BAHAN AJAR METODE ILMIAH



 Tingkat satuan          : Sekolah Menengah Atas (SMA)
Kelas                           : X
Semester                     : Ganjil

1. Metode Ilmiah
Metode Ilmiah adalah proses pemerolehan fakta mengenai suatu fenomena dengan menggunakan kaidah yang telah disetujui oleh seluruh komunitas sains. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1)  Mengidentifikasi masalah
            Masalah adalah sesuatu (persoalan) yang harus diselesaikan. Masalah yang akan diteliti dapat diperoleh dari pengamatan sehari-hari masalah yang ada selanjutnya kita buat rumusan masalah sehingga disebut rumusan masalah. Rumusan masalah merupakan suatu pernyataan rinci, lengkap, dan jelas mengenai ruang lingkup yang akan diteliti.
2) Membuat hipotesis
            Hipotesis adalah dugaan atau “jawaban” sementara mengenai suatu hal atau permasalahan yang akan dibuktikan kebenarannya melalui data-data atau fakta-fakta hasil penelitian. Hipotesis dapat dibagi dua yaitu :
·      Hipotesis Alternatif ( H¹ )
Hipotesis alternatif  adalah hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh antara variabel yang satu dengan variabel yang lain.
·      Hipotesis Nol ( H° )
     Hipotesis nol adalah hipotesis yang menyatakan tidak ada pengaruh antara variabel antara variabel yang satu dengan variabel yang lain.
3)  Merancang Percobaan
            Percobaan atau eksperimen merupakan salah satu langkah dalam metode ilmiah yang berfungsi untuk mendapatkan data yang digunakan untuk membuktikan apakah hipotesis kita dapat diterima atau ditolak. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan percobaan yaitu: lokasi penelitian, alat dan bahan yang digunakan, metode kerja, unit percobaan, perlakuan, variabel dan pengamatan

4) Mengolah Data Pengamatan
            Dari hasil percobaan, akan diperoleh data. Data yaitu nilai-nilai hasil pengamatan atau pengukuran yang selanjutnya akan diolah menjadi sebuah karya tulis ilmiah ataupun makalah.
5) Membuat Kesimpulan
       Dalam membuat kesimpulan, peneliti harus memperhatikan hipotesis yang akan diajukan serta data-data yang diperoleh dari hasil penelitian. Data-data penelitian yang telah di analisis digunakan untuk menguji hipotesis mana yang diterima sehingga kita dapat menarik kesimpulan dengan benar.
6) Mengomunikasikan Hasil Penelitian
            Salah satu kewajiban peneliti adalah membuat laporan atau penelitian yang dikerjakannya. Laporan penelitian merupakan karya tulis ilmiah sehingga harus ditulis dengan aturan tertentu serta menggunakan bahasa dan kosa kata ilmiah yang baku. Secara garis besar laporan hasil penelitian berisi: Pendahuluan, tinjauan Pustaka, hipotesis, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran, daftar pustaka dan lampiran.

2. Keselamatan Kerja DiLaboratorium
Description: Hasil gambar untuk keselamatan kerja dilaboratorium
Berikut ini merupakan contoh keselamatan kerja di laboratorium :
a. Selama bekerja di laboratorium harus mengenakan jas laboratorium
b. Setiap pengguna laboratorium harus menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan laboratorium
c.  Dilarang bekerja sendirian di laboratorium
d.  Dilarang bersendau gurau di laboratorium
e.  Dilarang bermain-main dengan peralatan laboratorium dan bahan kimia
f.  Sebelum bekerja di laboratorium siapkan buku kerja dan alat tulis
g.  Pelajari dengan seksama jenis percobaan, jenis bahan, jenis peralatan, dan cara membuang limbah sisa percobaan.
h.   Dilarang makan, minum, dan merokok di dalam laboratorium.
i.    Jagalah kebersihan meja percobaan.
j.    Setiap praktikan harus mencatat semua kegiatan dengan selengkap-lengkapnya.
k.   Gunakan peralatan kerja khusus, seperti kacamata pengaman , untuk melindungi mata.
l.    Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.
m.  Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih , terutama setelah melakukan percobaan
n.   Apabila terjadi kecelakaaan yang berkaitan dengan bahan kimia, laporkan segera kepasa asisten
o.   Matikan keran air dan aliran listrik sebelum meninggalkan laboratoruim.

3. Alat-Alat Keselamatan Kerja Di Laboratorium :
a.Jas laboratorium
b.Kain lap yang tahan panas/tidak mudah terbakar
c.Sarung tangan tahan panas
d.Masker
e.Kacamata pelindung
f.Ruangan khusus untuk pemakaian bahan kimia berbahaya
g.Peralatan PPPK
h.Alat pemadam api ringan



Postingan populer dari blog ini

PENGENDALIAN MIKROBA

ZAT ADIKTIF MAKANAN