Pola penyebaran populasi
Penyebaran (dispersi)
individu-individu yang sejenis yang membentuk populasi di dalam suatu ekosistem
mengikuti tiga pola dasar yaitu pola penyebaran terumpun, pola penyebaran
seragam, dan pola penyebaran acak. Contoh populasi acak adalah kutu beras,
remis dalam lumpur. Hal ini terjadi karena lingkungan sangat homogen.
1. Pola penyebaran
terumpun
Penyebaran secara berkelompok
terutama disebabkan oleh respon dari organisme terhadap perbedaan habitat
secara lokal, respon dari organisme terhadap perubahan cuaca musiman, akibat
dari cara atau proses produksi/regenerasi, sifat-sifat organisme dengan organ
vegetatifnya yang menunjang kecendrungan organisme untuk berumpun, misalnya
waktu berbiak, membentuk koloni (semut, rayap).
2. Pola
penyebaran seragam
Penyebaran seragam (uniform) terjadi apabila kompetisi antar individu
sangat hebat atau ada organism yang positif yang membagi pembagian ruang yang
sama. contoh: burung pinguin yang sedang bersarang, burung kuntul yang sedang
bersarang dan kecenderungan pengaturan jarak yang beraturan pada tumbuhan yang
disebabkan oleh peneduhan dan kompetisi untuk mendapatkan air dan mineral dan
beberapa tumbuhan lainnya mengeluarkan zat kimia yang menghambat perkecambahan tumbuhan
didekatnya yang dapat bersaing untuk memperoleh sumber daya.
3. Pola
penyebaran acak
Penyebaran secara acak jarang
terjadi di alam dan dapat terjadi apabila lingkungan sangat seragam namun tidak
ada kecenderungan untuk berkelompok. Jadi, pengaturan secara acak atau random (
penyebaran yang tidak dapat diprediksi dan tidak berpola) terjadi karena tidak
adanya tarik-menarik atau tolak menolak yang kuat diantara individu dalam suatu
populasi dan posisi masing-masing individu tidak bergantung pada individu lain.
Contohnya pohon dihutan kadang tersebar secara acak akan tetapi secara
keseluruhan pola acak tidak umum ditemukan di alam dan sebagian besar populasi
menunjukan paling tidak suatu kecenderungan ke arah penyebaran terumpun atau
penyebaran seragam