Manipulasi Faktor Lingkungan Untuk Pertanian dan Perikanan
Untuk mendukung agar blog ini dapat terus memberikan informasi yang anda butuhkan,anda dapat membantu kami dengan mengklik iklan atau mengklik close pada iklan yang ada diblog ini. terimakasih
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Sebagian besar penduduk di Indonesia memanfaatkan
sektor pertanian dan perikanan sebagai sumber pendapatannya. Kepala BPS
Suhariyanto mengatakan seluruh lapangan usaha tumbuh positif sepanjang kuartal
II 2018. Namun pertumbuhan tertinggi ditempati
sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan angka pertumbuhan
9,93% dibandingkan kuartal pertama 2018.
Pertanian adalah
kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk
menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk
mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk
dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok
tanam (bahasa Inggris: crop cultivation). Sedangkan Perikanan
adalah kegiatan manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan
sumber daya hayati perairan. Sumberdaya hayati perairan tidak dibatasi secara
tegas dan pada umumnya mencakup ikan, amfibi, dan berbagai avertebrata penghuni
perairan dan wilayah yang berdekatan, serta lingkungannya.
Sebagai salah satu sektor yang memberikan sumbangan
terbesar dalam pendapatan penduduk di Indonesia maka perlu dilakukannya usaha
usaha yang dapat meningkatkan hasil dari sektor pertanian dan perikanan. Salah
satunya dengan mempertimbangkan faktor lingkungan.
Faktor lingkungan adalah setiap faktor yang
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan semua organisme yang ada
didalamnya. Faktor lingkungan meliputi faktor iklim, faktor tanah, faktor
topografi, maupun faktor biotik.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka
rumusan permasalahan yang akan kami kemukakan dalam makalah ini berkenaan
dengan “Manipulasi Faktor Lingkungan Untuk Pertanian dan Perikanan”
1.2
Rumusan Masalah
Adapun rumusan
masalah yang akan dibahas dalam makalah ini
berkenaan dengan:
1. Apakah yang
dimaksud dengan faktor lingkungan ?
2. Bagaimanakah Cara
Manipulasi Faktor Lingkungan Untuk Pertanian Dan Perikanan ?
1.3
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan
dalam penulisan
makalah ini adalah
:
1. Mengetahui
Apa yang dimaksud dengan faktor lingkungan
2. Mengetahui Bagaimana Cara Manipulasi Faktor Lingkungan
Untuk Pertanian Dan Perikanan ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Faktor Lingkungan
Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan,
dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilakunya, yang mempengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
(Undang-Undang no. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup).
Lingkungan bersifat dinamis berubah setiap saat. Perubahan yang terjadi disebabkan
adanya faktor lingkungan yang akan mempengaruhi makhluk hidup. Faktor-faktor
lingkungan mempengaruhi suatu organisme secara sendiri-sendiri atau kombinasi
dari berbagai faktor. Pengaruhnya dapat menentukan kehadiran atau keberadaan
dan proses kehidupan makhluk hidup.
Faktor Lingkungan merupakan segala faktor faktor yang dapat mempengaruhi
lingkungan. Faktor lingkungan terdiri dari :
a.
Faktor Iklim, meliputi parameter
iklim utama seperti cahaya, suhu,, ketersediaan air dan angin
b.
Faktor tanah, merupakan
karakteristika dari tanah seperti nutrisi tanah, reaksi tanah, kadar air tanah,
dan kondisi fisika tanah.
c.
Faktor topografi, yaitu meliputi
pengaruh dari terrain seperti sudut kemiringan, aspek kemiringan dan
kketinggian tempat dari muka laut.
d.
Faktor biotik, merupakan gambaran
semua interaksi dari organisme hidup seperti kompetisi, peneduhan dan lain –
lain.
2.2 Manipulasi Faktor Lingkungan Untuk Pertanian
2.2.1
Perbaikan Tanah Pertanian
a) Metode Vegetatif
Metode vegetatif adalah suatu cara pengelolaan lahan miring dengan
menggunakan tanaman sebagai sarana konservasi tanah. Tanaman penutup tanah ini
selain untuk mencegah atau mengendalikan bahaya erosi juga dapat berfungsi
memperbaiki struktur tanah, menambahkan bahan organik tanah, mencegah proses
pencucian unsur hara dan mengurangi fluktuasi temperatur tanah.
Metode vegetatif untuk konservasi tanah dan air termasuk antara lain:
penanaman penutup lahan (cover crop) berfungsi untuk menahan air hujan agar
tidak langsung mengenai permukaan tanah, menambah kesuburan tanah (sebagai
pupuk hijau), mengurangi pengikisan tanah oleh air dan mempertahankan tingkat
produktivitas tanah. Penanaman rumput kegunaannya hampir sama dengan penutup
tanah, tetapi mempunyai manfaat lain, yakni sebagai pakan ternak dan penguat
teras. Cara penanamannya dapat secara rapat, barisan maupun menurut kontur.
Penggunaan sisa tanaman untuk konservasi tanah dapat berbentuk mulsa atau
pupuk hijau. Dengan mulsa maka daun atau batang tumbuhan disebarkan di atas
permukaan tanah, sedangkan dengan pupuk hijau maka sisa-sisa tanaman tersebut
dibenamkan ke dalam tanah.
b) Metode Mekanik
Cara mekanik adalah cara pengelolaan lahan tegalan (tanah darat) dengan
menggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu sebagai sarana konservasi
tanahnya. Tujuannya untuk memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi
erosi serta menampung dan mengalirkan aliran air permukaan. Termasuk dalam
metode mekanik untuk konservasi tanah dan air di antaranya pengolahan tanah.
Pengolahan tanah adalah setiap manipulasi mekanik terhadap tanah yang
diperlukan untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman.
Tujuan pokok pengolahan tanah adalah menyiapkan tempat tumbuh bibit,
menciptakan daerah perakaran yang baik, membenamkan sisa-sisa tanaman dan
memberantas gulma.
Pengendalian erosi secara teknis-mekanis merupakan usaha-usaha pengawetan
tanah untuk mengurangi banyaknya tanah yang hilang di daerah lahan pertanian
dengan cara mekanis tertentu. Sehubungan dengan usaha-usaha perbaikan tanah
secara mekanik yang ditempuh bertujuan untuk memperlambat aliran permukaan dan
menampung serta melanjutkan penyaluran aliran permukaan dengan daya pengikisan
tanah yang tidak merusak.
Pengolahan tanah menurut kontur adalah setiap jenis pengolahan tanah
(pembajakan, pencangkulan, pemerataan) mengikuti garis kontur sehingga
terbentuk alur-alur dan jalur tumpukan tanah yang searah kontur dan memotong
lereng. Alur-alur tanah ini akan menghambat aliran air di permukaan dan
mencegah erosi sehingga dapat menunjang konservasi di daerah kering. Keuntungan
utama pengolahan tanah menurut kontur adalah terbentuknya penghambat aliran
permukaan yang memungkinkan penyerapan air dan menghindari pengangkutan tanah.
Oleh sebab itu, pada daerah beriklim kering pengolahan tanah menurut kontur
juga sangat efektif untuk konservasi ini.
Pembuatan terras adalah untuk mengubah permukaan tanah miring menjadi
bertingkat-tingkat untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan dan menahan
serta menampungnya agar lebih banyak air yang meresap ke dalam tanah melalui
proses infiltrasi. Pembuatan terras berfungsi untuk mengurangi panjang lereng
dan menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan dan
memungkinkan penyerapan oleh tanah, dengan demikian erosi berkurang.
c) Metode Kimia
Kemantapan struktur tanah merupakan salah satu sifat tanah yang menentukan
tingkat kepekaan tanah terhadap erosi. Yang dimaksud dengan cara kimia dalam
usaha pencegahan erosi, yaitu dengan pemanfaatan soil conditioner atau
bahan-bahan pemantap tanah dalam hal memperbaiki struktur tanah sehingga tanah
akan tetap resisten terhadap erosi.
Bahan kimia sebagai soil conditioner mempunyai pengaruh yang besar sekali
terhadap stabilitas agregat tanah. Pengaruhnya berjangka panjang karena senyawa
tersebut tahan terhadap mikroba tanah. Permeabilitas tanah dipertinggi dan
erosi berkurang. Bahan tersebut juga memperbaiki pertumbuhan tanaman semusim
pada tanah liat yang berat.
Penggunaan bahan-bahan pemantap tanah bagi lahan-lahan pertanian dan
perkebunan yang baru dibuka sesunggunya sangat diperlukan mengingat:
ü Lahan-lahan
bukaan baru kebanyakan masih merupakan tanah-tanah virgin yang memerlukan
banyak perlakuan agar dapat didayagunakan dengan efektif.
ü Pada waktu
penyiapan lahan tersebut telah banyak unsur-unsur hara yang terangkat.
ü Pengerjaan
lahan tersebut menjadi lahan yang siap untuk kepentingan perkebunan,
menyebabkan banyak terangkut atau rusaknya bagian top soil, mengingat
pekerjaannya menggunakan peralatan-peralatan berat seperti traktor, bulldozer
dan alat-alat berat lainnya.
2.2.2
Pembuatan Green House
Green house dapat didefinisikan
sebagai bangun kontruksi dengan atap tembus cahaya yang berfungsi memanipulasi
kondisi lingkungan agar tanaman di dalamnya dapat berkembang optimal.
Manipulasi lingkungan ini dilakukan
dalam dua hal, yaitu menghindari kondisi lingkungan yang tidak dikehendaki dan
memunculkan kondisi lingkungan yang dikehendaki.
Kondisi
lingkungan yang tidak dikehendaki antara lain :
a.
Ekses radiasi sinar matahari seperti
sinar ultra violet dan sinar infra merah.
b.
Suhu udara dan kelembaban yang tidak
sesuai.
c.
Kekurangan dan kelebihan curah
hujan.
d.
Gangguan hama dan penyakit.
e.
Tiupan angin yang terlalu kuat
sehingga dapat merobohkan tanaman.
f.
Tiupan angin dan serangga yang menyebabkan
kontaminasi penyerbukan.
g.
Ekses polutan akibat polusi udara.
Sementara
kondisi lingkungan yang dikehendaki antara lain :
a.
Kondisi cuaca yang mendukung rentang
waktu tanam lebih panjang.
b.
Mikroklimat seperti suhu, kelembaban
dan intensitas cahaya sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman.
c.
Suplai air dan pupuk dapat dilakukan
secara berkala dan terukur.
d.
Sanitasi lingkungan sehingga tidak
kondusif bagi hama dan penyakit.
e.
Kondisi nyaman bagi terlaksananya
aktivitas produksi dan pengawasan mutu.
f.
Bersih dari ekses lingkungan seperti
polutan dan minimnya residu pestisida
g.
Hilangnya gangguan fisik baik oleh
angin maupun hewan.
Green house
merupakan tempat atau sebuah bangunan dimana tanaman di budidayakan. Pada
sebuah rumah kaca, atap terbuat dari plastik. Agar tanaman yang berada di
dalamnya dapat menyerap sinar matahari, aliran udara pada jendela dan pintu
akan mempengarui suhu yang ada di dalam ruangan green house. Jadi, ketika siang
hari, alangkah baiknya jika jendela pada green house dibuka, agar suhu dapat
stabil. Karena pada siang hari suhu
dalam green house sangat panas.
Budidaya
tanaman di dalam green house memiliki keunggulan berupa lingkungan mikro yang
lebih terkontrol dan keseragaman hasil produksi pada tiap tanaman. Rancangan
green house berpengaruh besar terhadap lingkungan mikro di dalamnya. Salah satu
parameter lingkungan mikro tanaman adalah suhu. Suhu yang tinggi dapat
mempercepat evapotranspirasi tanaman yang akan mempercepat kehilangan air dan
energi. Salah satu cara untuk mengendalikan lingkungan mikro tanaman di dalam
greenhouse khususnya suhu adalah dengan ventilasi alamiah. Keuntungan pemakaian
ventilasi alamiah adalah biaya yang relatif murah dan tidak diperlukan
perawatan. Kerugian yang perlu diperhatikan pada penggunaan cara ini adalah
ketergantungan lingkungan mikro pada alam yang sulit dikendalikan. Penempatan
dan luas bukaan ventilasi sangat menentukan pergerakan udara di dalam
greenhouse yang akan membantu penurunan suhu. Letak ventilasi dan bentuk
greenhouse akan mempengaruhi pergerakan udara di dalamnya. Pergerakan udara
tersebut dimanfaatkan untuk memindahkan udara panas dari dalam greenhouse.
Semakin banyak udara panas yang dikeluarkan akan membantu menurunkan suhu
udara.
Green house
memiliki fungsi pertama menghindari terpaan air hujan yang dapat merusak
tanaman. Karena air hujan dapat menyebabkan tumbuhan tersebut rusak atau mati.
Karena suhu diluar ruangan yang berbeda-beda. Kedua, Menghindarkan lahan dari
kondisi yang becek, jika lahan becek, maka struktur tanah akan berubah yang
dapat menyebabkan pertumbuhan suatu tumbuhan dapat terganggu. Ketiga, Mencegah
masuknya air hujan ke dalam media tumbuh (karena dapat mengencerkan larutan
hara). Keempat, Mengurangi intensitas cahaya yang masuk sehingga daun tidak
terbakar pada saat terik. Ada dua fungsi atap plastik pada green house,
pertama, menghindari panas terik, dan ketika matahari menyentuh atap green
house maka panas akan diserap dan akan dihasilkan pencahayaan yang di butuhkan
oleh tumbuhan yang ada di dalamnya. Dalam hal ini, green house biologi juga
sudah memenuhi kriteria. Hanya saja atap green house yang kurang bening
sehingga kurang maksimal untuk menerima cahaya. Kelima,
Mengurangi tingkat serangan OPT. OPT sendiri merupakan organisme pengganggu
tanaman seperti kutu dan lain-lain. Dan terakhir, Fotosintesis dapat
berlangsung secara sempurna. Jadi, kualitas atap pada green house berpengaruh
pada proses fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan yang ada di dalam green
house tersebut.
2.2.3 Manipulasi
Faktor Angin Berupa Windbreak
Windbreak adalah pertanaman pepohonan atau semak – semak yang dibentuk
barisan – barisan yang ditempatkan secara sesuai sehingga dapat mengurangi
kecepatan angin dan menghalangi secara langsung sehingga banyak bermanfaat bagi
pemilik lahan. Sebuah windbreak merupakan bagian permanen dari bentang lahan
pertanaman, sehingga perencanaannya harus dilakukan dengan sangat hati – hati.
Keuntungan Windbreak [Brandle,
J.R. dan L.
Hodges, 2007]
ü
Windbreak mengurangi kecepatan
angin, mengurangi erosi angin dan abrasi pada tanaman pertanian karena tiupan
pasir oleh angin. Hal ini juga dapat membantu mengurangi penyakit dengan
mengurangi masuknya pathogen.
ü
Pertanaman windbreak menciptakan
diversitas tanaman dan menciptakan rumah bagi berbagai jenis mikroba, serangga,
tanaman dan jenis liar lainnya sehingga dapat bermanfaat bagi pertanaman.
ü
Dapat juga menjadi habitat bagi agen
pollinator dan parasitoid dan tempat hidup sumber makanan bagi jenis predator.
ü
Windbreak menyediakan pembatas fisik
terhadap serangan serangga ataupu hama lainnya sehingga dapat bermanfaat bagi
pemilik lahan untuk mengambil tindakan antisipasi.
ü
Berperan sebagai sekat api ketika
terjadi kebakaran sehingga dampak dan luasan area kebakaran dapat dikurangi.
Desain yang
tidak sesuai pada pembuatan windbreak harus dihindari. Efek negative dapat
timbul karena kesalahan pemilihan jenis dan penempatan. Jenis yang ditanam
harus mampu bertahan dalam kondisi yang ekstrem, angin kencang, tanah yang
miskin hara dan periode kekeringan tertentu. Pengurangan kecepatan angin
membuat peningkatan kualitas pertanaman dan juga dapat bermanfaat bagi
kehidupan pemilik didalamnya.
Salah satu
contohnya adalah penanaman tanaman Cemara laut (Casuarina equisetifolia). Dommergues (1995) menggambarkan
keberadaan Cemara laut sebagai tanaman yang mempunyai potensi sebagai tanaman
campuran dengan jenis tanaman hutan lainnya. Karena tahan tanaman Cemara laut
digunakan secara luas untuk menstabilkan bukit pasir di pantai, serta penahan
tanaman untuk melindungi perkebunan.
Pada beberapa sistem agroforestry dataran rendah di daerah tropis, Cemara laut
ditanam di perkebunan bersama tanaman kopi, jambu mete, kelapa, kacang tanah,
wijen dan legume berbiji lainnya.
2.2.4 Manipulasi
Faktor Air Dengan Irigasi Mikro
Sektor pertanian merupakan kegiatan yang memerlukan air yang cukup besar
dalam proses produksi dan budidaya. Pengoptimalan penggunaan air irigasi
sebagai upaya untuk keberlanjutan penyediaan sumber daya air di masa datang.
Salahsatu nilai yang diperhitungkan dalam pengoptimalan air irigasi adalah
dengan menghitung produktivitas air itu sendiri.
Irigasi mikro merupakan salah satu teknologi alternative dalam irigasi yang
dapat mengefisienkan penggunaan air. Irigasi mikro didefenisikan sebagai metode
pemberian air padatanaman dengan debit yang kecil sesuai dengan kebutuhan
tanaman untuk menghindari Run-off. Irigasi mikro adalah sistem irigasi
bertekanan rendah yang dapat berbentuk pancaran air, uap air, pancuran, atau
tetes. Bentuk pemberian air berbeda karena emisi alat dan umumnya dirancang
untuk penggunaan khusus sesuai tuntutan agroekonomi atau kebutuhan hortikultura
langsung ke daerah perakaran tanaman tanpa menyebar ke seluruh permukaan tanah
yang menjadi media pertumbuhan tanaman. Komponen irigasi mikro terdiri dari
pipa,saluran tertutup, peralatan tekanan, pengendali aliran, peralatan
instalasi, fittings atauperalatan pengatur besar aliran.
Irigasi mikro saat ini banyak dipakai, terutama di negara-negara maju yang
menyadari bagaimana bernilainya air untuk kehidupan, karena sangat hemat
pemakaian sesuai tuntutan kebutuhan tanaman. Demikian juga untuk kebutuhan
pertamanan dan penghijauan tata kota, irigasi mikro banyak dipakai untuk
irigasi tanaman hias, dan tanaman keras pohon pelindung di kawasan pertamanan
bahkan untuk hutan kota. Penerapan irigasi mikro semakin luas seiring dengan
tuntutan kebutuhan air pertanianyang semakin lama semakin rentan dan sebagai
upaya dalam konservasi air yang efektif. Berkembangnya industri peralatan
irigasi mikro ini mencakup irigasi tetes; automatisasi klep dan pengendalian
air irigasi media dan filtrasi otomatis, sprayer dengan debit rendah, sprinkler
berkualitas tinggi, semakin menjamin
keberlanjutan efektivitas dan efisiensi, serta kualitaspemberian air irigasi.
2.3 Manipulasi
Faktor Lingkungan Untuk Perikanan
2.3.1 Penggunaan
Jala Sangkuriang
Temperatur air kolam memliki peran penting dalam proses pemijahan ikan.
Terutama bagi ikan-ikan yang memiliki sifat kerentanan terhadap temperatur atau
suhu seperti salah satunya adalah ikan lele.
Karena itulah, sejumlah peneliti dari Balai Pengembangan Instrumentasi,
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan "Jala Sangkuriang"
yang dirancang untuk memodifikasi temperatur suhu air dalam kolom untuk membantu
proses pemijahan ikan.
Secara umum, pengembangan jala sangkuriang ini berfungsi dalam mengatur
atau merekayasa temperatur suhu air di dalam kolam pembenihan ikan. Sehingga
temperatur suhu di dalam kolam pembenihan akan terus terjaga dalam suhu yang
ideal bagi ikan lele untuk melakukan pemijahan.
Alat bantu pemijahan ini setidaknya terdiri dari dua komponen besar yakni
sebuah heat exchanger atau penukar panas dan sebuah temperatur control system,
heat exchanger merupakan alat penukar panas serupa jaring atau jala yang dibuat
melingkar dilengkapi dengan isolator yang sensitif terhadap suhu. Sementara
temperatur control system terdiri dari heater dan chiller yang dapat diatur
secara otomatis sesuai dengan suhu yang diinginkan. Yakni suhu ideal untuk
pemijahan.
Untuk melengkapi kerja kedua alat tersebut, dalam kolam pembenihan sendiri
diletakan sensor yang berfungsi untuk mengetahui temperatur suhu air dalam
kolam. Data dari sensor ini akan diteruskan pada temeratur control system dan
diteruskan kembali ke heat exchanger untuk kemudian menukar suhu atau
temperatur dalam kolam pembenihan.
2.3.2 Manipulasi
Faktor Air Untuk Merangsang Pemijahahan Ikan
Air adalah sumber kehidupan. Dan
kehidupan ikan tidak dapat dipisahkan dengan air. Untuk keberhasilan budidaya
ikan salah satunya sangat ditentukan oleh ketersediaan air yang cukup. Baik
dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Namun, untuk mendapatkan air yang
dimaksud tidaklah semudah yang diharapkan. Idealnya untuk usaha budidaya ikan
adalah kondisi air atau saluran air berada di atas atau pada posisi yang lebih
tinggi dari area yang akan dijadikan kolam.
Manipulasi lingkungan untuk merangsang
pemijahan alami adalah sebaai berikut :
ü Mengubah
salinitas air bak agar seolah-olah ikan mengalami migrasi
ü Menurunkan
suhu air secara tiba-tiba agar seolah-olah suhu air turun akibat turun hujan
ü Menurunkan
tinggi air dan menambahnya secara tiba-tiba untuk memberi rangsangan pasang
surut sesuai siklus bulan
Pada pagi hari setelah pemberian pakan
turunkan ketinggian air hingga tinggi air maksimal 30 cm. Biarkan kondisi air
rendah tersebut selama beberapa jam agar air terpapar sinar matahari, sehingga
suhu air akan bertambah 2-40C. Pada jam 14.00 segera tambahkan air
laut hingga bak penuh. Penambahan dengan air laut ini akan menurunkan suhu air
dan juga meningkatkan salinitas air bak sehingga terdapat 3 efek sekaligus,
yaitu peningkatan salinitas, penurunan suhu dan air pasang. Lakukan langkah ini
selama beberapa hari hingga ikan memijah. Perlakuan ini dapat merangsang
pemijahan ikan. Telur yang dibuahi berwarna putih bening dan melayang
di air.
2.4 Manipulasi Faktor Lingkungan Untuk Pertanian
Dan Perikanan Dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
1. No
Poverty (Tanpa Kemiskinan)
Dengan peningkatan hasil petanian dan
perikanan sebagai bagian dari tujuan manipulasi faktor lingkungan ini
diharapkan dapat meningkatkan perekonomian penduduk. Perekonomian penduduk yang
baik dapat menurukan angka kemiskinan.
2. Zero
Hunger ( Tanpa Kelaparan)
Hasil hasil panen dari sektor
pertanian dan perikanan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan dan
mengurangi angka kelaparan.
3. Decent Work and Economic Growth ( Pekerjaan
Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
Dengan adanya manipulasi faktor
lingkungan untuk pertanian dan perikanan diharapkan dapat meningkatkan hasil
panen pada pertanian dan perikanan sehingga mampu mewujukan pekerjaan yang
layak bagi penduduk Indoneisa dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan
demikaan dapat mewujudkan tujuan pembanguna berkelanjutan.
4. Life On
Water ( Kehidupan Air )
Dengan manipulasi faktor lingkungan
khususnya pada sektor perikanan dapat meningkatkan kualitas kehidupan ekosistem
air.
5. Life On
Hald ( Kehidupan Darat )
Dengan manipulasi faktor lingkungan
khususnya pada sektor pertanian dapat meningkatkan kualitas tumbuhan tumbuhan
yang ada didarat.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Sebagai
salah satu sektor yang memberikan sumbangan terbesar dalam pendapatan penduduk
di Indonesia maka perlu dilakukannya usaha usaha yang dapat meningkatkan hasil
dari sektor pertanian dan perikanan. Salah satunya dengan mempertimbangkan
faktor lingkungan. Salah satu caranya dengan manipulasi faktor lingkungan.
Manipulasi faktor lingkungan unttuk
pertanian dan perikan dapat berupa
3.2
Saran
Diharapkan dengan berkembangnya teknologi manipulasi
faktor lingkungan untuk pertanian dan perikanan diharapkan mampu menunjang dan
meningkatkan pendapatan penduduk yang bekerja pada sektor ini. Serta dapat
mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.
DAFTAR
PUSTAKA
Undang-Undang
no. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
Suherdi, rizal. 2011. Konsep Faktor lingkungan, Online : http://rizalsuhardieksak
blogspot.com/2011/05/konsep-faktor-lingkungan.html. Diakses tanggal 13 November 2018.
Swara. 2017. Mengenal Cara Perbaikan Tanah
Pertanian. Online : http://swaragunungkidul.com/mengenal-cara-perbaikan-tanah-pertanian/. Diakses tanggal 13 November 2018.
Anonim. 2014. Green House. Online : http://kuliahftp.blogspot.com/p/blog-page_26.html. Diakses tanggal 13 November 2018.
Kambaray. 2011. Manipulasi Faktor
Angin Untuk memaksimalkan Pertumbuhan Tanaman dengan Pola Pertanaman Windbreak.
Online : https://berbagiilmukehutanan.wordpress.com/2011/03/25/manipulasi-faktor-angin-untuk-memaksimalkan-pertumbuhan-tanaman-dengan-pola-pertanaman-windbreak/. Diakses tanggal 13 November 2018.
Fakhrurroja, Hanif. 2015. Si Pengatur
Suhu Air untuk Pemijahan Ikan Lele. Online : http://lipi.go.id/lipimedia/si-pengatur-suhu-air-untuk-pemijahan-ikan-lele/10645.
Diakses tanggal 13 November 2018.
Reskiana,
kiki. 2011. Kajian Penerapan Irigasi Mikrosebagai Upaya Peningkatan
Produktivitas Air. Online : https://www.academia.edu/3518944/ Kajian_Penerapan_Sistem_Irigasi_Mikro_sebagai_Upaya_dalam_Meningkatkan_Produktivitas_Air.
Diakses tanggal 13 November 2018