GYMNOSPERMAE


Untuk mendukung agar blog ini dapat terus memberikan informasi yang anda butuhkan,anda dapat membantu kami dengan mengklik iklan atau mengklik close pada iklan yang ada diblog ini. terimakasih




BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang
Tumbuhan berbiji di kelompokkan menjadi dua anak divisi, yaitu tumbuhan berbiji terbuka(Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Pada tumbuhan biji terbuka,biji tertutup dengan daging buah atau daun buah (karpelum). Misalnya, pada cemara, pinus,dan damar. Sementara itu, pada tumbuhan berbiji tertutup, biji di tutupi oleh daging buah ataudaun buah. Misalnya, pada mangga, durian, dan jeruk. Dalam tumbuhan berbiji banyak sekaliordo ataupuun famili dari tiap divisi. Hal ini membuktikan bahwa tumbuhan berbijimerupakan tumbuhan yang dapat dikatakan tumbuhan yang memiliki bagian yang sangatlahbanyak.
Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Gymnospermae berasaldari bahasa Yunani, yaitu gymnos yang berarti telanjang dan sperma yang berarti biji,sehingga gymnospermae dapat diartikan sebagai tumbuhan berbiji terbuka.tumbuhan berbijiterbuka merupakan kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya tidak terlindung dalam bakalbuah (ovarium)
Secara harfiah Gymnospermae berarti gym = telanjang dan spermae = tumbuhan yangmenghasilkan biji. tumbuhan berbiji terbuka merupakan kelompok tumbuhan berbiji yangbijinya tidak terlindung dalam bakal buah (ovarium). Pada tumbuhan berbunga (Angiospermae, atau Magnoliophyta), biji atau bakal biji selalu terlindungi penuh oleh bakalbuah sehingga tidak terlihat dari luar. Pada Gymnospermae, biji terekspos langsung atauterletak di antara daun-daun penyusun strobilus atau runjung. Pada melinjo misalnya,"pêntil"nya (yaitu bijinya) sejak dari "kroto" hingga melinjo masak dapat dilihat, sementarapada tusam biji terletak pada runjungnya.
Gymnospermae telah hidup di bumi sejak periode Devon (410-360 juta tahun yanglalu), sebelum era dinosaurus. Pada saat itu, Gymnospermae banyak diwakili oleh kelompok yang sekarang sudah punah dan kini menjadi batu bara : Pteridospermophyta (paku biji), Bennettophyta dan Cordaitophyta. Anggota-anggotanya yang lain dapat melanjutkan keturunannya hingga sekarang. Angiospermae yang ditemui sekarang dianggap sebagai penerus dari salah satu kelompok Gymnospermae purba yang telah punah (paku biji).
Gymnospermae berasal dari Progymnospermae melalui proses evolusi biji. Haltersebut dapat dilihat dari bukti-bukti morfologi yang ada. Selanjutnya Progymnospermaedianggap sebagai nenek moyang dari tumbuhan biji. Progymnospermae mempunyaikarakteristik yang merupakan bentuk antara Trimerophyta dan tumbuhan berbiji. Meskipunkelompok ini menghasilkan spora, tetapi juga menghasilkan pertumbuhan xylem dan floemsekunder seperti pada Gymnospermae.
1.2.Tujuan praktikum
1.Mengenal sifat dan ciri tumbuhan Gymnospermae
2.Memahami klasifikasi Gymnospermae









BAB II
BAHAN DAN CARA KERJA
2.1.Bahan
1.      Cycas rumphii
2.      Pinus merkusii
3.      Gnetum gnemon
4.      Aghatis dhamara
2.2.Cara kerja
1.      Amati sifat / ciri masing – masing bahan yang tersedia. Umtuk melengkapipemahaman tentang sifat dan ciri bahan, dapat ditambahkan dari literature yangtersedia
2.      Buat deskripsi organ vegetative dan generative masing – masing objek 
3.      Tuliskan klasifikasinya secara lengkap mulai dari Divisio samapi Species
4.      Buat gambar sketsa yang memperlihatkan habitus, bagian – bagian daun dan susunan bagian– bagian bunga beserta keterangan gambar
5.      Untuk masing – masing objek perhatikan bagian khusus berikut :
1. Cycas rumphii
Amati bagaiman sifat daun, bangun anak daun, letak strobilus jantandan betina, bentuk dan keadaan daun buah ( karpel ), bentuk dan susunan bakal biji pada daun buah dan bagian – bagian bakal biji pada potongan membujur
2. Pinus merkusii
Amati bagaimana susunan daun, bangun daun, letak strobilus jantan dan betina, bentuk dan struktur strobilus, bentuk dan letak bakal biji
3. Gnetum gnemon
Amati bagaimana susunan daun, pertulangan daun, duduk daun,susunan strobilus jantan, strobilus betina dan hermaprodit, dan bagian – bagian bakal biji
4. Agathis damara
Amati bagaimana susunan daun, pertulangan daun, duduk daun,susunan strobilus jantan, strobilus betina dan hermaprodit, dan bagian – bagian bakal biji


















BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Praktikum
3.1.Cycas rumphii Miq
Kingdom     : Plantae
Divisi           : Spermatophyta
Kelas           : Cycadinae
Ordo            : Cycadales
Famili          : Cycadaceae
Genus          : Cycas
Spesies        : Cycas rumphii
Pakis haji atau populer juga dengan nama sikas adalah sekelompok tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) yang tergabung dalam marga pakis haji atau Cycas dan juga merupakan satu-satunya genus dalam suku pakishaji-pakishajian (Cycadaceae).
Deskripsi organ vegetative :
1.      Batang               
                             Batangnya tidak bercabang, bentuk percabangannya monopodial, batang berbentuk bulat (teres), arah pertumbuhan  tegak lurus (erectus), permukan batang kasar berwarna coklat kehijaun, pada kulit batang terdapat saluran lendir.
2.      Daun     
                              Daun merupakan daun tunggal, bangun daunnya berbentuk  berbagi menyirip (pinnatipartitus),tulang daun sejajar (rectinervis), tepi daun rata (integer), duduk daun roset batang, tangkai berduri tajam, daun berwarna hijau.
3.      Akar           
                             Sistem perakaran Cycas rumphii memiliki sistem perakaran serabut(radyx adventicia), berwarna kuning kecoklatan.
           Deskripsi organ generative:
1.      Bunga  
                             Bunganya  termasuk tumbuhan berkelamin terpisah berumah dua (unisexualis dioecus), yang  terdiri dua daun sporofil, yaitu mikrosporofil dan makrosporofil terdapat dalam strobilus. Makrosporofil ( strobilus betina) terdapat biji biji tumbuh disampingnya, berbentik seperti keris, terdiri dari dua ovulum atau lebih tedapat pada tepi permukaan carpellum. Mikrosporofil (strobilus jantan) berupa ruang besar yang tumbuh di ujung batang dan tersusun rapat, terdapat mikrosporangium dan mikrospora. Bunga berbentuk bulir dengan petiolus pendek dan berwarna kecoklatan.
2.      Buah
                             Blips, Ujung rata, coklat.
3.      Biji
                             Biji terdapat pada permuakan daun buah (carpellum) bentuknya bulat. Biasanya berwarna hijau dan coklat.
3.2.   Pinus merkusii Jungh
Kingdom           : Plantae
Divisi                 : Spermatophyta
Kelas                   : Coniferae
Ordo                   : Pinales
Famili                 : Pinaceae
Genus                : Pinus
Spesies              : Pinus merkusii
Pinus merkusii dengan nama daerah tusam banyak dijumpai tumbuh dibelahan bumibagian selatan. Pohon bertajuk lebat, berbentuk kerucut mempunyai perakaran cukup dalamdan kuat. Walaupun jenis ini dapat tumbuh pada berbagai ketinggian tempat, bahkanmendekati 0 meter di atas permukaan air laut, dengan tempat tumbuh yang terbaik padaketinggian tempat antara 400 – 1500 m dpl, pada tipe iklim A dan B menurut Schmidt – Ferguson, pada curah hujan sekurang-kurangnya 2000 mm/tahun tanpa dengan jumlah bulankering 0– 3 bulan
Deskripsi organ vegetatif
           
1. Batang
Batang pada Tanaman Pinus merupakan pohon yang mempunyai kayu yang keras. Pohon Pinus ini jika dilihat dari kejauhan akan tampak seperti berbentuk kerucut atau lima segitiga yang memanjang. Karena batang Pohon Pinus  ini memiliki bagian bawah yang besar dan semakin ke atas sampai puncaknya mengecil.
Bentuk batang Pohon Pinus ini membulat, memiliki tajuk pohon muda menyerupai piramida, namun ketika sudah tua menjadi lebih mneyebar dan rata. Arah tumbuh Pohon Pinus tegak lurus ke atas (erectus). Permukaan batang Pohon Pinus retak – retak dan berwarna kecoklatan. Percabangan batangnya bersifat monopodial, yaitu batang pokok (utama) tampak lebih jelas dan pertumbuhannya lebih cepat daripada batang cabang - cabangnya.

2. Daun
Daun pada Tanaman Pinus termasuk ke dalam daun majemuk (folium compositum). Pada daun Pinus ini tidak ada bagian terlebar, karena pangkal dan ujung hampir sama ukurannya. Sedangkan panjang daun sekitar 10-20 cm.
Daun Pinus memiliki ujung daun (apex folii) berbentuk meruncing (acuminatus), memiliki pangkal daun (basis folii) berbentuk rompang/ rata (truncatus) dengan diselubungi sisik berupa selaput tipis, dan juga memiliki tepi daun (margo folii) berbentuk rata (integer), serta ranting daun berukuran pendek dan berbentuk seperti jarum.

3. Akar
Akar pada Tanaman Pinus merupakan akar tunggang (radix primaria) tapi juga bercabang – cabang. Struktur akarnya kuat, mencengkeram tanah, dan berwarna cokelat. Memiliki akar lembaga yang akan terus tumbuh menjadi akar pokok yang bercabang – cabang dan menjadi akar – akar yang lebih kecil. Hal ini menyebabkan daerah perakaran menjadi luas dan jangkauan penyerapan air, unsur hara juga semakin luas.

Deskripsi organ generatif
1. Bunga
Bunga pada Tanaman Pinus termasuk ke dalam bunga berkelamin tunggal (unisexualis). Bunga Pinus ini terbagi menjadi dua, yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan memiliki bentuk silindris dengan panjang sekitar 2-4 cm.
Sedangkan bunga betina memiliki bentuk kerucut, ujungnya runcing, memiliki sisik, berwarna cokelat, dan setiap bakal biji terdapat sayap, serta terletak di sepertiga bagian atas tajuk terutama di ujung dahan. Bunga Pinus ini pada umumnya berwarna kuning ketika muda dan berwarna kecoklatan ketika sudah tua.

2. Buah
Buah pada Tanaman Pinus yaitu Buah Pinus mempunyai bentuk kerucut, namun ada juga yang silindris. Bentuknya seperti pohon natal tapi kecil. Mempunyai panjang sekitar 5-10 cm dan lebar sekitar 2-4 cm. Buah Pinus ini pada umunya berwarna cokelat dan termasuk buah semua yang tidak dapat dimakan.

3. Biji
Biji pada Tanaman Pinus berbentuk pipih dan bulat telur (oval) dan dilengkapi dengan sayap yang dihasilkan pada setiap dasar bunga (recetaculum) atau dari sisik buah. Pada setiap sisik buah menghasilkan dua biji, dan warna biji Pinus umumnya putih kekuningan

3.3.        Gnetum gnemon
Kingdom   : Plantae
Divisi        : Gnetophyta
Kelas         : Gnetopsida
Ordo         : Gnetales
Famili       : Gnetaceae
Spesies      : Gnetum gnemon L
Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) atau dalam bahasa Sunda disebut Tangkil adalahsuatu spesies tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) berbentuk pohon yang berasal dariAsia tropik, melanesia, dan Pasifik Barat.Melinjo dikenal pula dengan nama belinjo. Tanaman melinjo dapat tumbuh mencapai 100 tahun lebih dan setiap panen raya mampu menghasilkan melinjo sebanyak 80 - 100 Kg, Bila tidak dipangkas bisa mencapai ketinggian 25 m dari permukaan tanah. Tanaman melinjo dapat diperbanyak dengan carageneratif (biji) atau vegetatif (cangkokan, okulasi, penyambungan dan stek).
Deskripsi organ vegetative
1.       Akar
Akar tunggang, merayap kepermukaan, berwarna kecoklatan hingga abu–abu gelap, dan  juga dalam menembus dengan kedalam tanah 3-5 meter bahkan lebih. Perakaran ini  bermanfaat untuk menyokong tanaman agar lebih kuat dan membantu menyerap unsur air dalam tanah.
2.      Batang
Batang melinjo berbentuk bulan memanjang, dengan diamater 10-20 cm bahkan lebih, tumbuh tegak dengan panjang mencapai 15 – 20 m, permukaan batang merata. Batang juga memiliki percabangan monopodial yaitu batang terlihat jelas, besar dan panjang pertumbuhan cabangnya.
3.      Daun
Daun tunggal, berbentuk bulat oval dan terdiri dari beberapai helai daun, tepi merata, daun duduk saling berhadapan, dan memiliki pertulangan menyirip. Selain itu, bagian dalam daun akan memiliki serabut halus berwarna keputihan.
Deskripsi organ generative
1.      Bunga
Bunga tidak sempurna, terpisah antara bunga jantan dan betina. Bunga jantan ini terdiri dari  benang sari, dan bunga betina terdiri dari karangan bulir. Biasanya dalam penyerbukan ini tidak dilakukan secara langsung, namun tetapi memerlukan bantuan dari angin maupun hewan sekitarnya.
2.      Biji
 Biji melinjo terbuka, lapisan luar keras, selaput dalam dilindungi dengan tandan bunga yang  berdaging, biji berwarna hijau muda kalau belum matang dan sudah matang akan berwarna kemerahan tua.

3.4.Agathis damara
Kingdom   : Plantae
Divisi         : Spermatophyta
Kelas         : Pinopsida
Ordo          : Pinales
Famili        : Araucariaceae
Genus        : Agathis
Spesies      : Agathis damara
Pohon damar (Agathis dammara (Lamb.) Rich.) adalah sejenis pohon anggota tumbuhan runjung (Gymnospermae) yang merupakan tumbuhan asli Indonesia. Damar menyebar di Maluku, Sulawesi, hingga ke Filipina (Palawan dan Samar). Di Jawa, tumbuhan ini dibudidayakan untuk diambil getah. Tanaman ini cukup mudah untuk dibudidayakan, seperti tanaman-tanaman kayu yang lainnya. Damar dapat tumbuh pada tempat denga ketinggian diatas 400 dpal. Namun beberapa spesies damar juga ada yang dapat tumbuh dibawah ketinggian tersebut. Kondisi tanah yang dibutuhkan relatif subur serta memiliki solum dengan curah hujan rata-rata 3000-4000 mm per tahun. Pohon ini tidak tahan dengan musim panas, jadi hanya tumbuh di tempat yang banyak hujannya seperti di daerah tropis.

Deskripsi organ vegetatif
1. Batang
      Pohon yang besar, tinggi hingga 65m; berbatang bulat silindris dengan diameter yang mencapai lebih dari 1,5 m. batang berwarna abu abu , tumbuh tegak lurus dan berkayu serta memiliki lenti sel. Batang ini mempunyai unur kimia berupa resin, sering dimanfaatkan sebagi obat gosok, bahan cat, kosmetik, plastik dan bahan korek api.
2. Daun
      Daun damar merupkan daun tunggal yang letaknya berhadapan. Bentuk daun tanaman ini lonjong dan tebal. Bagian tepi daun merata dengan ujung daun pangkal daun runcing. Panjang daun kurang lebih 10 cm dengan lebar kira kira 5 cm. Pertulangan daunnya menyirip dengan tangkai yang panjang sekitar 2 cm. Warna daun hijau tua dan mengkilap.

3. Akar
      Akar tanaman damar merupakan akar tunggang yang kuat da berwarna kecoklatan. Akar tanaman ini mempunyai khasiat sebagai obat luka.

Deskripsi organ generatif
1. Bunga
      Bunga tanaman damar merupakan bunga majemuk berumah satu. Bunga jantan menumpuk pada daun yang masih muda. Bentuk bunganya silindris, ujung runcing, bersisik, merah kecoklatan.
2. Buah
      Lonjong, berperisai pipih seperti sisik, panjang ± 6 mm, putih kekuningan.
3. Biji
      Biji damar berwarna putih dengan bentuk pipih
B.     PEMBAHASAN
1.    Perbedaan dan persamaan sifat/ciri semua objek dengan sifat/ciri yang terdapat pada paku
3.5.                   Cycas rumphii Miq dan Paku
Perbedaan Cycas rumphii dengan tumbuhan paku:
1.      Tumbuhan Cycas rumphii secara filogenetik termasuk kedalam divisi spermathopyta sedangkan tumbuhan paku masuk kedalam divi pteridophyta.
2.      Tumbuhan Cycas rumphii memiliki habitus berupa Perdu sedangkan tumbuhan paku memiliki habitus berupa herba
3.      Tumbuhan Cycas rumphii  merupakan tumbuhan berbiji yaitu berbiji terbuka sedangkan tumbuhan paku merupakan tumbuhan tidak berbiji
4.      Tumbuhan Cycas rumphii memiliki akar serabut sedangkan tumbuhan paku juga memiliki akar serabut

Persamaan tumbuhan Cycas rumphii dengan tumbuhan paku:
1.      Sama sama mempunyai struktur tubuh yaitu mempunyai batang, akar dan daun
2.      Sama sama tersusun oleh banyak sel (multiseluler)
3.       Bersifat autotrof

3.6.                   Pinus merkusii Jungh dan Paku
Perbedaan Pinus merkusii dengan tumbuhan paku:
5.      Tumbuhan Pinus merkusii secara filogenetik termasuk kedalam divisi spermathopyta sedangkan tumbuhan paku masuk kedalam divi pteridophyta.
6.      Tumbuhan Pinus merkusii memiliki habitus berupa Pohon sedangkan tumbuhan paku memiliki habitus berupa herba
7.      Tumbuhan Pinus merkusii merupakan tumbuhan berbiji yaitu berbiji terbuka sedangkan tumbuhan paku merupakan tumbuhan tidak berbiji
8.      Tumbuhan Pinus merkusii memiliki akar tunggang sedangkan tumbuhan paku juga memiliki akar serabut

Persamaan tumbuhan Pinus merkusii dengan tumbuhan paku:
4.      Sama sama mempunyai struktur tubuh yaitu mempunyai batang, akar dan daun
5.      Sama sama tersusun oleh banyak sel (multiseluler)
6.       Bersifat autotrof

3.7.                   Gnetum gnemon dan Paku
Perbedaan Gnetum gnemon dengan tumbuhan paku:
9.      Tumbuhan Gnetum gnemon secara filogenetik termasuk kedalam divisi spermathopyta sedangkan tumbuhan paku masuk kedalam divi pteridophyta.
10.  Tumbuhan Gnetum gnemon memiliki habitus berupa Pohon sedangkan tumbuhan paku memiliki habitus berupa herba
11.  Tumbuhan Gnetum gnemon merupakan tumbuhan berbiji yaitu berbiji terbuka sedangkan tumbuhan paku merupakan tumbuhan tidak berbiji
12.  Tumbuhan Gnetum gnemon memiliki akar tunggang sedangkan tumbuhan paku juga memiliki akar serabut

Persamaan tumbuhan Gnetum gnemon dengan tumbuhan paku:
7.      Sama sama mempunyai struktur tubuh yaitu mempunyai batang, akar dan daun
8.      Sama sama tersusun oleh banyak sel (multiseluler)
9.       Bersifat autotrof

3.8.                   Agathis damara dan Paku
Perbedaan Agathis damara dengan tumbuhan paku:
1.      Tumbuhan Agathis damara secara filogenetik termasuk kedalam divisi spermathopyta sedangkan tumbuhan paku masuk kedalam divi pteridophyta.
2.      Tumbuhan Agathis damara memiliki habitus berupa pohon sedangkan tumbuhan paku memiliki habitus berupa herba
3.      Tumbuhan Agathis damara merupakan tumbuhan berbiji yaitu berbiji terbuka sedangkan tumbuhan paku merupakan tumbuhan tidak berbiji
4.      Tumbuhan Agathis damara memiliki akar tunggang sedangkan tumbuhan paku memiliki akar serabut
Persamaan tumbuhan Agathis damara dengan paku:
1.      Sama sama mempunyai struktur tubuh yaitu mempunyai batang, akar dan daun
2.      Sama sama tersusun oleh banyak sel (multiseluler)
3.      Bersifat autotrof





4.    Sifat/ciri yang membedakan jenis yang satu lebih maju atau lebih primitif dibanding jenis lainnya
Jika dibandingkan antara pakis haji, pinus merkusi,melinjo,damar dengan tumbuhan paku, maka kita dapat mengetahui bahwa tumbuhan pakis haji, pinus merkusi,melinjo,damar lebih maju dibandingkan dengan tumbuhan paku.
            Jika kita perhatikan, tumbuhan pakis haji, pinus merkusi,melinjo,damar termasuk kedalam sub divisi gymnospermae dan sub divisi gymnospermae masuk kedalam divisi spermatophyta. Sedangkan tumbuhan paku masuk kedalam divisi pteridophyta. Jika kita bandingkan divisi spermathopyta merupakan tumbuhan yang paling maju diantara jenis tumbuhan lainnya termasuk pteridophtya. Misalnya dari segi organnya, walaupun antara spermathophyta dengan pteridophyta sama sama telah memiliki akar, batang dan daun, namun spermathophyta setingkat lebih baik dibandingkan pteridophyta. Selain itu ciri utama spermathopyta yang tidak dimiliki pteridophyta dan membuatnya lebih maju yaitu mampu menghasilkan biji sebagai organ generatifnya.
            Jadi pakis haji, pinus merkusi, melinjo dan damar lebih maju dibandingkan tumbuhan paku karena telah mampu menghasilkan biji sebagai organ generatifnya.
3.9.       Tabel perbedaan sifat/ciri antara divisi Pteridophyta dan Spermatophyta
Aspek pembeda
Pteridophyta
Spermatophyta
Tubuh
Kormus
Kormus
Jumlah sel penyusun tubuh
multiseluler
multiseluler
Perkembangbiakan
Aseksual dan seksual
Aseksual dan seksual
Alat perkembangbiakan
Bagian tubuh (kuncup, dll.), spora
Bagian tubuh, biji
Alat kelamin (gametangium)
Antheridium
Tereduksi
Akar
Akar yang tidak keluar dari kutub akar
Akar keluar dari kutub akar
Batang
Ada
Ada
Daun
Ada
Ada
Bunga
Kumpulan sporofil
Strobilus, bunga
Buah
-
Ada
Biji
Ada yang punya
Ada















BAB IV
KESIMPULAN

Tumbuhan Cycas rumphii, Pinus merkusii, Gnetum gnemon,dan Agathis damara termasuk kedalam sub divisi gymnospermae dan sub divisi gymnospermae masuk kedalam divisi spermatophyta. Jika keempat spesies tersebut dibandingkan dengan tumbujhan Paku, maka kita dapat mengetahui bahwa keempat spesies tumbuhan tersebut lebih maju daripada tumbuhan paku. Karena tumbuhan paku masuk kedalam divisi pteridophyta. Jika kita bandingkan dengan divisi spermathopyta, maka divisi spermathopyta merupakan tumbuhan yang paling maju diantara jenis tumbuhan lainnya termasuk pteridophtya.
















DAFTAR PUSTAKA
Campbell, A Neil. 2008. Biologi Jilid 2 Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Andryana. 2008. Pinophyta. http://dreycaem.blogspot.com (diakses pada tanggal 06 Mei 2018).
Phika, dkk. 2011. Makalah Pakis Haji. http://phikaainnadyahasan.blogspot.com (diakses pada tanggal 06 Mei 2018).
Triandari. 2009. Tumbuhan Pinophyta. http://triandari09.blogspot.com (diakses pada tanggal 06 Mei 2018).
Wikipedia. 2012. Tumbuhan Runjung. http://id.wikipedia.org (diakses pada tanggal 06 Mei 2018)










Description: Hasil gambar untuk deskripsi cycas rumphiiDescription: Gambar terkaitLAMPIRAN
                  
 Strobilus Jantan Cycas rumphii                                     Strobilus betina cycas rumphii
Objek praktikum Cycas rumphii




Description: D:\Pinus_merkusii.jpg Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVgjBskqnPotxTTXB1jmFWTx2LJCxiPibdCQ1ObSwIId_s-MJaDCXLJkNYMvi2DCON83PqeEmwZIAdXj-38eYEgOafEQPuqL8hUvIfQTNMzGMgL-guHn2edFJ6LbAtN_4dRk-RnxGsOT_-/s320/klasifikasi+dan+morfologi+tanaman+pinus.jpg
 








Srobilus Jantan Pinus merkusii                                         Strobilus betina Pinus merkusii
Objek praktikum Pinus merkusii





Strobilus betina dan strobilus jantan Agathis damara

Objek praktikum Agathis damara

     
     Strobilus betina Gnetum gnemon           Strobilus jantan Gnetum gnemon

Objek praktikum Gnetum gnemon




Postingan populer dari blog ini

PENGENDALIAN MIKROBA

ZAT ADIKTIF MAKANAN