MORTALITAS (KEMATIAN)
Mortalitas Populasi
Mortalitas adalah jumlah individu dalan populasi
yang mati selama periode waktu tertentu. Menurut Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO, 2000) mendefinisikan kematian sebagai suatu
peristiwa menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen, yang biasa
terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. Mortalitas atau kematian merupakan
salah satu diantara tiga komponen proses demografi yang berpengaruh terhadap
struktur populasi selain fertilitas dan migrasi. Tinggi rendahnya tingkat
mortalitas di suatu daerah tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan populasi,
tetapi juga bisa dijadikan sebagai barometer dari tinggi rendahnya tingkat kesehatan
di daerah tersebut. Kasus kematian terutama dalam jumlah banyak berkaitan
dengan masalah sosial, ekonomi, adat istiadat maupun masalah kesehatan
lingkungan.
Ada 3 pengertian
menyangkut mortalitas, sebagai berikut :
1. Mortalitas
Ekologi (Ecological of realized mortality), kematian yang terjadi kerena
keadaan lingkungan tertentu akibat adanya faktor ekologi tertentu.
2. Mortalitas
Minimum Teoritis, kematian yang terjadi hanya karena faktor ketuaan dan bukan
karena limiting factor.
3. Mortalitas
Khusus (Specitic Mortality), prosentase (tingkat) kematian dari populasi semula
untuk setiap periode waktu tertentu.
Laju mortalitas adalah
sama dengan laju kematian dalam demografi manusia. Mortalitas dapat dibedakan
atas mortalitas fisiologik dan ekologik. Mortalitas fisiologik adalah
pengurangan individu anggota populasi dalam kondisi yang ideal. Semua organisme
dalam kondisi ideal sekalipun akan mengalami kematian sekalipun dalam umur
relatif tua, yang secara teoritis ditentukan oleh longivitas fisiologik.
Sedangkan mortalitas ekologik adalah pengurangan individu anggota populasi
dalam kondisi alam sebenarnya. Angka kematian ini biasanya lebih besar
dibandingkan dengan kematian dalam kondisi ideal dan bukan merupakan ketetapan.
Umurnya mortalitas
spesifik dinyatakan sebagai persentase yang mati dalam waktu yang tertentu dari
populasi permulaan. Karena kita sering tertarik kepada organisme yang hidup
dari pada mati, maka sering mortalitas ditunjukkan dari segi kadar (persentase)
survival.
Mortalitas pengertian lain adalah ukuran
jumlah kematian (umumnya, atau karena akibat yang spesifik) pada suatu
populasi, skala besar suatu populasi, per dikali satuan. Mortalitas khusus
mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun,
hingga, rata-rata mortalitas sebesar 9.5 berarti pada populasi 100.000 terdapat
950 kematian per tahun. Mortalitas berbeda dengan morbiditas yang merujuk
pada jumlah individual yang memiliki penyakit selama periode waktu tertentu. Angka
kematian kasar adalah angka menunjukkan banyaknya per 1000 pupulasi pada
pertengahan tahun tertentu, disuatu wilayah tertentu.
Rumus : CDR = D/P x K
(Dimana : CDR = Crude Death Rate/Angka Kematian
Kasar; D =Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu; P = Jumlah
populasi pada pertengahan tahun tertentu; K = Bilangan konstan 1000).
Definisi mortalitas tersebut harus diketahui,
untuk mendapatkan data mortalitas yang benar. Mortalitas hanya bisa
terjadi kalau sudah terjadi kelahiran hidup atau keadaan mati selalu didahului
dengan keadaan hidup. Oleh karena itu, harus dibedakan dengan Lahir
hidup (live birth) dan Lahir mati (fetal death). Lahir
hidup (live birth) yaitu peristiwa keluarnya hasil konsepsi dari rahim
seekor ternak secara lengkap tanpa memandang lamanya kehamilan dan
setelah perpisahan tersebut terjadi : hasil konsepsi bernafas dan mempunyai
tanda-tanda hidup lainnya, seperti denyut jantung, denyut tali pusat, atau
gerakan-gerakan otot, tanpa memandang apakah tali pusat sudah
dipotong atau belum.
Lahir Mati (fetal death) yaitu
peristiwa menghilangnya tanda-tanda kehidupan dari hasil konsepsi sebelum hasil
konsepsi tersebut dikeluarkan dari rahim induknya. Lahir mati dibedakan menjadi
:
·
Stillbirth (late fetal death)
yaitu kematian yang terjadi pada janin yang berusia 20-28 minggu
·
Aborsi yaitu kematian janin yang terjadi pada
awal kebuntingan
Faktor-faktor yang
mempengaruhi kematian dibagi menjadi dua yaitu:
Ø Faktor langsung
(faktor dari dalam)
1. Umur
2. Jenis kelamin
3. Penyakit
4. Kecelakaan, kekerasan,
bunuh diri
Ø Faktor tidak langsung
(faktor dari luar)
1. Tekanan, baik psikis
maupun fisik
2. Kedudukan dalam
perkawinan
3. Kedudukan
sosial-ekonomi
4. Tingkat pendidikan
5. Pekerjaan
6. Beban anak yang
dilahirkan
7. Tempat tinggal dan
lingkungan
8. Tingkat pencemaran
lingkungan
9. Fasilitas kesehatan dan
kemampuan mencegah penyakit
10. Politik dan bencana
alam
Longitivitas
difokuskan pada usia kematian dari individu dalam populasi. Dua tipe
longitivitas yaitu: (a) Longitivitas potensial (potential longitivity), dan (b)
Longitivitas nyata (realized longitivity). Longitivitas potensial adalah usia
hidup maksimum suatu spesies yang semata-mata dibatasi oleh faktor fisiologi
organisme tersebut, angka kematian akan konstan (kemampuan hidup organisme pada
kondisi optimum). Longitivitas potensial adalah usia hidup nyata organisme di
alam. Sebagian besar organisme yang hidup di alam jarang pada kondisi optimum,
sebagian besar hewan atau tumbuhan mati karena penyakit, predator, atau ancaman
alamiah lain. Laju kematian populasi adalah jumlah individu dari suatu populasi
yang mati dalam periode waktu tertentu (jumlah yang mati per satuan waktu).
Laju kematian populasi nilainya negatif, karena merupakan kebalikan dari angka
kelahiran.
Di dalam populasi yang
penting dipelajari bukan angka kematian, tetapi bagaimana populasi tersebut
dapat menghindari kematian (survival). Jika angka kematian dilambangkan dengan
M, maka laju kehidupan populasi (survival rate) = 1 – M. Angka kehidupan atau
laju kehidupan organisme secara umum digambarkan dalam bentuk kurva kehidupan.
Ada tiga tipe kurva kehidupan yaitu (a) kurva cembung, (b) kurva cekung, (c) kurva
diagonal.
Tiga tipe kurva kehidupan yaitu :
(a) Kurva cembung: merupakan kurva kehidupan suatu populasi
dimana pada waktu muda laju kematian populasi rendah, tetapi mendekati umur tua
laju kematian populasi tinggi. Individu cenderung berumur panjang.
(b) Kurva cekung: menunjukkan bahwa laju
kematian populasi sangat tinggi pada waktu populasi berumur muda dan
selanjutnya menjadi menurun pada saat populasi mulai berumur tua.
(c) Kurva diagonal: mempunyai umur kehidupan
yang relatif konstan, laju kematian populasi konstan. Jarang di alam ditemukan
populasi yang mempunyai laju kematian konstan, yang sering ditemui mendekati
konstan.
Mortalitas dari
setiap populasi tidak sama atau beragam atau tidak tetap. Mortalitas minimum adalah suatu
ketetapan dari suatu populasi yang menunjukkan di bawah keadaan yang tidak
ideal. Maksud sekalipun dalam keadaan yang paling baik, individu individu itu
akan mati karena umur tua yang ditentukan oleh ketahanan hidup fisiologis
mereka, yang sering lebih besar daripada ketahanan hidup ekologi rata-rata.
Sumber
:
Alexander
Kaka. 2011. Beberapa
Karakteristik atau Sifat-Sifat Populasi. http://blogalexanderkakaspt.blogspot.com/2011/11/beberapa-karakteristik-atau-sifat-sifat.html.
(diakses 25 September 2018)
Irwan Sahaja. 2015. Pengertian Mortalitas. http://irwansahaja.blogspot.com/2015/02/pengertian-mortalitas.html.
(diakses 25 September 2018)
Andy Komar. 2014. Pengertian Fertilitas, Mortalitas, dan Migrasi.
https://andykomkom.wordpress.com/2014/11/11/pengertian-fertilitasmortalitas-dan-migrasi/
Kholis Abdullah. 2011. Pengertian Populasi. https://kholisabdullah.wordpress.com/2011/10/09/populasi/