MAKALAH EKOSISTEM
A.
Pengertian Ekosistem
Istilah ekosistem pertama kali diperkenalkan oleh
A.G. Tansley seorang ahli ekologi berkebangsaan Inggris. Ekosistem adalah suatu
sistem yang saling terkait antara organisme hidup dan organisme tak hidup atau
lingkungan fisiknya.
Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk
dari hubungan timbal balik antara tamu dengan lingkungan. Ekosistem ini bisa
juga dianggap sebagai tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh, di antara
seluruh elemen lingkungan yang masing-masing memiliki pengaruhnya satu sama
lain.
Ekosistem adalah penggabungan dari setiap unik di
dalam biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik, antara organisme dengan
lingkungan fisik sehingga aliran energi akan menuju ke struktur biotik
tertentu. Selain itu ada juga siklus material yang terjadi antara organisme dan
anorganisme, dan matahari sebagai sumber dari seluruh energi yang ada.
Dengan kata lain, pengertian ekosistem adalah suatu
kesatuan yang utuh dari lingkungan dan mahluk hidup yang saling mempengaruhi.
Pada suatu ekosistem, setiap mahluk hidup dalam komunitas berkembang secara
bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Artinya, mahluk
hidup akan beradaptasi dengan lingkungannya, dan sebaliknya mahluk hidup juga
akan mempengaruhi lingkungannya untuk keperluan hidup.
B.
Komponen Biotik Dan Abiotik Pada Ekosistem
Kompenen Abiotik
Abiotik atau yang lebih dikenal sebagai komponen tak
hidup adalah komponen fisik dan juga kimia, yang bersifat substrat atau
kelangsungan hidup dan lingkungan di tempat untuk hidup. Sebagian besar
komponen abiotik tersebut bervariasi di dalam ruang dan waktu, komponen abiotik
ini dapat berupa bahan organik, senyawa organik, dan faktor lainnya.
Faktor-faktor
lain tersebut akan mempengaruhi distribusi organisme, faktor tersebut
diantaranya yaitu :
a)
Suhu
Suhu
adalah proses biologis yang telah dipengaruhi oleh suhu, selain itu mamalia dan
burung merupakan makhluk hidup yang mengatur suhu di dalam tubuh.
b)
Air
Ketersediaan
air dapat mempengaruhi distribusi organisme, contohnya organisme di gurun akan
beradaptasi dengan ketersediaan air di padang pasir.
c)
Garam
Konsentrasi
garam juga akan mempengaruhi keseimbangan air di dalam organisme melalui
osmosis. Beberapa organisme terestrial juga dapat beradaptasi dengan lingkungan
dengan kandungan garam yang cukup tinggi.
d)
Sinar Matahari
Intensitas
dan kualitas cahaya akan mempengaruhi proses fotosintesis, air mampu menyerap
cahaya sehingga lingkungan air dan fotosintesis terjadi di sekitar permukaan
matahari yang dapat terjangkau. Di padang pasir intensitas cahaya yang besar
membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan yang hidup di sana bisa
depresi.
e)
Tanah dan Batu
Ada
beberapa karakteristik tanah dan batu yang meliputi struktur fisik pada tanah,
pH, dan komposisi mineral yang membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada
isi sumber makanan mereka di dalam tanah.
f)
Iklim
Iklim
merupakan suatu kondisi cahaya dalam waktu yang lama di suatu daerah, iklim
makro meliputi iklim global, regional dan juga lokal. Iklim mikro termasuk ke
dalam iklim di suatu daerah yang dihuni oleh suatu komunitas tertentu.
Komponen Biotik
Biotik adalah suatu istilah yang biasanya digunakan
untuk merujuk pada sesuatu yang hidup atau organisme. Komponen biotik merupakan
komponen yang membentuk suatu ekosistem selain komponen abiotik, atau komponen
yang tidak bernyawa. Berdasarkan peran serta fungsinya makhluk hidup dapat
dibagi menjadi 2 macam. Diantaranya yaitu :
a)
Heterotof atau
konsumen
Komponen
heterotrofik terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan organik yang telah
disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. Komponen heterotrofik
tersebut disebut dengan komponen makro atau fagotrof, karena makanan yang
dimakannya lebih kecil.
b)
Pengurai dari
dekomposer
Pengurai adalah
suatu organisme yang mengurai bahan organik, yang asalnya dari organisme yang
sudah mati. Pengurai konsumen tersebut disebut dengan makro atau sapotrof,
karena makanan tersebut dimakan dalam jumlah yang besar. Organisme penyerap
akan menyerap sebagian dekomposisi dan melepaskan bahan sederhana.
Gambar
1. Contoh saling
ketergantungan antara faktor abiotik dan biotik
Adanya saling ketergantungan antara faktor abiotik
dengan faktor biotik, dan hubungan antarkomponen di dalam faktor biotik sendiri,
menunjukkan bahwa kehidupan manusia bergantung kepada kehidupan makhluk lainnya
maupun kehidupan antar manusia sendiri.
C.
Pola Hubungan Dalam Ekosistem
1.
Predasi
Predasi
merupakan interaksi antara pemangsa (predator) dengan mangsanya (prey).
Hubungan antara pemangsa dan hewan yang dimangsanya sangatlah erat, pemangsa
tidak akan dapat hidup jika tidak ada mangsa. Selain itu, pemangsa juga
berperan sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh: interaksi antara kucing
dengan tikus, ular dengan katak, harimau dengan kijang
2.
Netralisme
Netralisme adalah hubungan antar mahluk hidup berbeda jenis yang tidak saling
mempengaruhi, meskipun mahluk hidup tersebut berada dalam habitat yang sama.
Contoh: interaksi antara kucing dan ayam di kebun. Kucing dan ayam tidak
saling mempengaruhi karena mempunyai jenis makanan yang berbeda.
3.
Simbiosis merupakan interaksi antara mahluk
hidup berbeda jenis dalam satu tempat dan waktu tertentu yang hubungannya
sangat erat.
Simbiosis mutualisme
Simbiosis mutualisme
merupakan hubungan antara dua jenis makhluk hidup yang saling menguntungkan.
Contoh: Simbiosis antara lebah madu dengan tanaman berbunga. Lebah madu
diuntungkan karena mendapatkan makanan dari bunga, sedangkan bunga juga
diuntungkan karena dibantu dalam proses penyerbukan. Contoh simbiosis
mutualisme yang lain adalah simbiosis antara burung jalak dengan badak hitam,
bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan,
flagellata dengan rayap, dan kutu buah dengan semut hitam.
Simbiosis parasitisme
Simbiosis
parasitisme merupakan simbiosis yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak
lain dirugikan. Pihak yang mendapat keuntungan disebut sebagai parasit,
sedangkan pihak yang dirugikan disebut inang. Contoh :
·
Tumbuhan tali putri (Cuscuta filiformis)dengan
tanaman inangnya. Tumbuhan tali putri tidak mempunyai klorofil sehingga tidak
dapat melakukan fotosintesis, untuk mendapatkan makanan ia menempel pada
tumbuhan lain serta menyerap sari-sari makanan tumbuhan yang ditumpanginya
sehingga merugikan.
·
Benalu (Loranthus sp.) dengan tanaman
inang. Benalu tidak mempunyai akar yang sempurna, sehingga tidak dapat menyerap
air dan unsur hara dari tanah dengan baik, sehingga dia hidup menempel pada
batang tanaman inang dan akarnya masuk ke pembuluh angkut tanaman untuk
menyerap air dan unsur hara dari tanaman inang tersebut sehingga merugikan.
·
Kutu yang menghisap darah manusia. Kutu
merupakan ektoparasit. Kutu biasanya menempel di kulit hewan mamalia dan
manusia. Makanan kutu adalah darah inang. Kutu mengambil makanan dengan cara
menggigit kulit inang lalu mengisap darahnya.
Simbiosis Komensalisme
Simbiosis
komensalisme merupakan simbiosis yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak
lain tidak diuntungkan maupun dirugikan. Contoh:
·
Ikan hiu dengan ikan remora. Ikan remora
sebagai hewan kecil yang hidupnya sering bersamaan dengan ikan hiu . Ikan
remora dapat menempel pada ikan hiu, karena memiliki alat untuk menempelkan
tubuhnya pada ikan hiu . Ikan hiu sekalipun diikuti oleh remora tidak untung
dan tidak dirugikan oleh ikan remora, sedangkan ikan remora mendapat keuntungan
dari ikan hiu yang berupa energi untuk berpindah tempat, dan memperoleh makanan
dari sisa makanan dari ikan hiu.
·
Bunga anggrek dengan pohon
yang ditumpanginya. Bunga anggrek merupakan tanaman epifit, yaitu
tumbuhan hijau yang tumbuh menempel pada batang tumbuhan yang tinggi. Tujuannya
adalah untuk mendapatkan cahaya matahari guna proses fotosintesis. Jadi, epifit
tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya.
·
Ikan badut dengan anemon
laut. Ikan badut hidup diantara tentakel-tentakel anemon. Anemon mengeluarkan
zat racun yang dapat melukai ikan-ikan. Akan tetapi ikan badut tidak terlukai
karena kulitnya mengeluarkan lendir pelindung. Ikan badut terlindung dari
musuhnya karena hidup diantara tentakel-tentakel anemone, sedangkan anemon
tidak diuntungkan maupun dirugikan dengan keberadaan ikan badut.
Kompetisi
Kompetisi
merupakan interaksi antar mahluk hidup yang berbeda jenis untuk memperebutkan
satu hal yang sama. Contoh: persaingan antara kerbau dan kambing di padang
rumput yang sama.
Antisimbiosis
Antisimbiosis
merupakan interaksi antar mahluk hidup dimana mahluk hidup yang satu menghambat
pertumbuhan mahluk hidup yang lain. Contoh: inteaksi antara jamur Penicillium dengan
jenis mikroorganisme lain, jamur Penicillium mengeluarkan
antibiotik yang dapat menghambat atau mematikan mikroorganisme lain yang hidup
di sekitarnya.
D. .... Aliran
Energi
Setiap makhluk hidup dalam
ekosistem tidak menciptakan energi sendiri, akan tetapi mereka memperoleh
energi dengan cara mengubah energi yang diambilnya dari lingkungan ekosistem.
Dalam suatu ekosistem, setiap organisme saling berinteraksi dengan organisme
yang lain. Salah satu interaksi tersebut adalah memangsa dan dimangsa. Pada
saat individu makhluk hidup dimakan oleh individu yang lain, maka akan terjadi
perpindahan energi dari individu tersebut ke individu pemangsa. Proses
perpindahan energi itulah yang disebut dengan aliran energi dalam ekosistem.
Proses Aliran Energi
Tahapan
proses aliran energi dalam suatu ekosistem meliputi :
·
Energi cahaya matahari masuk ke dalam
lingkungan ekosistem.
·
Selanjutnya, hanya setengah dari rata- rata
energi cahaya yang digunakan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Setelah
fotosintesis maka akan dihasilkan energi kimia yang diperoleh dari energi
cahaya. Energi tersebut kemudian tersimpan di dalam tumbuhan sebagai produsen.
·
Berikutnya, tumbuhan dimakan oleh organisme
herbivora sehingga energi berpindah dari produsen ke konsumen primer. Energi
yang disimpan konsumen primer hanya berkisar 10 persen dari energi produsen.
·
Organisme herbivora kemudian dimangsa oleh
organisme karnivora sehingga energi berpindah dari konsumen primer ke tubuh
konsumen sekunder. Energi yang disimpan juga hanya 10 persen dari energi
konsumen primer.
·
Jika produsen tidak dimakan oleh konsumen
primer, maka energi akan diteruskan ke dekomposer atau dikeluarkan dari
ekosistem sebagai materi organik.
1. Tingkat
Trofik
Tingkat
trofik adalah tingkatan dari sekelompok organisme yang mempunyai sumber makanan
tertentu. Ada beberapa tingkat trofik dalam sebuah ekosistem. Hal tersebut
tergantung beberapa faktor, salah satu diantaranya adalah jumlah energi yang
masuk ke dalam ekosistem. Meski demikian, tingkat trofik dapat dikelompokkan
menjadi 3 yakni produsen, konsumen dan dekomposer.
· Produsen,
merupakan semua organisme
yang mempunyai klorofil dan dapat berfotosintesis sehingga dapat membuat
makanannya sendiri. Produsen dalam ekosistem disebut juga organisme autotrof.
Contoh produsen dalam ekosistem hutan mangrove
adalah pohon bakau.
· Konsumen,
yaitu organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Dalam sebuah
ekosistem, konsumen dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tingkat, yakni
konsumen primer, konsumen sekunder dan konsumen tersier. Konsumen primer merupakan
semua organisme pemakan tumbuhan (herbivora), sedangkan konsumen sekunder dan
tersier adalah organisme pemakan daging (omnivora). Ada banyak contoh dari
organisme konsumen. Misalnya dalam ekosistem hutan
terdapat gajah, burung, ular dan harimau.
· Dekomposer,
adalah organime pengurai atau disebut juga detritivor. Organisme tersebut
memperoleh energi dengan cara memakan detritus atau materi organik dari
organisme lain yang telah mati. Contoh dekomposer dalam ekosistem darat
maupun ekosistem air
adalah cacing tanah, siput dan kepiting.
E. .... Rantai
Makanan
Rantai makanan adalah
peristiwa makan dan dimakan antara makhluk hidup dengan urutan tertentu. Dalam
rantai makanan ada makhluk hidup yang berperan sebagai produsen, konsumen, dan
dekomposer. Berikut adalah contoh sebuah rantai makanan.
Pada
rantai makanan tersebut terjadi proses makan dan dimakan dalam urutan tertentu
yaitu rumput dimakan belalang, belalang dimakan katak, katak dimakan ular dan
jika ular mati akan diuraikan oleh jamur yang berperan sebagai dekomposer
menjadi zat hara yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan
berkembang.
Tiap
tingkat dari rantai makanan dalam suatu ekosistem disebut tingkat trofik. Pada
tingkat trofik pertama adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan
sendiri yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof dengan kata lain sering
disebut produsen. Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut
konsumen primer (konsumen I). Konsumen I
biasanya diduduki oleh hewan herbivora. Organisme yang menduduki tingkat tropik
ketiga disebut konsumen sekunder (Konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan
daging (carnivora) dan seterusnya. Organisme yang menduduki tingkat tropik
tertinggi disebut konsumen puncak.
Dengan demikian, pada rantai makanan tersebut dapat
dijelaskan bahwa :
1. Rumput bertindak sebagai produsen.
2. Belalang sebagai konsumen I (Herbivora)
3. Katak sebagai konsumen II (Carnivora)
4. Ular sebagai konsumen III/konsumen puncak
(Carnivora)
5. Jamur sebagai dekomposer.
E. Jenis-Jenis Ekosistem
Berdasarkan jenisnya ekosistem
dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem darat dapat
dibedakan menjadi sejumlah bioma, sedangkan ekosistem perairan dibedakan atas
ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.
1.
Ekosistem
Darat
Ekosistem yang lingkungan
fisiknya berupa daratan disebut
ekosistem darat. Dalam ekosistem darat terdapat sejumlah bioma, yaitu:
A.
Bioma
Gurun
Bioma gurun
terdapat di daerah dengan curah hujan kurang dari 25 cm/tahun. Daerah tersebut
terdapat di sepanjang garis balik utara maupun selatan yang udaranya mengalami
subsidensi atau turun, sehingga terjadi pemampatan udara. Selain itu, bioma
gurun juga dapat ditemukan di daerah dekat arus laut dingin dan daerah bayangan
hujan. Selain ciri hujannya yang rendah, daerah gurun juga memiliki suhu yang
tinggi pada siang hari (bisa mencapai 450 C) dan suhu yang rendah
pada malam hari (bisa mencapai 00C). Kondisi ini hanya mampu
diadaptasi oleh tumbuhan tertentu saja seperti kaktus. Hewan yang hidup di
gurun juga sangat terbatas seperti ular, kadal, katak, dan kalajengking.
B.
Bioma
Padang Rumput
Bioma padang rumput terbentuk di
daerah dengan curah hujan yang terbatas (25-30 cm/tahun), sehingga tidak mampu
mendukung terbentuknya hutan. Bioma ini dapat dijumpai di wilayah tropis maupun
sub tropis. Tumbuhan utama adalah terna (herbs) dan rumput, karena itu di
wilayah ini banyak hidup hewan pemakan rumput seperti zebra, bison, jerapah dan
lain-lain. Disamping itu, banyak pula ditemukan hewan pemangsa seperti singa,
anjing liar, srigala, ular dan lain-lain
C. Bioma Hutan Basah
Bioma ini terbentuk di wilayah
dengan curah hujan yang cukup tinggi (200-225 cm/tahun) dan dapat dijumpai di
daerah tropika dan subtropika.Curah hujan yang tinggi sangat mendukung
tumbuhnya berbagai jenis tumbuhan dengan keragaman yang tinggi. Ketinggian
pohon dapat mencapai 20-40 m dan
berdaun lebat hingga membentuk kanopi. Suhu sepanjang hari sekitar 250C dengan
variasi yang cukup besar. Tumbuhan khasyang tumbuh di wilayah ini
diantaranyaanggrek sebagai epifit dan liana (rotan). Selain tumbuhannya yang
beragam jenisnya, hewan yang hidup di bioma ini juga sangat beragam seperti
burung, kera, harimau, badak, babi hutan, dan lain-lain.
D.
Bioma
Hutan Gugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang atau di daerah dengan empat musim.
Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Jenis pohon yang dapat
dijumpai di bioma ini tidak serapat dan seberagam seperti di bioma hutan basah.
Hewannya dapat dijumpai diantaranya burung pelatuk, beruang, rubah, bajing, dan
rakoon.
E.
Bioma
Taiga
Taiga merupakan hutan yang hijau
sepanjang tahun (evergreen), walaupun suhu pada musim dingin dapat mencapat
puluhan derajat di bawah nol. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas
satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya.
f. . Bioma Tundra
..... Tundra berarti daratan tanpa
pohon. Wilayah ini terletak di sekitar kutub utara dengan suhu yang sangat
dingin. Tumbuhan yang mampu hidup di daerah ini hanya terdiri dari tumbuhan
gulma terutama berbagai tumbuhan sejenis rumput dan lumut kerak. Tumbuhan yang
dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang
pendek, dan rumput.
2. Ekosistem Perairan
Ekosistem Air Tawar
A.
Danau
Danau merupakan suatu badan air
yang menggenang pada wilayah depresi atau cekungan dan luasnya mulai dari
beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi. Kondisi danau berbeda
dilihat dari kedalamannya.
B.
Sungai
Ekosistem sungai dapat merupakan sebuah bioma dari sebuah
ekosistem daratan yang besar. Tidak seperti danau yang relatif diam, air sungai
mengalir, sehingga tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam
diri.
Ekosistem air laut
A.
Laut
Sebagian
besar permukaan bumi merupakan lautan. Air laut memiliki kadar garam yang
tinggidengan suhu air laut bervariasi. Di daerah tropik, suhu air laut dapat
mencapai 250C dan antara suhu bagian permukaan dengan bagian bawah
laut berbeda cukup besar. Batas antara lapisan air yang hangat di bagian atas
dan yang dingin di bagian bawah dinamakan termoklin.
B.
Pantai
Ekosistem pantai merupakan ekosistem yang letaknya berada diantara
ekosistem darat dan laut. Karena letaknya tersebut, ekosistem pantai letaknya
berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut. Karena
letaknya pula ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut
laut.
C.
Estuari
Estuari atau lebih
dikenal dengan istilah muara merupakan tempat pertemuan antara sungai dengan
laut. Karena itu, nutrien sungai yang dibawa melalui proses erosi oleh sungai
dari daratan dapat memperkaya estuari.
D.
Terumbu
karang
Terumbu karang adalah
sebuah tipe ekosistem yang khas tropis. Ekosistem ini dapat dijumpai pada laut
di daerah tropis yang airnya jernih, sehingga cahaya matahari dapat menembus
air dan memungkinkan terjadinya fotosintesis. Komunitas ini didominasi oleh karang
(koral) yang merupakan kelompok Cnidaria. Terumbu karang juga sangat dikenal
akan keragaman jenisnya, termasuk ikan hias yang bernilai ekonomi tinggi.
Karena itulah, terumbu karang sangat rawan akan kerusakan.
E.
Terumbu
karang
Terumbu karang adalah
sebuah tipe ekosistem yang khas tropis. Ekosistem ini dapat dijumpai pada laut
di daerah tropis yang airnya jernih, sehingga cahaya matahari dapat menembus
air dan memungkinkan terjadinya fotosintesis. Komunitas ini didominasi oleh
karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria. Terumbu karang juga sangat
dikenal akan keragaman jenisnya, termasuk ikan hias yang bernilai ekonomi
tinggi. Karena itulah, terumbu karang sangat rawan akan kerusakan
2.7 Daur Biogeokimia
Siklus biogeokimia atau yang biasa disebut dengan
siklus organik-anorganik adalah siklus unsur-unsur atau senyawa kimia yang
mengalir dari komponen abiotik ke komponen biotik dan kembali lagi ke komponen
abiotik. Siklus unsur- unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi
juga melibatkan reaksireaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut
sebagai siklus biogeokimia.
1. Daur
Nitrogen
Nitrogen
merupakan alah satu unsur pembentuk asam amino yang diperlukan oleh setiap
organisme. Asam amino merupakan persenyawaan pembentuk molekul protein. Protein
merupakan senyawa yang berguna sebagai penusun tubuh dan sebagai penggiat
reaksi-reaksi metabolism tubuh.
2. Daur
Karbon dan Oksigen
Unsur karbon
diserap tumbuhan dalam bentuk karbon CO2 tumbuhan tidak dapat menyerap C dalam
bentuk gula atau zat tepung. Sebaliknya hewan hanya dapat memanfaatkan karbon
dalam bentuk persenyawaan organik. Unsur C dan O selalu terlibat dalam proses
respirasi dan fotosintesis, yaitu dalam bentuk CO2 dan O2 oleh karena itu,
memnahas daur karbon pada dasarnya juga membahas daur oksigen.Dalam ekosistem
normal, terjadi keseimbangan anatara daur karbon dan oksigen. Oksigen diserap
hewan dan tumbuhan untuk oksidasi dan hasilnya yaitu karbon dioksida,
dilepaskan keudara. Korbon dioksida digunakan tumbuhan untuk fotosintesis.
3. Daur
Air
Perpindahan air
dari darat, laut, sungai, rawa, atmosfer, dan antara organisme dengan
lingkungan
Tahapan:
a.
Air dari permukaan bumi akan menguap
(evaporasi)
b.
Di udara, air tersebut akan menjadi awan
dan mengalami kondensasi
c.
Terjadi hujan, air turun kembali ke
permukaan bumi
Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air. Uap air
berasal dari air di daratan dan laut yang menguap karena panas cahaya matahari.
Sebagian besar uap air di atmosfer berasal dari laut karena laut mencapai
tigaperempat luas permukaan bumi. Uap air di atmosfer terkondensasi menjadi
awan yang turun ke daratan dan laut dalam bentuk hujan. Air hujan di daratan
masuk ke dalam tanah membentuk air permukaan tanah dan air tanah.
Tumbuhan darat menyerap air yang ada di dalam tanah.
Dalam tubuh tumbuhan air mengalir melalui suatu pembuluh. Kemudian melalui
tranpirasi uap air dilepaskan oleh tumbuhan ke atmosfer. Tranpirasi oleh
tumbuhan mencakup 90% penguapan pada ekosistem darat.
Hewan memperoleh air langsung dari air permukaan
serta dari tumbuhan dan hewan yang dimakan, sedangkan manusia menggunakan
sekitar seperempat air tanah. Sebagian air keluar dari tubuh hewan dan manusia
sebagai urin dan keringat.
Air tanah dan air permukaan sebagian mengalir ke
sungai, kemudian ke danau dan ke laut. Siklus ini di sebut Siklus Panjang.
Sedangkan siklus yang dimulai dengan proses Transpirasi dan Evapotranspirasi
dari air yang terdapat di permukaan bumi, lalu diikuti oleh Presipitasi atau
turunnya air ke permukaan bumi disebut Siklus Pendek.
4. Daur
Fosforus
Fosforus (P)
merupakan bahan pembentuk tulang pada hewan. Semua mahkluk hidup memerlukan
fosforus untuk digunakan sebagai pembentuk DNA, RNA, protein, energi (ATP), dan
senyawa organik lainnya. Daur fosfor terjadi melalui prose berikut
5. Daur
Belerang
Belerang dalam
tubuh organisme merupakan unsur penyusun protein. Tumbuhan mendapatkan belerang
dafi dalam tanah dalam bentuk sulfat (SO4). Di dalam tubh tumbuhan,
belarang dignakan sebagai bahan penyusun protein. Hewan dan manusia mendapatkan
belerang dengan jalan memakan tumbuhan. Jika tumbuhan dan hewan mati, jasad
renik akan menguraikannya menjadi gas H2S, atau menjadi SO2
dan SO4.
DAFTAR PUSTAKA
Istamar
Syamsyuri. 2017. ESPS : Biologi Untuk
SMA/MA Kelas X. Jakarta : Erlangga
Anonim. Pengertian Ekosistem: Komponen, Macam-Macam,
dan Contoh Ekosistem.
https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-ekosistem.html
Suyud
Warno Utomo,
Sutriyono, dan Reda Rizal. Modul 1: Pengertian,
Ruang Lingkup Ekologi dan Ekosistem.
http://repository.ut.ac.id/4305/1/BIOL4215-M1.pdf
Suroso
Adi Yudianto. 2018. Modul 4 Ekosistem. http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/195305221980021SUROSO_ADI_YUDIANTO/Modul/MODUL_4_EKOSISTEM.pdf
Citra. 2019. Energi Dalam Ekosistem – Proses dan Jenisnya. Online : https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/energi-dalam-ekosistem