MAKALAH EKOSISTEM


A.           Pengertian Ekosistem
       Istilah ekosistem pertama kali diperkenalkan oleh A.G. Tansley seorang ahli ekologi berkebangsaan Inggris. Ekosistem adalah suatu sistem yang saling terkait antara organisme hidup dan organisme tak hidup atau lingkungan fisiknya.
       Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk dari hubungan timbal balik antara tamu dengan lingkungan. Ekosistem ini bisa juga dianggap sebagai tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh, di antara seluruh elemen lingkungan yang masing-masing memiliki pengaruhnya satu sama lain.
       Ekosistem adalah penggabungan dari setiap unik di dalam biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik, antara organisme dengan lingkungan fisik sehingga aliran energi akan menuju ke struktur biotik tertentu. Selain itu ada juga siklus material yang terjadi antara organisme dan anorganisme, dan matahari sebagai sumber dari seluruh energi yang ada.
       Dengan kata lain, pengertian ekosistem adalah suatu kesatuan yang utuh dari lingkungan dan mahluk hidup yang saling mempengaruhi. Pada suatu ekosistem, setiap mahluk hidup dalam komunitas berkembang secara bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Artinya, mahluk hidup akan beradaptasi dengan lingkungannya, dan sebaliknya mahluk hidup juga akan mempengaruhi lingkungannya untuk keperluan hidup.

B.            Komponen Biotik Dan Abiotik Pada Ekosistem
Kompenen Abiotik
       Abiotik atau yang lebih dikenal sebagai komponen tak hidup adalah komponen fisik dan juga kimia, yang bersifat substrat atau kelangsungan hidup dan lingkungan di tempat untuk hidup. Sebagian besar komponen abiotik tersebut bervariasi di dalam ruang dan waktu, komponen abiotik ini dapat berupa bahan organik, senyawa organik, dan faktor lainnya.
Faktor-faktor lain tersebut akan mempengaruhi distribusi organisme, faktor tersebut diantaranya yaitu :
a)    Suhu
  Suhu adalah proses biologis yang telah dipengaruhi oleh suhu, selain itu mamalia dan burung merupakan makhluk hidup yang mengatur suhu di dalam tubuh.
b)   Air
     Ketersediaan air dapat mempengaruhi distribusi organisme, contohnya organisme di gurun akan beradaptasi dengan ketersediaan air di padang pasir.
c)    Garam
     Konsentrasi garam juga akan mempengaruhi keseimbangan air di dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial juga dapat beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam yang cukup tinggi.
d)   Sinar Matahari
     Intensitas dan kualitas cahaya akan mempengaruhi proses fotosintesis, air mampu menyerap cahaya sehingga lingkungan air dan fotosintesis terjadi di sekitar permukaan matahari yang dapat terjangkau. Di padang pasir intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan yang hidup di sana bisa depresi.
e)    Tanah dan Batu
     Ada beberapa karakteristik tanah dan batu yang meliputi struktur fisik pada tanah, pH, dan komposisi mineral yang membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada isi sumber makanan mereka di dalam tanah.
f)    Iklim
     Iklim merupakan suatu kondisi cahaya dalam waktu yang lama di suatu daerah, iklim makro meliputi iklim global, regional dan juga lokal. Iklim mikro termasuk ke dalam iklim di suatu daerah yang dihuni oleh suatu komunitas tertentu.



Komponen Biotik
       Biotik adalah suatu istilah yang biasanya digunakan untuk merujuk pada sesuatu yang hidup atau organisme. Komponen biotik merupakan komponen yang membentuk suatu ekosistem selain komponen abiotik, atau komponen yang tidak bernyawa. Berdasarkan peran serta fungsinya makhluk hidup dapat dibagi menjadi 2 macam. Diantaranya yaitu :
a)    Heterotof atau konsumen
Komponen heterotrofik terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan organik yang telah disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. Komponen heterotrofik tersebut disebut dengan komponen makro atau fagotrof, karena makanan yang dimakannya lebih kecil.
b)   Pengurai dari dekomposer
Pengurai adalah suatu organisme yang mengurai bahan organik, yang asalnya dari organisme yang sudah mati. Pengurai konsumen tersebut disebut dengan makro atau sapotrof, karena makanan tersebut dimakan dalam jumlah yang besar. Organisme penyerap akan menyerap sebagian dekomposisi dan melepaskan bahan sederhana.
    Gambar 1.  Contoh saling ketergantungan antara faktor abiotik dan biotik
      Adanya saling ketergantungan antara faktor abiotik dengan faktor biotik, dan hubungan antarkomponen di dalam faktor biotik sendiri, menunjukkan bahwa kehidupan manusia bergantung kepada kehidupan makhluk lainnya maupun kehidupan antar manusia sendiri.

C.           Pola Hubungan Dalam Ekosistem
1.        Predasi
Predasi merupakan interaksi antara pemangsa (predator) dengan mangsanya (prey). Hubungan antara pemangsa dan hewan yang dimangsanya sangatlah erat, pemangsa tidak akan dapat hidup jika tidak ada mangsa. Selain itu, pemangsa juga berperan sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh: interaksi antara kucing dengan tikus, ular dengan katak, harimau dengan kijang
2.        Netralisme
Netralisme adalah hubungan antar mahluk hidup berbeda jenis  yang tidak saling mempengaruhi, meskipun mahluk hidup tersebut berada dalam habitat yang sama. Contoh:  interaksi antara kucing dan ayam di kebun. Kucing dan ayam tidak saling mempengaruhi karena mempunyai jenis makanan yang berbeda.
3.        Simbiosis merupakan interaksi antara mahluk hidup berbeda jenis dalam satu tempat dan waktu tertentu yang hubungannya sangat erat.
Simbiosis mutualisme
               Simbiosis mutualisme merupakan hubungan antara dua jenis makhluk hidup yang saling menguntungkan. Contoh: Simbiosis antara lebah madu dengan tanaman berbunga.  Lebah madu diuntungkan karena mendapatkan makanan dari bunga, sedangkan bunga juga diuntungkan karena dibantu dalam proses penyerbukan. Contoh simbiosis mutualisme yang lain adalah simbiosis antara burung jalak dengan badak hitam, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan, flagellata dengan rayap, dan kutu buah dengan semut hitam.
Simbiosis parasitisme
Simbiosis parasitisme merupakan simbiosis yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain dirugikan. Pihak yang mendapat keuntungan disebut sebagai parasit, sedangkan pihak yang dirugikan disebut inang. Contoh :
·           Tumbuhan tali putri (Cuscuta filiformis)dengan tanaman inangnya. Tumbuhan tali putri tidak mempunyai klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis, untuk mendapatkan makanan ia menempel pada tumbuhan lain serta menyerap sari-sari makanan tumbuhan yang ditumpanginya sehingga merugikan.
·           Benalu (Loranthus sp.) dengan tanaman inang. Benalu tidak mempunyai akar yang sempurna, sehingga tidak dapat menyerap air dan unsur hara dari tanah dengan baik, sehingga dia hidup menempel pada batang tanaman inang dan akarnya masuk ke pembuluh angkut tanaman untuk menyerap air dan unsur hara dari tanaman inang tersebut sehingga merugikan.
·           Kutu yang menghisap darah manusia. Kutu merupakan ektoparasit. Kutu biasanya menempel di kulit hewan mamalia dan manusia. Makanan kutu adalah darah inang. Kutu mengambil makanan dengan cara menggigit kulit inang lalu mengisap darahnya.
Simbiosis Komensalisme
Simbiosis komensalisme merupakan simbiosis yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan. Contoh:
·        Ikan hiu dengan ikan remora. Ikan remora sebagai hewan kecil yang hidupnya sering bersamaan dengan ikan hiu . Ikan remora dapat menempel pada ikan hiu, karena memiliki alat untuk menempelkan tubuhnya pada ikan hiu . Ikan hiu sekalipun diikuti oleh remora tidak untung dan tidak dirugikan oleh ikan remora, sedangkan ikan remora mendapat keuntungan dari ikan hiu yang berupa energi untuk berpindah tempat, dan memperoleh makanan dari sisa makanan dari ikan hiu.
·         Bunga anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.  Bunga anggrek merupakan tanaman epifit, yaitu tumbuhan hijau yang tumbuh menempel pada batang tumbuhan yang tinggi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan cahaya matahari guna proses fotosintesis. Jadi, epifit tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya.
·         Ikan badut dengan anemon laut. Ikan badut hidup diantara tentakel-tentakel anemon. Anemon mengeluarkan zat racun yang dapat melukai ikan-ikan. Akan tetapi ikan badut tidak terlukai karena kulitnya mengeluarkan lendir pelindung. Ikan badut terlindung dari musuhnya karena hidup diantara tentakel-tentakel anemone, sedangkan anemon tidak diuntungkan maupun dirugikan dengan keberadaan ikan badut.
Kompetisi
Kompetisi merupakan interaksi antar mahluk hidup yang berbeda jenis untuk memperebutkan satu hal yang sama. Contoh: persaingan antara kerbau dan kambing di padang rumput yang sama.
Antisimbiosis
Antisimbiosis merupakan interaksi antar mahluk hidup dimana mahluk hidup yang satu menghambat pertumbuhan mahluk hidup yang lain. Contoh: inteaksi antara jamur Penicillium dengan jenis mikroorganisme lain, jamur Penicillium mengeluarkan antibiotik yang dapat menghambat atau mematikan mikroorganisme lain yang hidup di sekitarnya.


D. .... Aliran Energi
       Setiap makhluk hidup dalam ekosistem tidak menciptakan energi sendiri, akan tetapi mereka memperoleh energi dengan cara mengubah energi yang diambilnya dari lingkungan ekosistem. Dalam suatu ekosistem, setiap organisme saling berinteraksi dengan organisme yang lain. Salah satu interaksi tersebut adalah memangsa dan dimangsa. Pada saat individu makhluk hidup dimakan oleh individu yang lain, maka akan terjadi perpindahan energi dari individu tersebut ke  individu pemangsa. Proses perpindahan energi itulah yang disebut dengan aliran energi dalam ekosistem.
Proses Aliran Energi
Tahapan proses aliran energi dalam suatu ekosistem meliputi :
·         Energi cahaya matahari masuk ke dalam lingkungan ekosistem.
·         Selanjutnya, hanya setengah dari rata- rata energi cahaya yang digunakan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Setelah fotosintesis maka akan dihasilkan energi kimia yang diperoleh dari energi cahaya. Energi tersebut kemudian tersimpan di dalam tumbuhan sebagai produsen.
·         Berikutnya, tumbuhan dimakan oleh organisme herbivora sehingga energi berpindah dari produsen ke konsumen primer. Energi yang disimpan konsumen primer hanya berkisar 10 persen dari energi produsen.
·         Organisme herbivora kemudian dimangsa oleh organisme karnivora sehingga energi berpindah dari konsumen primer ke tubuh konsumen sekunder. Energi yang disimpan juga hanya 10 persen dari energi konsumen primer.
·         Jika produsen tidak dimakan oleh konsumen primer, maka energi akan diteruskan ke dekomposer atau dikeluarkan dari ekosistem sebagai materi organik.

1.      Tingkat Trofik
Tingkat trofik adalah tingkatan dari sekelompok organisme yang mempunyai sumber makanan tertentu. Ada beberapa tingkat trofik dalam sebuah ekosistem. Hal tersebut tergantung beberapa faktor, salah satu diantaranya adalah jumlah energi yang masuk ke dalam ekosistem. Meski demikian, tingkat trofik dapat dikelompokkan menjadi 3 yakni produsen, konsumen dan dekomposer.
·      Produsen,
merupakan semua organisme yang mempunyai klorofil dan dapat berfotosintesis sehingga dapat membuat makanannya sendiri. Produsen dalam ekosistem disebut juga organisme autotrof. Contoh produsen dalam ekosistem hutan mangrove adalah pohon bakau.
·      Konsumen, yaitu organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Dalam sebuah ekosistem, konsumen dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tingkat, yakni konsumen primer, konsumen sekunder dan konsumen tersier. Konsumen primer merupakan semua organisme pemakan tumbuhan (herbivora), sedangkan konsumen sekunder dan tersier adalah organisme pemakan daging (omnivora). Ada banyak contoh dari organisme konsumen. Misalnya dalam ekosistem hutan  terdapat gajah, burung, ular dan harimau.
·      Dekomposer, adalah organime pengurai atau disebut juga detritivor. Organisme tersebut memperoleh energi dengan cara memakan detritus atau materi organik dari organisme lain yang telah mati. Contoh dekomposer dalam ekosistem darat maupun ekosistem air adalah cacing tanah, siput dan kepiting.

E. .... Rantai Makanan
       Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antara makhluk hidup dengan urutan tertentu. Dalam rantai makanan ada makhluk hidup yang berperan sebagai produsen, konsumen, dan dekomposer. Berikut adalah contoh sebuah rantai makanan.

       Pada rantai makanan tersebut terjadi proses makan dan dimakan dalam urutan tertentu yaitu rumput dimakan belalang, belalang dimakan katak, katak dimakan ular dan jika ular mati akan diuraikan oleh jamur yang berperan sebagai dekomposer menjadi zat hara yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
       Tiap tingkat dari rantai makanan dalam suatu ekosistem disebut tingkat trofik. Pada tingkat trofik pertama adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof dengan kata lain sering disebut produsen. Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen  primer (konsumen I). Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan herbivora. Organisme yang menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder (Konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan daging (carnivora) dan seterusnya. Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen puncak.
Dengan demikian, pada rantai makanan tersebut dapat dijelaskan bahwa :
1. Rumput bertindak sebagai produsen.
2. Belalang sebagai konsumen I (Herbivora)
3. Katak sebagai konsumen II (Carnivora)
4. Ular sebagai konsumen III/konsumen puncak (Carnivora)
5. Jamur sebagai dekomposer.

E.        Jenis-Jenis Ekosistem
       Berdasarkan jenisnya ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem darat dapat dibedakan menjadi sejumlah bioma, sedangkan ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.
1.    Ekosistem Darat
       Ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan disebut ekosistem darat. Dalam ekosistem darat terdapat sejumlah bioma, yaitu:
A.    Bioma Gurun
Bioma gurun terdapat di daerah dengan curah hujan kurang dari 25 cm/tahun. Daerah tersebut terdapat di sepanjang garis balik utara maupun selatan yang udaranya mengalami subsidensi atau turun, sehingga terjadi pemampatan udara. Selain itu, bioma gurun juga dapat ditemukan di daerah dekat arus laut dingin dan daerah bayangan hujan. Selain ciri hujannya yang rendah, daerah gurun juga memiliki suhu yang tinggi pada siang hari (bisa mencapai 450 C) dan suhu yang rendah pada malam hari (bisa mencapai 00C). Kondisi ini hanya mampu diadaptasi oleh tumbuhan tertentu saja seperti kaktus. Hewan yang hidup di gurun juga sangat terbatas seperti ular, kadal, katak, dan kalajengking.

B.     Bioma Padang Rumput
       Bioma padang rumput terbentuk di daerah dengan curah hujan yang terbatas (25-30 cm/tahun), sehingga tidak mampu mendukung terbentuknya hutan. Bioma ini dapat dijumpai di wilayah tropis maupun sub tropis. Tumbuhan utama adalah terna (herbs) dan rumput, karena itu di wilayah ini banyak hidup hewan pemakan rumput seperti zebra, bison, jerapah dan lain-lain. Disamping itu, banyak pula ditemukan hewan pemangsa seperti singa, anjing liar, srigala, ular dan lain-lain

C.    Bioma Hutan Basah
       Bioma ini terbentuk di wilayah dengan curah hujan yang cukup tinggi (200-225 cm/tahun) dan dapat dijumpai di daerah tropika dan subtropika.Curah hujan yang tinggi sangat mendukung tumbuhnya berbagai jenis tumbuhan dengan keragaman yang tinggi. Ketinggian pohon dapat mencapai 20-40 m dan berdaun lebat hingga membentuk kanopi. Suhu sepanjang hari sekitar 250C dengan variasi yang cukup besar. Tumbuhan khasyang tumbuh di wilayah ini diantaranyaanggrek sebagai epifit dan liana (rotan). Selain tumbuhannya yang beragam jenisnya, hewan yang hidup di bioma ini juga sangat beragam seperti burung, kera, harimau, badak, babi hutan, dan lain-lain.

D.    Bioma Hutan Gugur
             Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang atau di daerah dengan empat musim. Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Jenis pohon yang dapat dijumpai di bioma ini tidak serapat dan seberagam seperti di bioma hutan basah. Hewannya dapat dijumpai diantaranya burung pelatuk, beruang, rubah, bajing, dan rakoon.

E.     Bioma Taiga
       Taiga merupakan hutan yang hijau sepanjang tahun (evergreen), walaupun suhu pada musim dingin dapat mencapat puluhan derajat di bawah nol. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya.

f.  . Bioma Tundra
.....        Tundra berarti daratan tanpa pohon. Wilayah ini terletak di sekitar kutub utara dengan suhu yang sangat dingin. Tumbuhan yang mampu hidup di daerah ini hanya terdiri dari tumbuhan gulma terutama berbagai tumbuhan sejenis rumput dan lumut kerak. Tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput.


2.    Ekosistem Perairan
     Ekosistem Air Tawar
A.      Danau
       Danau merupakan suatu badan air yang menggenang pada wilayah depresi atau cekungan dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi. Kondisi danau berbeda dilihat dari kedalamannya.

B.       Sungai
       Ekosistem sungai dapat merupakan sebuah bioma dari sebuah ekosistem daratan yang besar. Tidak seperti danau yang relatif diam, air sungai mengalir, sehingga tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam diri.


Ekosistem air laut
A.     Laut
       Sebagian besar permukaan bumi merupakan lautan. Air laut memiliki kadar garam yang tinggidengan suhu air laut bervariasi. Di daerah tropik, suhu air laut dapat mencapai 250C dan antara suhu bagian permukaan dengan bagian bawah laut berbeda cukup besar. Batas antara lapisan air yang hangat di bagian atas dan yang dingin di bagian bawah dinamakan termoklin.


B.     Pantai
       Ekosistem pantai merupakan ekosistem yang letaknya berada diantara ekosistem darat dan laut. Karena letaknya tersebut, ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut. Karena letaknya pula ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut.


C.    Estuari
       Estuari atau lebih dikenal dengan istilah muara merupakan tempat pertemuan antara sungai dengan laut. Karena itu, nutrien sungai yang dibawa melalui proses erosi oleh sungai dari daratan dapat memperkaya estuari.


D.    Terumbu karang
      Terumbu karang adalah sebuah tipe ekosistem yang khas tropis. Ekosistem ini dapat dijumpai pada laut di daerah tropis yang airnya jernih, sehingga cahaya matahari dapat menembus air dan memungkinkan terjadinya fotosintesis. Komunitas ini didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria. Terumbu karang juga sangat dikenal akan keragaman jenisnya, termasuk ikan hias yang bernilai ekonomi tinggi. Karena itulah, terumbu karang sangat rawan akan kerusakan.


E.     Terumbu karang
      Terumbu karang adalah sebuah tipe ekosistem yang khas tropis. Ekosistem ini dapat dijumpai pada laut di daerah tropis yang airnya jernih, sehingga cahaya matahari dapat menembus air dan memungkinkan terjadinya fotosintesis. Komunitas ini didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria. Terumbu karang juga sangat dikenal akan keragaman jenisnya, termasuk ikan hias yang bernilai ekonomi tinggi. Karena itulah, terumbu karang sangat rawan akan kerusakan



2.7     Daur Biogeokimia
Siklus biogeokimia atau yang biasa disebut dengan siklus organik-anorganik adalah siklus unsur-unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke komponen biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur- unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksireaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut sebagai siklus biogeokimia.
1.    Daur Nitrogen
Nitrogen merupakan alah satu unsur pembentuk asam amino yang diperlukan oleh setiap organisme. Asam amino merupakan persenyawaan pembentuk molekul protein. Protein merupakan senyawa yang berguna sebagai penusun tubuh dan sebagai penggiat reaksi-reaksi metabolism tubuh.


2.    Daur Karbon dan Oksigen
Unsur karbon diserap tumbuhan dalam bentuk karbon CO2 tumbuhan tidak dapat menyerap C dalam bentuk gula atau zat tepung. Sebaliknya hewan hanya dapat memanfaatkan karbon dalam bentuk persenyawaan organik. Unsur C dan O selalu terlibat dalam proses respirasi dan fotosintesis, yaitu dalam bentuk CO2 dan O2 oleh karena itu, memnahas daur karbon pada dasarnya juga membahas daur oksigen.Dalam ekosistem normal, terjadi keseimbangan anatara daur karbon dan oksigen. Oksigen diserap hewan dan tumbuhan untuk oksidasi dan hasilnya yaitu karbon dioksida, dilepaskan keudara. Korbon dioksida digunakan tumbuhan untuk fotosintesis.

3.    Daur Air
Perpindahan air dari darat, laut, sungai, rawa, atmosfer, dan antara organisme dengan lingkungan

Tahapan:
a.   Air dari permukaan bumi akan menguap (evaporasi)
b.   Di udara, air tersebut akan menjadi awan dan mengalami kondensasi
c.   Terjadi hujan, air turun kembali ke permukaan bumi
Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air. Uap air berasal dari air di daratan dan laut yang menguap karena panas cahaya matahari. Sebagian besar uap air di atmosfer berasal dari laut karena laut mencapai tigaperempat luas permukaan bumi. Uap air di atmosfer terkondensasi menjadi awan yang turun ke daratan dan laut dalam bentuk hujan. Air hujan di daratan masuk ke dalam tanah membentuk air permukaan tanah dan air tanah.
Tumbuhan darat menyerap air yang ada di dalam tanah. Dalam tubuh tumbuhan air mengalir melalui suatu pembuluh. Kemudian melalui tranpirasi uap air dilepaskan oleh tumbuhan ke atmosfer. Tranpirasi oleh tumbuhan mencakup 90% penguapan pada ekosistem darat.
Hewan memperoleh air langsung dari air permukaan serta dari tumbuhan dan hewan yang dimakan, sedangkan manusia menggunakan sekitar seperempat air tanah. Sebagian air keluar dari tubuh hewan dan manusia sebagai urin dan keringat.
Air tanah dan air permukaan sebagian mengalir ke sungai, kemudian ke danau dan ke laut. Siklus ini di sebut Siklus Panjang. Sedangkan siklus yang dimulai dengan proses Transpirasi dan Evapotranspirasi dari air yang terdapat di permukaan bumi, lalu diikuti oleh Presipitasi atau turunnya air ke permukaan bumi disebut Siklus Pendek.

4.    Daur Fosforus
Fosforus (P) merupakan bahan pembentuk tulang pada hewan. Semua mahkluk hidup memerlukan fosforus untuk digunakan sebagai pembentuk DNA, RNA, protein, energi (ATP), dan senyawa organik lainnya. Daur fosfor terjadi melalui prose berikut


5.    Daur Belerang
Belerang dalam tubuh organisme merupakan unsur penyusun protein. Tumbuhan mendapatkan belerang dafi dalam tanah dalam bentuk sulfat (SO4). Di dalam tubh tumbuhan, belarang dignakan sebagai bahan penyusun protein. Hewan dan manusia mendapatkan belerang dengan jalan memakan tumbuhan. Jika tumbuhan dan hewan mati, jasad renik akan menguraikannya menjadi gas H2S, atau menjadi SO2 dan SO4.










DAFTAR PUSTAKA
Istamar Syamsyuri. 2017. ESPS : Biologi Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Erlangga

Anonim. Pengertian Ekosistem: Komponen, Macam-Macam, dan Contoh Ekosistem. https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-ekosistem.html

Suyud Warno Utomo, Sutriyono, dan Reda Rizal. Modul 1: Pengertian, Ruang Lingkup Ekologi dan Ekosistem. http://repository.ut.ac.id/4305/1/BIOL4215-M1.pdf


Citra. 2019. Energi Dalam Ekosistem – Proses dan Jenisnya. Online : https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/energi-dalam-ekosistem

Postingan populer dari blog ini

PENGENDALIAN MIKROBA

ZAT ADIKTIF MAKANAN