RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Untuk mendukung agar blog ini dapat terus memberikan informasi yang anda butuhkan,anda dapat membantu kami dengan mengklik iklan atau mengklik close pada iklan yang ada diblog ini. terimakasih
1.
PENGERTIAN RPP
ü Berdasarkan
Permendikbud No. 22 Tahun 2016, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah
rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP
dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik
dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).
ü Menurut
Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu
pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar.
ü Rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan
pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang
ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus (Kunandar, 2011:
263).
2.
PRINSIP PENYUSUNAN RPP
Berdasarkan
Permendikbud No. 22 tahun 2016 Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan
prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Perbedaan individual peserta didik antara lain
kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar,
kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar,
latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
b. Partisipasi aktif peserta didik.
c. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong
semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi
dan kemandirian.
d. Pengembangan
budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran
membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk
tulisan.
e. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP
memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan,
dan remedi.
f. Penekanan
pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar
dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
g. Mengakomodasi
pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek
belajar, dan keragaman budaya.
h. Penerapan
teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif
sesuai dengan situasi dan kondisi.
3.
LANGKAH LANGKAH PENYUSUNAN RPP
Adapun langkah langkah yang dilakukan
dalam menyusun RPP adalah sebagai berikut :
a.
Identitas Mata Pelajaran
Tuliskan nama mata pelajaran, kelas,
semester, dan alokasi waktu (jam pertemuan).
b.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Tuliskan standar kompetensi dan kompetensi
dasar sesuai dengan Standar Isi.
c.
Indikator
Pengembangan indikator dilakukan dengan
beberapa pertimbangan berikut :
1. Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa
indikator (lebih dari dua).
2. Indikator menggunakan kata kerja operasional
yang dapat diukur dan diobservasi.
3.
Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja
KD atau SK.
4.
Prinsip pengembangan indicator adalah
urgensi, Kontinuitas, Relevansi dan Kontekstual.
5.
Keseluruhan indicator dalam satu KD
merupakan tanda-tanda, perilaku, dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang
merupakan kemampuan bersikap, berfikir dan bertindak secara konsisten.
d.
Tujuan Pembelajaran
Dalam tujuan pembelajaran dijelaskan apa
tujuan dari pembelajaran tersebut. Tujuan pembelajaran diambil dari indikator.
e.
Materi Pembelajaran
Cantumkan materi pembelajaran dan
lengkapi dengan uraiannya yang telah dikembangkan dalam silabus. Dalam
menetapkan dan mengembangkan materi perlu diperhatikan hasil dari pengembangan
silabus, pengalaman belajar yang bagaimana yang ingin diciptakan dalam proses
pembelajaran yang didukung oleh uraian materi materi untuk mencapai kompetensi
tersebut.
Hal yang perlu dipertimbangkan dalam
penyusunan materi adalah kemanfaatan, alokasi waktu, kesesuaian, ketetapan,
situasi dan kondisi lingkungan masyarakat, kemampuan guru, tingkat perkembangan
peserta didik, dan fasilitas. Agar penjabaran dan penyesuaian kemampuan dasar
tidak meluas dan melebar, maka perlu diperhatikan criteria untuk menyeleksi
materi yang perlu diajarkan sebagai berikut :
1. Sahih (valid), artimya materi yang akan
dituangkan dalam pembelajaran benar-benar
telah teruji kebenaran dan kesahihannya.
2.
Relevansi, artinya relevan atau sinkron
antara materi pembelajaran dengan kemampuan dasar yang ingin dicapai.
3. Konsistensi, artinya ada keajegan antara
materi pembelajaran dengan kemampuan dasar dan standar kompetensi.
4.
Adequasi (kecukupan), artinya cakupan
materi pembelajaran yang diberikan cukup lengkap untuk tercapainya kemampuan
yang telah ditentukan.
5.
Tingkat kepentingan, artinya dalam
memilih materi perlu dipertimbangkan pertanyan berikut : sejauh mana materi
tersebut penting dipelajari? Penting
untuk siapa? Di mana dan mengapa penting ? dengan demikian, materi yang dipilih
untuk diajarkan tentunya memang yang benar-benar diperlukan oleh siswa.
6.
Kebermanfaatan, artinya materi yang
diajarkan benar-benar bermanfaat, baik secara akademis, maupun nonakademis.
7.
Layak dipelajari, artinya materi tersebut
memungkinkan untuk dipelajari, baik dari aspek tingkat kesulitannya (tidak
terlalu mudah atau tidak terlalu sulit) maupun aspek kelayakannya terhadap
pemanfaatnya bahan ajar dan kondisi setempat.
8.
Menarik minat, artinya materi yang
dipilih hendaknya menarik minat dan dapat memotivasi siswa untuk mempelajarinya
lebih lanjut.
f.
Menentukan Metode
Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar
sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan
pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.
Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang
diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik: Pendekatan
pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual,
pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya. Metode-metode yang
digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, kooperativ
learning, e-learning dan sebagainya.
g.
Mengembangkan Skenario Pembelajaran
Skenario pembelajaran adalah
strategi atau scenario apa dan bagaimana dalam menyampaikan materi pembelajaran
kepada siswa secara terarah, aktif, efektif, bermakna dan menyenangkan.
Strategi atau scenario pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus
dilakukan oleh guru secara beruntun untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Penentuan urutan langkah pembelajaran sangat penting artinya bagi materi-materi
yang memerlukan prasyarat tertentu.Rumusan pernyataan dalam langkah
pembelajaran minimal mengandung dua unsur yang mencerminkan pengelolaan
pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.
Syarat penting yang harus dipenuhi
dalam pemilihan kegiatan siswa dan materi pembelajaran adalah :
1. Hendaknya memberikan bagi siswa untuk mencari,
mengolah, dan menemukan sendiri pengetahuan dibawah bimbingan guru;
2.
Merupakan pola yang mencerminkan cirri khas dalam pengembangan keterampilan
dalam mata pelajaran yang bersangkutan , misalnya observasi dilingkungan
sekitar;
3.
Disesuaikan dengan ragam sumber belajar
dan sarana belajar yang tersedia;
4.
Bervariasi dengan mengombinasikan antar
kegiatan belajar perseorangan, pasangan, kelompok, dan klasikal;
5. Memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan
individual siswa seperti bakat, kemampuan, minat, latar belakang keluarga,
social ekonomi, dan budaya, serta masalah khusus yang dihadapai siswa yang
bersangkutan.
g.
Memilih Sumber Belajar
Pemilihan
sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan.
Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan
bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung
dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam
silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang
sebenarnya. Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut,
pengarang, dan halaman yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT,
maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file
yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.
h.
Menentukan Penilaian
Penilaian dijabarkan atas teknik
penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai yang beris rubrik
penilaian