DENSITAS POPULASI
Tarumingkeng (1994), Populasi adalah sehimpunan individu atau kelompok individu dalamsatu spesies (atau kelompok lain yang dapat melangsungkan interaksi genetik dengan jenisyang bersangkutan), dan pada waktu tertentu menghuni suatu wilayah atau tata ruang tertentu. Smith (1990) mendefinisikan populasi sebagai kelompok organisme spesies yang sama yang mengalami interbreeding . Krebs (2001) populasi adalah sekelompok organisme sejenis yang menempati ruang tertentu pada waktu tertentu.
Populasi memiliki karakterisitik kelompok – statistical measure – yang tidak dapat diterapkan pada individu. Karakteristik dasar populasi yang banyak didiskusikan adalah kepadatan (density). Empat parameter populasi yang mengubah kepadatan populasi adalah natalitas ( telur, biji, produksi spora, kelahiran), mortalitas (kematian), imigrasi dan emigrasi.
Karakteristik Populasi :
Kepadatan ( densitas ) populasi :
Kepadatan populasi ialah besarnya populasi dalam hubungannya
dengan suatu unit atau satuan ruangan. Perlu diingat bahwa perhitungan jumlah
terlalu mementingkan arti organisme kecil, sedangkan biomassa terlalu
membesarkan arti organisme besar, sedangkan komponen arus energi memberikan
indeks yang lebih baik untuk membandingkan populasi mana saja dalam ekosistem.
Faktor yang mempengaruhi kepadatan :
Perubahan
kepadatan populasi dipengaruhi oleh empat parameter primer dari populasi yaitu
natalitas, mortalitas, imigrasi dan emigrasi. Ketika kita menanyakan mengapa
populasi meningkat atau menurun pada spesies tertentu, jawabannya adalah karena
salah satu dari parameter ini berubah. Apabila natalitas dan imigrasi meningkat
dalam populasi sedangkan emigrasi dan mortalitas menurun, maka kepadatan
populasi akan bertambah. Pertambahan jumlah organisme kedalam populasi ini disebut
laju kepadatan yaitu jumlah organisme atau individu yang bertambah ke dalam
populasi per satuan waktu. Jika N merupakan simbol untuk jumlah organisme dan t
merupakan simbol waktu.
Kepadatan Absolut : Para ekologiwan menentukan kepadatan absolut dengan dua cara yaitu dengan penghitungan total dan dengan menggunakan sampel
Kepadatan (densitas) populasi : jumlah individu
suatu spesies per satuan luas atau volume.
Cara mengukur kepadatan populasi :
• menghitung
langsung
• teknik
sampling (petak contoh)
• indikator
tidak langsung (feses, sarang, jejak, dll)
Beberapa hal
yang menyebabkan terjadinya kepadatan populasi adalah sebagai berikut :
1. Adanya persaingan dalam kelompok
untuk memperebutkan sesuatu yang sama
2. Terjadinya pemangsaan atau pemakanan
terhadap organisme yang lebih lemah oleh yang kuat
3. Adanya wabah penyakit, karena
pemangasaan terhadap organisme oleh organisme lain yang lebih kecil
(parasit, mikroba) yang menyebabkan penyakit
4. Cekaman misalnya perubahan salinitas
pada suatu organisme.
Pengaturan
populasi dan konsep-konsep pengendalian populasi yang bergantung dan tidak
bergantung kepada kepadatan populasi. Pada ekosistem dengan keanekaragaman
rendah dan sedang mengalami tekanan fisik cendrung bergantung pada komponen
fisik misalnya cuaca, arus, pencemaran, dan sebagainya. Sedangkan pada
ekosistem dengan keberagaman tinggi atau tidak mengalami tekanan fisik maka
populasinya cendrung dikendalikan secara biologik. Pada semua ekosistem terdapat
kecendrungan yang kuat dimana populasi akan berkembang menurut seleksi alam dan
menuju pengendalian diri.
Faktor-faktor ekologi baik yang berupa faktor pembatas yang merugikan
maupun yang bukan faktor pembatas (faktor yang menguntungkan) atau faktor
positif maupun faktor negatif terhadap populasi dapat tergolong faktor :
a.
Density independent/ density legislatif atau tidak tergantung kepada kepadatan jika
pengaruhnya atau efeknya tidak tergantung pada besarnya populasi. Contoh :
faktor iklim, angin ribut, penurunan temperatur yang drastis, faktor cahaya,
dan sebagainya.
b.
Density dependent/ faktor, bergantung kepadatan yaitu
faktor ekologi yang pengaruh atau efeknya terhadap populasi merupakan fungsi
dari kepadatan/ densitas populasi. Pengaruh density dpendentseperti pengatur
mesin karna merupakan alat utama untuk mencegah over population dan bertanggung
jawab atas pencapaian kedaaan seimbang (steady
state). Contoh : faktor-faktor biotik, misalnya kompetisi, parasitisme,
pathogen, natalitas, mortalitas, dan sebagainya.
c.
Recruitment adalah jumlah ikan yang hidup
untuk memasuki perikanan atau beberapa tahap kehidupan sejarah seperti penyelesaian
atau jatuh tempo.
Ketidakmampuan untuk memprediksi
perekrutan telah menghambat pengembangan model perkiraan ikan penilaian
secara single dan multi-species. Ketidakmampuan
untuk memprediksi perekrutan berasal dari kompleksitas proses yang dipengaruhi
oleh jumlah keturunan yang dihasilkan tergantung dari tahap pre-recruit serta
efek dari density-independent dan density-dependent.
·
Faktor density
independent meliputi: Suhu dan makanan kondisi yang dialami oleh pre-recruit.
·
Faktor density
dependent meliputi: Kompetisi untuk makanan atau perlindungan dengan
individu sejenis atau keturunan spesies lain.
·
Faktor yang
mempengaruhi kepadatan populasi diantaranya adalah: kelahiran, kematian dan
migrasi (perpindahan).
Dampak
Kepadatan Penduduk
·
Terhadap kebutuhan makanan : Peningkatan jumlah penduduk
menyebabkan peningkatan jumlah kebutuhan pangan. Sementara lahan pertanian
semakin sempit. Akibatnya terjadi kekurangan bahan pangan yang berdampak pada
kualitas manusia.
·
Terhadap kebutuhan air bersih : Peningkatan jumlah penduduk
menyebabkan peningkatan kebutuhan air bersih. Pencemaran air dan berkurangnya
hutan akibat ulah manusia sangat berpengaruh pada penyediaan air bersih oleh
alam. Akibatnya banyak penduduk yang menggunakan air kotor untuk kebutuhan
sehari-hari, yang efeknya akan timbul berbagai penyakit misalnya diare.
·
Terhadap
ketersediaan lahan :
Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan
peningkatan kebutuhan lahan, akibatnya ketersediaan lahan kosong semakin
menyempit. Karena tidak terpenuhinya lahan untuk pemukiman maka dampak yang
banyak terjadi adalah timbulnya pemukiman kumuh.
·
Terhadap alam : peningkatan jumlah penduduk
menyebabkan peningkatan eksploitasi terhadap alam yang menyebabkan
ketidakseimbangan alam. Pemakaian air yang berlebihan menyebabkan berkurangnya
ketersediaan air tanah, penggundulan hutan menyebabkan banjir dan tanah
longsor.
Dampak
Kepadatan Penduduk Terhadap Makhluk Hidup Global
·
Efek Rumah Kaca : Penggunaan bahan bakar fosil, asap
pabrik, kebakaran hutan menyebabkan timbulnya gas karbondioksida yang
berlebihan di udara. Karbondioksida ini akan berkumpul di atmosfer membentuk
suatu lapisan. Lapisan karbondioksida ini sifatnya seperti kaca yang dapat
menyimpan panas. Sinar matahari yang mengenai bumi panasnya akan
dipantulkan kembali ke luar angkasa, jika di atmosfer terdapat lapisan
karbondioksida akibat dari pencemaran ini maka panas dari matahari terhalang
untuk dipantulkan kembali ke angkasa, akibatnya panas akan tertahan di bumi.
Peningkatan suhu inilah yang disebut dengan efek rumah kaca.
·
Hujan Asam : Hujan asam dapat diartikan dengan
hujan yang tingkat keasaman air atau pH-nya kurang dari 6. Penurunan derajat
keasaman air ini karena adanya belerang sisa pembakaran bahan bakar fosil
dengan nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida
dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air
untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh
bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar
keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan
dan tanaman. Usaha untuk mengatasi hal ini saat ini sedang gencar dilaksanakan.
Sumber :
Dina
Suci Wahyuni, 2016 “Kepadatan Populasi
Manusia” http://dinasuciwahyuni.blogspot.com/2016/04/kepadatan-populasi-manusia-materi-ipa.html Diakses 25
September 2018
Muhammad Qudus Ridwan, 2012 “Densitas Density, Dependent Density, dan Recruitment”http://mqudusr.blogspot.com/2012/12/densitas-density-dependent-density.html Diakses 25
September 2018
Elfis,2010
“Ekologi Populasi” http://elfisuir.blogspot.com/2010/03/ekologi-populasi.html Diakses 25
September 2018
