Natalitas (Kelahiran)
Natalitas
merupakan kemampuan suatu populasi untuk menambah jumlah anggotanya secara
inheren/besar. Laju natalitas adalah sama dengan laju kelahiran dalam
terminology ilmu kependudukan (demography). Natalitas maksimum adalah penambahan
jumlah anggota populasi dalam kondisi ideal (tidak ada faktor eksternal yang
membatasi). Sedangkan natalitas ekologi adalah pertambahan jumlah anggota
populasi dalam kondisi alam senyatanya.
Natalitas
biasanya dinyatakan sebagai laju yang diperoleh dengan membagi jumlah individu
baru yang dihasilkan dengan satuan waktu (dNt/dt, laju natalitas absolute) yang
dapat juga dinyatakan dalam jumlah individu baru per-satuan waktu per-satuan
populasi (dNt/Ndt) disebut natalitas spesifik). Untuk natalitas dNn menunjukkan
jumlah individu baru yang ditambahkan kepada populasi. Laju natalitas dapat nol
(0) atau positip, tetapi tidak pernah negatif. Tetapi untuk laju pertumbuhan dN
menunjukkan jumlah bersih penambahan atau pengurungan dalam populasi yang merupakan
hasil bukan saja oleh natalitas tetapi juga oleh mortalitas, emigrasi. Jadi
laju pertumbuhan mungkin negatip, nol atau positip karena populasi dapat
berkurang atau tetap bertambah besar (Sumber: http://www.kamusbesar.com/26886/natalitas)
Angka kelahiran adalah angka yang
menunjukkan bayi yang lahir dari setiap 1000 populasi per tahun. Angka
kelahiran pedet/anak dapat dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu:
- Angka kelahiran dikatakan tinggi jika angka
kelahiran > 30 per tahun.
- Angka kelahiran dikatakan sedang jika angka
kelahiran 20-30 per tahun.
- Angka kelahiran dikatakan rendah jika angka
kelahiran < 20 per tahun.
Contoh :
Angka kelahiran di Indonesia 50, artinya dari 1000 penduduk akan lahir 50 orang
bayi per tahun. Berarti tingkat natalitasnya tinggi.
Factor-faktor yang mempengaruhi tingginya natalitas suatu negara :
1.
Kepercayaan
dan agama
2.
Struktur
penduduk
3.
Tingkat
pendidikan
4.
Kebijakan
pemerintah
5.
Kondisi
ekonomi
6.
Kesehatan
7.
Adat
istiadat dalam masyarakat
Angka kelahiran penduduk di tiap negara berbeda-beda tergantung beberapa
factor, yaitu Pro Natalitas dan Anti Natalitas. Factor Pro Natalitas adalah
factor yang mendukung kelahiran penduduk sedangkan Faktor Anti Natalitas adalah
factor yang tidak mendukung atau menghambat kelahiran.
Faktor-faktor Pro Natalitas
1.
Nikah usia
muda
Seorang perempuan kawin pada
usia muda, maka masa reproduksi menjadi lebih lama. Yang artinya kesempatan
mempunyai anak akan lebih banyak
2.
Anggapan
anak laki-laki lebih berharga
Dalam keluarga tertentu, ada
anggapan bahwa anak laki-laki lebih berharga. Sehingga meskipun telah memiliki
anak perempuan, keinginan untuk memiliki anak laki-laki sangat besar sehingga
akan terus berusaha untuk menambah kelahiran untuk mendapatkan anak laki-laki
3.
Rendahnya
tingkat kesehatan
Banyaknya bayi meninggal
menyebabkan orang tua memilik memiliki banyak anak. Dengan alasan apabila ada
diantara anaknya yang meninggal dunia masih ada anak-anak yang lain.
4.
Pergaulan
bebas
Derasnya informasi yang
berdampak pada pergaulan bebas, pada akhirnya menambah angka kelahiran yang
tidak diinginkan
5.
Pandangan
banyak anak banyak rezeki
Masyarakat agraris kuno
bekerja dengan lebih banyak mengandalkan tenaga manusia dan hewan, sehingga
dengan memiliki banyak anak maka tenaga kerja telah tersedia
Faktor-faktor Anti Natalitas
1.
Menunda usia
nikah
2.
Program
Keluarga Berencana dari pemerintah
3.
Adanya
ketentuan batasan usia menikah
4.
Pembatasan
Tunjangan Anak bagi PNS
5.
Penyakit
Sumber :