperti jus jeruk, es krim, ikan kalengan, keju, jeli, minuman soda dan banyak obat-obatan. Untuk sekelompok kecil individu, konsumsi pewarna adiktif ini dapat menimbulkan urtikaria, rinitis, alergi, hiperaktivitas, sakit perut, mual dan muntah.
c)    Ponceau 4R (E124 atau SX Purple)
Pewarna merah hati yang digunakan dalam berbagai produk, termasuk selai, kue, agar-agar dan minuman ringan. Selain berpotensi memicu hiperaktivitas pada anak, pewarna ini dianggap karsinogenik (penyebab kanker) di beberapa Negara.
d)    Allura Red (E129)
Pewarna sintetis merah jingga yang banyak digunakan pada permen dan minuman. Pewarna ini sudah banyak dilarang di banyak Negara.
e)    Quinoline Yellow (E104)
Pewarna makanan kuning ini digunakan dalam produk seperti es krim dan minuman energy. Zat ini sudah dilarang di banyak Negara karena dianggap maningkatkan resiko hiperaktivitas dan serangan asma.
f)    Metanil Yellow
Pewarna makanan ini juga merupakan salah satu zat pewarna yang tidak diizinkan untuk ditambahkan ke dalam bahan makanan. Metanil Yellow digunakan sebagai pewarna untuk produk-produk tekstil (pakaian), cat kayu, dan cat lukis.

2. Pemanis
Pemanis merupakan senyawa kimia yang sering ditambahkan dan digunakan untuk keperluan produk olahan pangan, industri serta minuman dan makanan kesehatan. Pemanis dipakai untuk menambah rasa manis yang lebih kuat pada bahan makanan.Pemanis dibagi menjadi dua yaitu pemanis yang alami dan pemanis yang buatan
1.    Pemanis Alami
Mempunyai nilai kalori, aman di konsumsi, kecuali bagi penderita obesitas dan diabetes. Contoh :

·      Gula tebu atau gula pasir mengandung zat pemanis fruktosa yang merupakan salah satu jenis glukosa. Gula tebu atau gula pasir yang diperoleh dari tanaman tebu merupakan pemanis yang paling banyak digunakan.
 

·      Gula merah merupakan pemanis dengan warna coklat. Gula merah merupakan pemanis kedua yang banyak digunakan setelah gula pasir. Kebanyakan gula jenis ini digunakan untuk makanan tradisional, misalnya pada bubur, dodol, kue apem.
·      Madu merupakan pemanis alami yang dihasilkan oleh lebah madu. Selain sebagai pemanis, madu juga banyak digunakan sebagai obat.
·      Kulit kayu manis merupakan kulit kayu yang berfungsi sebagai pemanis. Selain itu kayu manis juga berfungsi sebagai pengawet.
·      Gula kelapa
Sama dengan gula pasir, gula kelapa mengandung disakarida sukrosa atau sakarosa. “Dan serupa dengan gula aren, gula kelapa mempunyai kandungan kalsium, fosfor, dan zat besi yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan gula pasir.
·      Gula jagung
Gula jagung adalah gula yang diperoleh dari jagung, mempunyai kandungan monosakarida berupa glukosa. Daya kemanisannya lebih rendah dari pada gula pasir maupun gula merah

2. Pemanis buatan 
Mempunyai nilai kalori yang rendah bahkan ada yang tidak sama sekali. Digunakan untuk pemanis es  krim,permen,atau minuman ringan, juga digunakan untuk penderita obesitas dan penderita diabetes. Contoh
a.   Aspartam
Aspartam lebih manis skitar 200 kali lipat dibandingkan gula biasa. Aspartam digunakan untuk pemanis es krim, gelatin, minuman, dan permen karet. Namun ketika dimasak menggunakan suhu tinggi, aspartam akan berubah menjadi asam amino. Maka dari itu aspartam tidak digunakan untuk membuat kue.
b.   Siklamat
Siklamat merupakan zat pemanis yang tidak diizinkan digunakan pada produk makanan di Amerika. Siklamat dapat menyebabkan kanker kantung kemih.
c.   Sakarin
Tingkat kemanisan sakarin adalah sekitar 300 sampai 500 kali lipat dibandingkan dengan gula. Sakarin digunakan untuk pemanis pada produk pasta gigi, makanan dan minuman.


d.   Sukralosa
Sukralosa adalah gula pasir yang terklorinasi dan mempunyai kemanisan hingga 600 kali lipat dibandingkan dengan gula. Sukralosa merupakan pemanis tak berkalori dan dapat dihasilkan ketika tiga gugus hidroksil dari sukrosa diganti dengan klorin.
e.   Asesulfam K
Tingkat kemanisan asesulfam kaliaum adalah 200 kalilipat dibandingkan dengan gula murni.
f.   Sorbitol
Banyak ditemukan pada ganggang laut serta buah-buahan. Mempunyai sifat larut dalam air dan tidak mudah dimetabolisme oleh mikroorganisme.

3.  Pengawet
Tujuan dari pengawetan makanan adalah :
  1. Membunuh mikro organisme pembusuk.
  2. Membuat suatu kondisi sehingga mikro organisme pembusuk tidak dapat berkembang agar   daya simpan makanan dapat lebih panjang.
Cara-cara Pengawetan Makanan
a.  Pengeringan
b.  Pembekuan
c.  Pengalengan
d.  Irradiasi        
yaitu dengan cara  penyinaran dengan zat radioaktif tertentu (misalnya dengan sinar ultraviolet atau sinar gama )
e.   Penambahan  bahan pengwaet untuk mencegah/ membunuh mikro organisme.

Ada 2 jenis pengawet yaitu pengawet alami dan pengawet buatan
1.    Pengawet alami
·         Garam Dapur
Garam juga digunakan untuk mengawetkan makanan dan sebagai bumbu. Untuk mencegah penyakit gondok, garam dapur juga sering ditambahi yodium

·         Gula

Gula pasir biasanya ditambahkan ke dalam makanan dan minuman untuk memberikan rasa manis. Namun selain memberikan rasa, gula pasir juga berfungsi sebagai pengawet.
Description: Hasil gambar untuk GAMBAR GULA

Sama halnya dengan garam, sifat gula pasir adalah higroskopis atau menyerap air sehingga sel-sel bakteri akan dehidrasi dan akhirnya mati.

2. Pengawet Buatan
•  Natrium benzoat dan asam benzoat digunakan sebagai pengawet minuman ringan, kecap, margarin, saus, manisan, dan buah kalengan.
•   Natrium nitrit digunakan sebagai pengawet untuk mempertahankan warna daging dan ikan.
•   Asam propionat digunakan sebagai pengawet roti, keju, margarin, dan mentega.
•  Asam sorbat digunakan dalam bentuk garam natrium atau kalium dan digunakan untuk menghambat pertumbuhan kapang dan ragi, serta mengawetkan keju, roti, sari buah, dan acar. 
Beberapa zat pengawet yang sudah dilarang penggunaannya tetapi masih sering dipakai oleh pihak pihak tak bertanggung jawab adalah formalin (sebagai pengawet ), boraks (sebagai pengawet bakso), dan terusi (sebagai pengawet ayam potong).

 4.  Penyedap rasa  Dan Aroma
Tujuan Dari Penggunaan Penyedap dan aroma  :
a.  Meningkatkan cita rasa makanan
b.  Mengembalikan cita rasa makanan yang mungkin hilang selama pemrosesan.
 c.  Memberi cita rasa  makanan tertentu pada makanan yang tidak mempunyainya.
 d.  Memberi aroma pada makanan atau minuman



·      Penyedap
Penyedap rasa atau penegas rasa adalah zat yang dapat meningkatkan cita rasa makanan. Penyedap berfungsi menambah rasa nikmat dan menekan rasa yang tidak diinginkan darisuatu bahan makanan. Dapat alami maupun buatan
1.    Penyedap alami      
a. Bawang merupakan pemberi rasa sedap alami yang paling banyak digunakan
b. Merica memberi aroma segar dan rasa pedas yang khas.
c. Terasi merupakan zat cita rasa alami yang dihasilkan dari bubuk ikan dan udang
d. Daun salam memberi rasa sedap pada makanan.
e. Jahe memberi aroma harum dan rasa pedas khas jahe.
f. Cabai memberi rasa sedap dan pedas pada setiap masakan.
g. Daun pandan memberi rasa dan aroma sedap dan wangi pada makanan.
h. Kayu manis, selain memberi rasa manis dan mengawetkan juga memberi aroma

Description: Hasil gambar untuk bawang Description: Hasil gambar untuk BUBUK MERICADescription: Gambar terkait


Description: Hasil gambar untuk DAUN SALAM           Description: Gambar terkaitDescription: Hasil gambar untuk KAYU MANIS


2.    Penyedap Buatan    

MSG  (Monosodium Glutamate) Penyedap buatan yang paling banyak digunakan dalam makanan adalah vetsin atau monosodium glutamat (MSG) yang sering juga disebut sebagai micin. MSG tidak berbau dan rasanya merupakan campuran rasa manis dan asin yang gurih. Mengonsumsi MSG secara berlebihan akan menyebabkan timbulnya gejala-gejala yang dikenal sebagai Chinese Restaurant Syndrome. Tanda-tandanya antara lain berupa munculnya berbagai keluhan seperti pusing kepala, sesak napas, wajah berkeringat, kesemutan pada bagian leher, rahang, dan punggung.

Description: Hasil gambar untuk ajinomoto dan sasaDescription: Hasil gambar untuk sasa penyedap rasa



·      Pemberi aroma
Pemberi aroma adalah zat yang dapat memberikan aroma tertentu pada makanan atau minuman, sehingga dapat membangkitkan selera konsumen. Penambahan zat pemberi aroma menyebabkan makanan memiliki daya tarik untuk dinikmati. Contohnya minyak atsiri cengkeh, minyak atsiri jahe, minyak atsiri jeruk, dll

Description: Hasil gambar untuk minyak atsiri cengkeh
5.   Anti Oksidan
Tujuan Penggunaan Anti Oksidan  :
Mencegah ketengikan pada makanan yang mengandung lemak/minyak, karena mengalami oksidasi. Proses Oksidasi yaitu berlangsung dengan melibatkan radikal bebas, yaitu suatu sel yang reaktif. Anti oksidan bertindak menetralkan radikal bebas tersebut, dengan cara mengikat radikal bebas agar tidak kurang reaktif,sehingga proses oksidasi dapat dihambat.
Jenis Anti Oksidan
1.    Anti Oksidan alami    :   lesitin, vitamin E, vitamin C (asam askorbat)
2.    Anti Oksidan Sintetis :
  • BHA (Butylated Hidroxyanisole)
  • BHT (Butylated Hidroxytoluene)

6.    Penambah nutrisi
Tujuan Penggunaan Zat penambah Nutrisi :
Untuk mencegah terjadinya defisiensi (kekurangan) pada zat-zat tertentu. Contoh :
  • Penambahan garam Iodium pada garam dapur
  • Penambahan vitamin B1 pada beras.
  • Vitamin C pada jus buah.dan minuman ringan.
  • Vitamin D dan kalsium pada susu.

7.  Pengemulsi, pemantap dan pengental

Bahan yang dapat membantu pembentukan dan pemantapan sistim dispersi yang homogen pada makanan. Contoh :   Agar-agar, gelatin dan gom arab
Description: Gambar terkait

 8. Pemutih dan pematang tepung
     Bahan yang dapat mempercepat proses dan pemutihan  atau pematangan tepung, sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.
Contoh:  asam ascorbat, aseton peroksida, kalium bromat.
9.  Anti kempal
     Bahan yang dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk
Contoh:
  • aluminium silikat (pada susu bubuk)
  • kalsium aluminium silikat (pada garam meja)

10.  Sekuestan
       Bahan yang dapat mengikat ion logam yang ada dalam makanan.
Contoh :
  • asam fosfat (pada lemak dan minyak makan)
  • kalsium sitrat (pada es krim dan sejenisnya).

Dampak Penggunaan Zat Adiktif Pada Makanan
No
Nama zat aditif
Penyakit yang ditimbulkan
1
Formalin
Kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan, penyakit jantung dan merusak sistem saraf.
2
Boraks
Mual, muntah, diare, penyakit kulit, kerusakan ginjal, serta gangguan pada otak dan hati.
3
Natamysin
Mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan kulit.
4
Kalium Asetat
Kerusakan fungsi ginjal.
5
Nitrit dan Nitrat
Keracunan, mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, sulit bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.
6
Kalsium Benzoate
Memicu terjadinya serangan asma.
7
Sulfur Dioksida
Perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.
8
Kalsium dan Natrium propionate
Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
9
Natrium metasulfat
Alergi pada kulit
10
Tartazine
Meningkatkan kemungkinan hyperaktif pada kanak-kanak.
11
Sunset Yellow
Menyebabkan kerusakan kromosom
12
Ponceau 4R
Anemia dan kepekatan pada hemoglobin.
13
Carmoisine (merah)
Menyebabkan kanker hati dan menimbulkan alergi.
14
Quinoline Yellow
Hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid
15
Siklamat 
Kanker (Karsinogenik)
16
Aspartan 
Gangguan saraf dan tumor otak

Upaya Penanggulangan Dampak Negatif Dari Penggunaan Zat Adiktif pada makanan
Dampak negatif zat aditif terhadap kesehatan dapat secara langsung maupun tidak langsung,dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk mengurangi dan meminimalisasi dampak negatif zat aditif makanan dapat di upayakan dengan :
1. Secara Internal
Mengurangi konsumsi makanan siap saji, meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan sertamengkonsumsi vitamin. Beberapa vitamin diduga mengandung zat antikarsinogen diantaranyaadalah Vitamin A, C, E banyak terdapat dalam sayur dan buah; asam folat terdapat dalam brokoli, bayam dan asparagus: Betakaroten, Vitamin B3 (niasin), vitamin D dalam bentuk aktif (1.25-hidroksi) terdapat pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras dan ikan.Memberi pengertian pada keluarga tentang bahaya zat aditif, mengawasi, mengontrol pemberiandan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah
2. Secara Eksternal
Dari produsen diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat aditif  pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi makanantermasuk zat aditif yang ditambahkan. Dari pemerintah dapat melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang melanggar aturan yang berlaku. Meneruskan kegiatan PMT-AS (Program Makanan Tambahan-Anak Sekolah) denganmemanfaatkan sumber makanan lokal. Dari non-pemerintah (LSM); memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen, mendorong peranserta masyarakat sebagai pengawas kebijakan publik, mengantisipasi kebijakan global yang berdampak pada konsumen, melakukan pengawasan dan bertindak sebagai pembela konsumen

B. Zat Adiktif
Bahan adiktif adalah bahan yang dapat mengakibatkan penggunanya mengalami kecanduan. Bahan adiktif dibagi menjadi tiga kelompok, yakni bahan adiktif bukan narkotika dan psikotropika, bahan adiktif narkotika, dan bahan adiktif psikotropika.
1.    Bahan Adiktif Bukan Narkotika dan Psikotropika
Bahan yang termasuk bahan adiktif bukan narkotika dan psikotropika misalnya adalah theine, kafein dan nikotin. Theine ada pada produk teh, kafein pada kopi, dan nikotin ada pada rokok.

Teh
Teh mengandung teanin yang mirip dengan kafein pada kopi.  Teanin dampaknya tidak terlalu kuat pada tubuh manusia jika dibandingkan dengan kafein kopi.  Minum teh dapat membuat seseorang menjadi merasa siaga, lebih mudah konsentrasi, dan tidak mengantuk.  Teh dapat merangsang sistem saraf pusat yang terdapat di dalam tubuh kita.  Minumlah


Description: Hasil gambar untuk teh

teh sewajarnya dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari berbagai sisi negatifnya

Kafein

Meskipun bahan adiktif dalam kopi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan, tetapi kopi memiliki manfaat dalam beberapa terapi kesehatan. Kopi dapat dipakai untuk mencegah penyakit parkinson, kanker usus, kanker lambung, dan kanker paru-paru.

Description: Hasil gambar untuk KOPI



Nikotin

Nikotin ternyata dapat memberikan dampak buruk yang cukup besar. Merokok berdampak merugikan organ-organ tubuh, baik organ luar maupun dalam. Pengaruh rokok pada organ luar kita dapat berupa perubahan warna gigi dan kulit, sedangkan pengaruh pada organ dalam dapat memicu adanya kanker paru-paru.
Description: Gambar terkait


2.    Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan tertentu. Diatur dalam UU NO.35 TAHUN 2009
·      Golongan I
Narkotika golongan satu hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Heroin, Kokain, Daun Kokain, Opium, Ganja, Jicing, Katinon, MDMDA/Ecstasy

1.    Ganja

Ganja merupakan zat adiktif narkoba dari golongan kanabionoid. Ganja terbuat dari daun, bunga, biji, dan ranting muda (Cannabis sativa) yang sudah kering. Tanda-tanda penyalahgunaan ganja, Yaitu gembira dan tertawa tanpa sebab, lemah, banyak bicara sendiri, menguap atau mengantuk, tetapi susah tidur, dan mata mera, tidak tahan terhadap cahaya dan badan kurus

2.    Opium

Opium merupakan narkotika dari golongan opioida, dikenal juga dengan sebutan candu, morfin, heroin, dan putau. Opium diambil dari getah buah mentah Pavaper sommiverum.Opium digunakan untuk menghilangkan rasa sakit karena luka atau menghilangkan rasa nyeri pada penderita kanker. Namun dalam dosis berlebih dapat mengakibatkan kecanduan yang akhirnya menyebabkan kematian.


3. Kokain
Kokain termasuk ke dalam salah satu jenis dari narkotika. Kokain diperoleh dari hasil ekstraksi daun tanaman koka (Erythroxylum coca). Zat ini dapat dipakai sebagai anaestetik (pembius) dan memiliki efek merangsang jaringan otak bagian sentral. Pemakaian zat inimenjadikan pemakainya suka bicara, gembira yang meningkat menjadi gaduh dan gelisah, detak jantung bertambah.
Description: Hasil gambar untuk daun cocaDescription: Hasil gambar untuk kokain

·      Golongan II
Narkotika golongan dua, berkhasiat untuk pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Contoh: Morfin, Petidin, Fentanil, Metadon, Benzetidin, Alfametado, Fenomorfan, Fentanil, Tebaina, Tebakon, Piminodina,Piritramida, Proheptasina, Properidina, Rasemetorfan, Rasemoramida,Rasemorfan,dll
Description: Hasil gambar untuk morfinDescription: Hasil gambar untuk metadon
Description: Hasil gambar untuk petidine
·      Golongan III
Narkotika golongan tiga adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, tetapi bermanfaat dan berkhasiat untuk pengobatan dan penelitian. 
Golongan 3 narkotika ini banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Codein, Buprenorfin, Etilmorfina, , Nikokodina, Polkodina, Propiram,
Asetildihidrokodeina, Dekstropropoksifena, Nikokodina, Norkodeina dan termasuk beberapa campuran lainnya.
Description: Hasil gambar untuk petidin

c. Psikotropika
Psikotropika merupakan zat atau obat, alamiah/ sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif, berpengaruh selektif pada saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku seseorang. Zat psikotropika dapat
menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan saraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan.
Berdasarkan fungsinya Psikotropika dibedakan menjadi tiga yaitu stimulan, depresan, dan halusinogen
·   Obat stimulan adalah obat yang merangsang system saraf sehingga orang yang merasakan lebih percaya diri dan selalu waspada. Contohnya : kofein, nikotin, kokain
·   Obat depresan (obat penenang) adalah obat yang dapat menekan system saraf sehingga pemakaiannya merasa ngantuk dan tingkat kesadarannya turun. Contoh : alkohol dan barbiturat
·   Obat halusinogen adalah obat yang dapat membelokkan pikiran pemakaiannya. Contoh : LSD dan ganja

Menurut Undang-Undang No. 5 tahun 1997, narkoba jenis psikotropika dibedakan menjadi 4 golongan, yaitu:
  • Golongan I
Mempunyai potensi yang sangat kuat dalam menyebabkan ketergantungan dan dinyatakan sebagai barang terlarang. Contoh: ekstasi (MDMA = 3,4-Methylene-Dioxy Methil Amphetamine), LSD (Lysergic Acid Diethylamid), dan DOM
  • Golongan II
Mempunyai potensi yang kuat dalam menyebabkan ketergantungan. Contoh: amfetamin, metamfeamin (sabu),sekobarbital dan fenetilin.
  • Golongan III
Mempunyai potensi sedang dalam menyebabkan ketergantungan, dapat digunakan untuk pengobatan tetapi harus dengan resep dokter. Contoh: amorbarbital, Phenobarbiatal,  brupronorfina, dan mogadon (sering disalahgunakan).
    
  • Golongan IV
Mempunyai potensi ringan dalam menyebabkan ketergantungan, dapat digunakan untuk pengobatan tetapi harus dengan resep dokter. Contoh: diazepam, nitrazepam, lexotan (sering disalahgunakan), pil koplo (sering disalahgunakan), obat penenang (sedativa), dan obat tidur (hipnotika).
Description: Gambar terkaitDescription: Hasil gambar untuk diazepam  Description: Hasil gambar untuk lexotan

Penyalahagunaan narkoba memiliki dampak fisik dan psikis.
1) Dampak penyalahgunaan narkoba pada keadaan fisik
Penyalahgunaan narkoba dapat berakibat pada beberapa hal berikut.
a. Gangguan sistem saraf yang berupa kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi.
b. Gangguan jantung dan pembuluh darah berupa: infeksi otot jantung, gangguan peredaran darah.
c. Gangguan kulit berupa penanahan (abses), eksim, dan alergi.
d. Gangguan paru-paru berupa: penekanan fungsi pernapasan, kesulitan bernafas, pengerasan jaringan paru-paru.
e. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian.

2) Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap psikis
Pengguna narkoba dapat memiliki ciri psikis berupa lamban dan ceroboh dalam bekerja, sering merasa tegang dan gelisah, hilang kepercayaan diri, apatis, gemar mengkhayal, penuh curiga, agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal, sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan, cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.

3) Dampak Ekonomi
  1. Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat beracun.
  2. Masalah keuangan. Obat-obatan yang dikonsumsi biasanya mahal.Namun, bila sudah kecanduan maka pengguna akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Mereka bisa menjual barang pribadi atau mengambil milik orang lain dan keluarga.
  3. Pemakai tidak akan dapat menabung dan memenuhi kebutuhan pokoknya sebagai manusia biasa,karena pemakai akan lebih mementingkan obat itu daripada kebutuhan pokoknya.

Pemanfaatan Zat Adiktif Dalam Bidang Kesehatan
·      Kafein
Mengobati gangguan otot, mengurangi kelelahan, membantu para penderita sttroke dalam merangsang sel-sel otak agar tetap hidup.
·      Morfin
Menghilangkan rasa nyeri yang hebat yang tidak dapat di obati dengan analgetik non narkotik,mengurangi rasa tegang pada penderita yang akan di operasi.
·      Ganja
Mengurangi tekanan pada mata yang terkena penyakit glucomia, mengurangi rasa mual pada pasien kangker.
·      Amfetamin
Terapi kecanduan alkohol, terapi kegemukan, mengatasi keracunan, mengurangi depresi, menambah kewaspadaan,menghilangkan rasa kantuk dan letih, menambah rasa percaya diri dan konsentrasi.
·      Alcohol
Sebagai desinfektan, sterilisasi alat-alat kedokteran.
·      Kokain
Sebagai obat bius lokal, misal pada hidung, mata, dan tenggorokan.



Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Zat Adiktif dan Psikotropika
Kita semua harus berupaya untuk terhindar dari penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika memerlukan peran bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
a.  Peran Anggota Keluarga
Setiap anggota keluarga harus saling menjaga agar jangan sampai ada anggota keluarga yang terlibat dalam penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Kalangan remaja ternyata merupakan kelompok terbesar yang menyalahgunakan zat-zat tersebut. Oleh karena itu, setiap orang tua memiliki tanggung jawab membimbing anakanaknya agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan. Karena ketaqwaan inilah yang akan menjadi perisai ampuh untuk membentengi anak dari menyalahgunakan obat-obat terlarang dan pengaruh buruk yang mungkin datang dari lingkungan di luar rumah.
b.  Peran Anggota Masyarakat
Kita sebagai anggota masyarakat perlu mendorong peningkatan pengetahuan setiap anggota masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan obat-obat terlarang. Selain itu, kita sebagai anggota masyarakat perlu memberi informasi kepada pihak yang berwajib jika ada pemakai dan pengedar narkoba di lingkungan tempat tinggal.
c.  Peran Sekolah
Sekolah perlu memberikan wawasan yang cukup kepada para siswa tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika bagi diri pribadi, keluarga, dan orang lain. Selain itu, sekolah perlu mendorong setiap siswa untuk melaporkan pada pihak sekolah jika ada pemakai atau pengedar zat adiktif dan psikotropika di lingkungan sekolah. Sekolah perlu memberikan sanksi yang mendidik untuk setiap siswa yang terbukti menjadi pemakai atau pengedar narkoba.
d.  Peran Pemerintah
Pemerintah berperan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika dengan cara mengeluarkan aturan hukum yang jelas dan tegas. Di samping itu, setiap penyalahguna, pengedar, pemasok, pengimpor, pembuat, dan penyimpan narkoba perlu diberikan sanksi atau hukuman yang membuat efek jera bagi si pelaku dan mencegah yang lain dari kesalahan yang sama.

e.  Interaksi Dengan Orang Tua
Komunikasi dengan orangtua dapat dilakukan dengan informasi tentang narkotika dan bahayanya. Guru (bersama sekolah) meminta kerja sama orangtua untuk mengawasi putra-putrinya agar terhindar dari bahaya penggunaan zat adiktif.




























LEMBAR KERJA SISWA

Topik    : Zat Adiktif pada makanan dan zat adiktif psikotropika
Kelas    :  VII
Tujuan :  1.  Peserta didik mampu mengetahui penggunaan zat adiktif pada makanan serta dampak yang ditumbulkan dan cara mencegahnya
2. Peserta didik mampu menyebutkan bahaya dari penggunaan zat adiktif yang berlebihan pada makanan
3.  Peserta didik mampu menyebutkan pengetian zat adiktif bukan narkoba dan psikotropika
4.  Peserta didik mampu menjelaskan cara menghentikan penyalahgunaan narkoba oleh pecandu
5.  Peserta didik mampu meyebutkan  contoh dari penggunaan zat adiktif dalam bidang kesehatan
6.  Peserta didik mampu menjelaskan dampak dari penyalahgunaan zat adiktif baik secara fisik maupun psikis
7. Peserta didik mampu memiliki sikap yang tegas terhadap penggunaan zat adiktif

Teori   :
A. Zat Adiktif Makanan
Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi,
pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam
makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.
Zat aditif Berdasarkan Sumbernya
1.      Zat Adiktif alami
Zat adiktif yang diperoleh dari alam
 2.  Zat Adiktif Buatan ( sintesis )
Zat adiktif yang diperolehdari bahan kimia

Penggunaan Zat Adiktif Makanan
Jenis zat adiktif pada makanan sudah sangat beragam sesuai fungsinya , diantaranya yang paling banyak digunakan antara lain adalah :

  • Pewarna
  • Pemanis
  • Pengawet
  • Penyedap
  • Anti oksidan
  • Penambah nutrisi
  • Pengemulsi, pemantap dan pengental
  • Pemutih dan pematang tepung
  • Anti kempal
  • Sekuestan


Dampak dari penggunaan zat adiktif pada makanan dapat menyebabkan kerusakann pada tubuh kita serta menimbulkan berbagai penyakit jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Oleh karena itu beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk menggulanginya seperti banyak mengkonsumsi buaha, sayu, dan vitamin.

B. Zat Adiktif
Bahan adiktif adalah bahan yang dapat mengakibatkan penggunanya mengalami kecanduan. Bahan adiktif dibagi menjadi tiga kelompok, yakni :
·      Bahan adiktif bukan narkotika dan psikotropika
Bahan yang termasuk bahan adiktif bukan narkotika dan psikotropika misalnya adalah theine, kafein dan nikotin
·      Bahan adiktif narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam 3 golongan
·      Bahan adiktif psikotropika
Psikotropika merupakan zat atau obat, alamiah/ sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif, berpengaruh selektif pada saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku seseorang. Dibagi menjadi 4 golongan.

Penyalahgunaan zat adiktif dapat memberikan dampak negatif bagi sipengguna baik dampak secara fisik maupundampak secara psikisnya. Namun zat adiktif ini dalam jumlah tertentu dpat memberikan efek terapi/pengobatan bagi penggunanya oleh karena itu zat adiktif juga dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan.

Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Zat Adiktif dan Psikotropika
Kita semua harus berupaya untuk terhindar dari penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika memerlukan peran bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah

Apakah zat aditif dalam makanan dan minuman bermanfaat bagi kesehatan kalian?
Berbagai jajanan di sekitar kalian yang tidak menarik mungkin kandungan gizinya tinggi. Agar jajanan lebih menarik, memiliki rasa yang lebih enak, serta awet dapat ditambahkan zat aditif alami atau buatan.

Cara Kerja
1. Isilah kolom yang tersedia, dengan memberikan data/ informasi penggunaan zat aditif untuk makan dan minuman yang dijual disekitar lingkungan kalian.
2. Diskusikan bersama teman kalian untuk mengisi tabel di bawah ini:

Tabel  Kegunaan Zat Aditif Alami/ Buatan , Nama Zat Aditif dalam makanan dan
       minuman, Dampak Negatif dan Pencegahannya
No
Kegunaan Zat Adiktif
Nama Zat Adiktif
Dampak Zat Adiktif
Pencegahan
1
Penyedap



2
Pemanis



3
Pengawet



4
Pemanis



5
Pewarna



6
Pengental



7
Antioksidan



9
Anti kempal




·      Jelaskan dampak yang ditimbulkan jika kita mengkonsumsi makanan yang mengandung zat adiktif secara berlebihan !
.............................................................................................................................................................................................................................................................................
·      Jelaskan apa yang dimaksud zat adiktif bukan narkoba dan psikotropika ! Dan berikan contohnya
..........................................................................................................................................................................................................................................................................
·      Bagaimana caranya agar seseorang dapat berhenti dari menggunakan narkoba, padahal gejala kecanduan narkoba sangat menyakitkan?
..................................................................................................................................................................................................................................................................................
·      Sebutkan tiga contoh pemanfaatan zat adiktif dalam bidang kesehatan !
..................................................................................................................................................................................................................................................................................
·      Jelaskan dampak dari penyalahgunaan dari zat adiktif secara fisik dan psikis maupun ekonomi!
..................................................................................................................................................................................................................................................................................
·      Apa yang kamu lakukan jika salah satu temanmu mengajak untuk menggunakan narkotika ?

·      KESIMPULAN
......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................................................................................................................................

Postingan populer dari blog ini

PENGENDALIAN MIKROBA