GYMNOSPERMAE
Untuk mendukung agar blog ini dapat terus memberikan informasi yang anda butuhkan,anda dapat membantu kami dengan mengklik iklan atau mengklik close pada iklan yang ada diblog ini. terimakasih
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
belakang
Tumbuhan berbiji di kelompokkan menjadi dua anak
divisi, yaitu tumbuhan berbiji terbuka(Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup
(Angiospermae). Pada tumbuhan biji terbuka,biji tertutup dengan daging buah
atau daun buah (karpelum). Misalnya, pada cemara, pinus,dan damar. Sementara
itu, pada tumbuhan berbiji tertutup, biji di tutupi oleh daging buah ataudaun
buah. Misalnya, pada mangga, durian, dan jeruk. Dalam tumbuhan berbiji banyak
sekaliordo ataupuun famili dari tiap divisi. Hal ini membuktikan bahwa tumbuhan
berbijimerupakan tumbuhan yang dapat dikatakan tumbuhan yang memiliki bagian
yang sangatlahbanyak.
Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji
terbuka. Gymnospermae berasaldari bahasa Yunani, yaitu gymnos yang berarti
telanjang dan sperma yang berarti biji,sehingga gymnospermae dapat diartikan
sebagai tumbuhan berbiji terbuka.tumbuhan berbijiterbuka merupakan kelompok
tumbuhan berbiji yang bijinya tidak terlindung dalam bakalbuah (ovarium)
Secara harfiah Gymnospermae berarti gym = telanjang
dan spermae = tumbuhan yangmenghasilkan biji. tumbuhan berbiji terbuka
merupakan kelompok tumbuhan berbiji yangbijinya tidak terlindung dalam bakal
buah (ovarium). Pada tumbuhan berbunga (Angiospermae, atau Magnoliophyta), biji
atau bakal biji selalu terlindungi penuh oleh bakalbuah sehingga tidak terlihat
dari luar. Pada Gymnospermae, biji terekspos langsung atauterletak di antara
daun-daun penyusun strobilus atau runjung. Pada melinjo
misalnya,"pêntil"nya (yaitu bijinya) sejak dari "kroto"
hingga melinjo masak dapat dilihat, sementarapada tusam biji terletak pada
runjungnya.
Gymnospermae telah hidup di bumi sejak periode Devon
(410-360 juta tahun yanglalu), sebelum era dinosaurus. Pada saat itu,
Gymnospermae banyak diwakili oleh kelompok yang sekarang sudah punah dan kini
menjadi batu bara : Pteridospermophyta (paku biji), Bennettophyta dan
Cordaitophyta. Anggota-anggotanya yang lain dapat melanjutkan keturunannya
hingga sekarang. Angiospermae yang ditemui sekarang dianggap sebagai penerus
dari salah satu kelompok Gymnospermae purba yang telah punah (paku biji).
Gymnospermae berasal dari Progymnospermae melalui
proses evolusi biji. Haltersebut dapat dilihat dari bukti-bukti morfologi yang
ada. Selanjutnya Progymnospermaedianggap sebagai nenek moyang dari tumbuhan
biji. Progymnospermae mempunyaikarakteristik yang merupakan bentuk antara
Trimerophyta dan tumbuhan berbiji. Meskipunkelompok ini menghasilkan spora, tetapi
juga menghasilkan pertumbuhan xylem dan floemsekunder seperti pada Gymnospermae.
1.2.Tujuan praktikum
1.Mengenal sifat
dan ciri tumbuhan Gymnospermae
2.Memahami
klasifikasi Gymnospermae
BAB II
BAHAN DAN CARA KERJA
2.1.Bahan
1. Cycas
rumphii
2. Pinus
merkusii
3. Gnetum
gnemon
4. Aghatis
dhamara
2.2.Cara kerja
1. Amati
sifat / ciri masing – masing bahan yang tersedia. Umtuk
melengkapipemahaman tentang sifat dan ciri bahan, dapat ditambahkan dari
literature yangtersedia
2. Buat
deskripsi organ vegetative dan generative masing – masing
objek
3. Tuliskan
klasifikasinya secara lengkap mulai dari Divisio samapi Species
4. Buat
gambar sketsa yang memperlihatkan habitus, bagian – bagian daun
dan susunan bagian– bagian bunga beserta keterangan gambar
5. Untuk
masing – masing objek perhatikan bagian khusus berikut :
1. Cycas rumphii
Amati bagaiman
sifat daun, bangun anak daun, letak strobilus jantandan betina, bentuk dan
keadaan daun buah ( karpel ), bentuk dan susunan bakal biji pada daun buah dan
bagian – bagian bakal biji pada potongan membujur
2. Pinus merkusii
Amati bagaimana
susunan daun, bangun daun, letak strobilus jantan dan betina, bentuk dan
struktur strobilus, bentuk dan letak bakal biji
3. Gnetum gnemon
Amati bagaimana
susunan daun, pertulangan daun, duduk daun,susunan strobilus jantan, strobilus
betina dan hermaprodit, dan bagian – bagian bakal biji
4. Agathis damara
Amati bagaimana
susunan daun, pertulangan daun, duduk daun,susunan strobilus jantan, strobilus
betina dan hermaprodit, dan bagian – bagian bakal biji
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Praktikum
3.1.Cycas rumphii Miq
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Cycadinae
Ordo : Cycadales
Famili : Cycadaceae
Genus : Cycas
Spesies : Cycas rumphii
Pakis haji atau populer juga dengan nama sikas adalah sekelompok tumbuhan
berbiji terbuka (Gymnospermae) yang
tergabung dalam marga pakis haji atau Cycas
dan juga merupakan satu-satunya genus dalam suku pakishaji-pakishajian
(Cycadaceae).
Deskripsi organ vegetative :
1. Batang
Batangnya tidak bercabang, bentuk percabangannya monopodial, batang
berbentuk bulat (teres), arah pertumbuhan tegak lurus (erectus), permukan batang
kasar berwarna coklat kehijaun, pada kulit batang terdapat saluran lendir.
2. Daun
Daun merupakan daun tunggal, bangun daunnya
berbentuk berbagi menyirip (pinnatipartitus),tulang
daun sejajar (rectinervis), tepi daun rata (integer), duduk daun
roset batang, tangkai berduri tajam, daun berwarna hijau.
3. Akar
Sistem perakaran Cycas
rumphii memiliki sistem perakaran serabut(radyx adventicia),
berwarna kuning kecoklatan.
Deskripsi organ
generative:
1. Bunga
Bunganya termasuk tumbuhan berkelamin terpisah berumah
dua (unisexualis dioecus), yang terdiri dua daun sporofil, yaitu
mikrosporofil dan makrosporofil terdapat dalam strobilus. Makrosporofil
( strobilus betina) terdapat biji biji tumbuh disampingnya, berbentik
seperti keris, terdiri dari dua ovulum atau lebih tedapat pada tepi
permukaan carpellum. Mikrosporofil (strobilus jantan) berupa ruang besar
yang tumbuh di ujung batang dan tersusun rapat, terdapat mikrosporangium dan
mikrospora. Bunga berbentuk bulir dengan petiolus pendek dan
berwarna kecoklatan.
2. Buah
Blips,
Ujung rata, coklat.
3. Biji
Biji
terdapat pada permuakan daun buah (carpellum) bentuknya bulat. Biasanya
berwarna hijau dan coklat.
3.2. Pinus merkusii Jungh
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Coniferae
Ordo : Pinales
Famili : Pinaceae
Genus : Pinus
Spesies : Pinus merkusii
Pinus merkusii dengan nama daerah
tusam banyak dijumpai tumbuh dibelahan bumibagian selatan. Pohon bertajuk
lebat, berbentuk kerucut mempunyai perakaran cukup dalamdan kuat. Walaupun
jenis ini dapat tumbuh pada berbagai ketinggian tempat, bahkanmendekati 0 meter
di atas permukaan air laut, dengan tempat tumbuh yang terbaik padaketinggian
tempat antara 400 – 1500 m dpl, pada tipe iklim A dan B menurut Schmidt –
Ferguson, pada curah hujan sekurang-kurangnya 2000 mm/tahun tanpa dengan jumlah
bulankering 0– 3 bulan
Deskripsi
organ vegetatif
1. Batang
Batang
pada Tanaman Pinus merupakan pohon yang mempunyai kayu yang keras. Pohon Pinus
ini jika dilihat dari kejauhan akan tampak seperti berbentuk kerucut atau lima
segitiga yang memanjang. Karena batang Pohon Pinus ini memiliki bagian
bawah yang besar dan semakin ke atas sampai puncaknya mengecil.
Bentuk batang Pohon Pinus ini membulat, memiliki tajuk
pohon muda menyerupai piramida, namun ketika sudah tua menjadi lebih mneyebar
dan rata. Arah tumbuh Pohon Pinus tegak lurus ke atas (erectus). Permukaan
batang Pohon Pinus retak – retak dan berwarna kecoklatan. Percabangan batangnya
bersifat monopodial, yaitu batang pokok (utama) tampak lebih jelas dan
pertumbuhannya lebih cepat daripada batang cabang - cabangnya.
2. Daun
Daun pada Tanaman Pinus termasuk ke dalam daun majemuk
(folium compositum). Pada daun Pinus ini tidak ada bagian terlebar, karena
pangkal dan ujung hampir sama ukurannya. Sedangkan panjang daun sekitar 10-20
cm.
Daun Pinus memiliki ujung daun (apex folii) berbentuk
meruncing (acuminatus), memiliki pangkal daun (basis folii) berbentuk rompang/
rata (truncatus) dengan diselubungi sisik berupa selaput tipis, dan juga
memiliki tepi daun (margo folii) berbentuk rata (integer), serta ranting daun
berukuran pendek dan berbentuk seperti jarum.
3. Akar
Akar pada Tanaman Pinus merupakan akar tunggang (radix
primaria) tapi juga bercabang – cabang. Struktur akarnya kuat, mencengkeram
tanah, dan berwarna cokelat. Memiliki akar lembaga yang akan terus tumbuh
menjadi akar pokok yang bercabang – cabang dan menjadi akar – akar yang lebih
kecil. Hal ini menyebabkan daerah perakaran menjadi luas dan jangkauan
penyerapan air, unsur hara juga semakin luas.
Deskripsi organ generatif
1. Bunga
1. Bunga
Bunga pada Tanaman Pinus termasuk ke dalam bunga
berkelamin tunggal (unisexualis). Bunga Pinus ini terbagi menjadi dua, yaitu
bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan memiliki bentuk silindris dengan
panjang sekitar 2-4 cm.
Sedangkan
bunga betina memiliki bentuk kerucut, ujungnya runcing, memiliki sisik,
berwarna cokelat, dan setiap bakal biji terdapat sayap, serta terletak di
sepertiga bagian atas tajuk terutama di ujung dahan. Bunga Pinus ini pada
umumnya berwarna kuning ketika muda dan berwarna kecoklatan ketika sudah tua.
2. Buah
Buah pada Tanaman Pinus yaitu Buah Pinus mempunyai
bentuk kerucut, namun ada juga yang silindris. Bentuknya seperti pohon natal
tapi kecil. Mempunyai panjang sekitar 5-10 cm dan lebar sekitar 2-4 cm. Buah
Pinus ini pada umunya berwarna cokelat dan termasuk buah semua yang tidak dapat
dimakan.
3. Biji
Biji pada Tanaman Pinus berbentuk pipih dan bulat
telur (oval) dan dilengkapi dengan sayap yang dihasilkan pada setiap dasar
bunga (recetaculum) atau dari sisik buah. Pada setiap sisik buah menghasilkan
dua biji, dan warna biji Pinus umumnya putih kekuningan
3.3.
Gnetum
gnemon
Kingdom : Plantae
Divisi : Gnetophyta
Kelas : Gnetopsida
Ordo : Gnetales
Famili : Gnetaceae
Spesies : Gnetum
gnemon L
Melinjo
(Gnetum gnemon Linn.) atau dalam bahasa Sunda disebut Tangkil adalahsuatu
spesies tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) berbentuk pohon yang berasal
dariAsia tropik, melanesia, dan Pasifik Barat.Melinjo dikenal pula dengan nama
belinjo. Tanaman melinjo dapat tumbuh mencapai 100 tahun lebih dan setiap panen
raya mampu menghasilkan melinjo sebanyak 80 - 100 Kg, Bila tidak dipangkas bisa
mencapai ketinggian 25 m dari permukaan tanah. Tanaman melinjo dapat
diperbanyak dengan carageneratif (biji) atau vegetatif (cangkokan, okulasi,
penyambungan dan stek).
Deskripsi organ
vegetative
1. Akar
Akar tunggang, merayap kepermukaan,
berwarna kecoklatan hingga abu–abu gelap, dan
juga dalam menembus dengan kedalam tanah 3-5 meter bahkan lebih.
Perakaran ini bermanfaat untuk menyokong
tanaman agar lebih kuat dan membantu menyerap unsur air dalam tanah.
2. Batang
Batang melinjo berbentuk bulan
memanjang, dengan diamater 10-20 cm bahkan lebih, tumbuh tegak dengan panjang
mencapai 15 – 20 m, permukaan batang merata. Batang juga memiliki percabangan
monopodial yaitu batang terlihat jelas, besar dan panjang pertumbuhan cabangnya.
3. Daun
Daun tunggal, berbentuk bulat oval
dan terdiri dari beberapai helai daun, tepi merata, daun duduk saling
berhadapan, dan memiliki pertulangan menyirip. Selain itu, bagian dalam daun
akan memiliki serabut halus berwarna keputihan.
Deskripsi organ
generative
1. Bunga
Bunga
tidak sempurna, terpisah antara bunga jantan dan betina. Bunga jantan ini
terdiri dari benang sari, dan bunga
betina terdiri dari karangan bulir. Biasanya dalam penyerbukan ini tidak
dilakukan secara langsung, namun tetapi memerlukan bantuan dari angin maupun
hewan sekitarnya.
2. Biji
Biji melinjo terbuka, lapisan luar keras,
selaput dalam dilindungi dengan tandan bunga yang berdaging, biji berwarna hijau muda kalau
belum matang dan sudah matang akan berwarna kemerahan tua.
3.4.Agathis damara
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Pinopsida
Ordo : Pinales
Famili : Araucariaceae
Genus : Agathis
Spesies : Agathis
damara
Pohon
damar (Agathis dammara (Lamb.) Rich.) adalah sejenis pohon anggota tumbuhan
runjung (Gymnospermae) yang merupakan tumbuhan asli Indonesia. Damar menyebar
di Maluku, Sulawesi, hingga ke Filipina (Palawan dan Samar). Di Jawa, tumbuhan
ini dibudidayakan untuk diambil getah. Tanaman ini cukup mudah untuk
dibudidayakan, seperti tanaman-tanaman kayu yang lainnya. Damar dapat tumbuh
pada tempat denga ketinggian diatas 400 dpal. Namun beberapa spesies damar juga
ada yang dapat tumbuh dibawah ketinggian tersebut. Kondisi tanah yang
dibutuhkan relatif subur serta memiliki solum dengan curah hujan rata-rata
3000-4000 mm per tahun. Pohon ini tidak tahan dengan musim panas, jadi hanya
tumbuh di tempat yang banyak hujannya seperti di daerah tropis.
Deskripsi
organ vegetatif
1. Batang
Pohon yang besar, tinggi hingga 65m;
berbatang bulat silindris dengan diameter yang mencapai lebih dari 1,5 m.
batang berwarna abu abu , tumbuh tegak lurus dan berkayu serta memiliki lenti
sel. Batang ini mempunyai unur kimia berupa resin, sering dimanfaatkan sebagi
obat gosok, bahan cat, kosmetik, plastik dan bahan korek api.
2. Daun
Daun damar merupkan daun tunggal yang
letaknya berhadapan. Bentuk daun tanaman ini lonjong dan tebal. Bagian tepi
daun merata dengan ujung daun pangkal daun runcing. Panjang daun kurang lebih
10 cm dengan lebar kira kira 5 cm. Pertulangan daunnya menyirip dengan tangkai
yang panjang sekitar 2 cm. Warna daun hijau tua dan mengkilap.
3. Akar
Akar tanaman damar merupakan akar tunggang
yang kuat da berwarna kecoklatan. Akar tanaman ini mempunyai khasiat sebagai
obat luka.
Deskripsi
organ generatif
1. Bunga
Bunga tanaman damar merupakan bunga
majemuk berumah satu. Bunga jantan menumpuk pada daun yang masih muda. Bentuk
bunganya silindris, ujung runcing, bersisik, merah kecoklatan.
2. Buah
Lonjong, berperisai pipih seperti sisik,
panjang ± 6 mm, putih kekuningan.
3. Biji
Biji damar berwarna putih dengan bentuk
pipih
B.
PEMBAHASAN
1.
Perbedaan
dan persamaan sifat/ciri semua objek dengan sifat/ciri yang terdapat pada paku
3.5.
Cycas
rumphii Miq dan Paku
Perbedaan Cycas rumphii dengan tumbuhan
paku:
1. Tumbuhan
Cycas rumphii secara filogenetik
termasuk kedalam divisi spermathopyta sedangkan tumbuhan paku masuk kedalam
divi pteridophyta.
2. Tumbuhan
Cycas rumphii memiliki habitus berupa
Perdu sedangkan tumbuhan paku memiliki habitus berupa herba
3. Tumbuhan
Cycas rumphii merupakan tumbuhan berbiji yaitu berbiji
terbuka sedangkan tumbuhan paku merupakan tumbuhan tidak berbiji
4. Tumbuhan
Cycas rumphii memiliki akar serabut
sedangkan tumbuhan paku juga memiliki akar serabut
Persamaan tumbuhan Cycas rumphii dengan
tumbuhan paku:
1. Sama
sama mempunyai struktur tubuh yaitu mempunyai batang, akar dan daun
2. Sama
sama tersusun oleh banyak sel (multiseluler)
3. Bersifat autotrof
3.6.
Pinus
merkusii Jungh dan Paku
Perbedaan Pinus merkusii dengan tumbuhan
paku:
5. Tumbuhan
Pinus merkusii secara filogenetik
termasuk kedalam divisi spermathopyta sedangkan tumbuhan paku masuk kedalam
divi pteridophyta.
6. Tumbuhan
Pinus merkusii memiliki habitus berupa Pohon sedangkan tumbuhan paku memiliki
habitus berupa herba
7. Tumbuhan
Pinus merkusii merupakan tumbuhan berbiji yaitu berbiji terbuka sedangkan
tumbuhan paku merupakan tumbuhan tidak berbiji
8. Tumbuhan
Pinus merkusii memiliki akar tunggang sedangkan tumbuhan paku juga memiliki akar
serabut
Persamaan tumbuhan Pinus merkusii dengan
tumbuhan paku:
4. Sama
sama mempunyai struktur tubuh yaitu mempunyai batang, akar dan daun
5. Sama
sama tersusun oleh banyak sel (multiseluler)
6. Bersifat autotrof
3.7.
Gnetum
gnemon dan Paku
Perbedaan Gnetum gnemon dengan tumbuhan paku:
9. Tumbuhan
Gnetum gnemon secara filogenetik
termasuk kedalam divisi spermathopyta sedangkan tumbuhan paku masuk kedalam
divi pteridophyta.
10. Tumbuhan
Gnetum gnemon memiliki habitus berupa
Pohon sedangkan tumbuhan paku memiliki habitus berupa herba
11. Tumbuhan
Gnetum gnemon merupakan tumbuhan
berbiji yaitu berbiji terbuka sedangkan tumbuhan paku merupakan tumbuhan tidak
berbiji
12. Tumbuhan
Gnetum gnemon memiliki akar tunggang
sedangkan tumbuhan paku juga memiliki akar serabut
Persamaan tumbuhan Gnetum gnemon dengan tumbuhan paku:
7. Sama
sama mempunyai struktur tubuh yaitu mempunyai batang, akar dan daun
8. Sama
sama tersusun oleh banyak sel (multiseluler)
9. Bersifat autotrof
3.8.
Agathis
damara dan Paku
Perbedaan
Agathis damara dengan tumbuhan paku:
1. Tumbuhan
Agathis damara secara filogenetik
termasuk kedalam divisi spermathopyta sedangkan tumbuhan paku masuk kedalam
divi pteridophyta.
2. Tumbuhan
Agathis damara memiliki habitus
berupa pohon sedangkan tumbuhan paku memiliki habitus berupa herba
3. Tumbuhan
Agathis damara merupakan tumbuhan
berbiji yaitu berbiji terbuka sedangkan tumbuhan paku merupakan tumbuhan tidak
berbiji
4. Tumbuhan
Agathis damara memiliki akar tunggang
sedangkan tumbuhan paku memiliki akar serabut
Persamaan
tumbuhan Agathis damara dengan paku:
1. Sama
sama mempunyai struktur tubuh yaitu mempunyai batang, akar dan daun
2. Sama
sama tersusun oleh banyak sel (multiseluler)
3. Bersifat
autotrof
4.
Sifat/ciri yang membedakan jenis yang satu lebih maju atau lebih
primitif dibanding jenis lainnya
Jika dibandingkan antara pakis haji, pinus
merkusi,melinjo,damar dengan tumbuhan paku, maka kita dapat mengetahui bahwa
tumbuhan pakis haji, pinus merkusi,melinjo,damar lebih maju dibandingkan dengan
tumbuhan paku.
Jika kita perhatikan,
tumbuhan pakis haji, pinus merkusi,melinjo,damar termasuk kedalam sub divisi
gymnospermae dan sub divisi gymnospermae masuk kedalam divisi spermatophyta.
Sedangkan tumbuhan paku masuk kedalam divisi pteridophyta. Jika kita bandingkan
divisi spermathopyta merupakan tumbuhan yang paling maju diantara jenis
tumbuhan lainnya termasuk pteridophtya. Misalnya dari segi organnya, walaupun
antara spermathophyta dengan pteridophyta sama sama telah memiliki akar, batang
dan daun, namun spermathophyta setingkat lebih baik dibandingkan pteridophyta.
Selain itu ciri utama spermathopyta yang tidak dimiliki pteridophyta dan
membuatnya lebih maju yaitu mampu menghasilkan biji sebagai organ generatifnya.
Jadi pakis haji, pinus
merkusi, melinjo dan damar lebih maju dibandingkan tumbuhan paku karena telah
mampu menghasilkan biji sebagai organ generatifnya.
3.9. Tabel perbedaan sifat/ciri
antara divisi Pteridophyta dan Spermatophyta
|
Aspek pembeda
|
Pteridophyta
|
Spermatophyta
|
|
Tubuh
|
Kormus
|
Kormus
|
|
Jumlah
sel penyusun tubuh
|
multiseluler
|
multiseluler
|
|
Perkembangbiakan
|
Aseksual dan seksual
|
Aseksual dan seksual
|
|
Alat
perkembangbiakan
|
Bagian tubuh (kuncup, dll.), spora
|
Bagian tubuh, biji
|
|
Alat
kelamin (gametangium)
|
Antheridium
|
Tereduksi
|
|
Akar
|
Akar yang tidak keluar dari kutub akar
|
Akar keluar dari kutub akar
|
|
Batang
|
Ada
|
Ada
|
|
Daun
|
Ada
|
Ada
|
|
Bunga
|
Kumpulan sporofil
|
Strobilus, bunga
|
|
Buah
|
-
|
Ada
|
|
Biji
|
Ada yang punya
|
Ada
|
BAB
IV
KESIMPULAN
Tumbuhan Cycas
rumphii, Pinus merkusii, Gnetum gnemon,dan Agathis damara termasuk kedalam sub divisi gymnospermae dan sub
divisi gymnospermae masuk kedalam divisi spermatophyta. Jika keempat spesies
tersebut dibandingkan dengan tumbujhan Paku, maka kita dapat mengetahui bahwa
keempat spesies tumbuhan tersebut lebih maju daripada tumbuhan paku. Karena tumbuhan
paku masuk kedalam divisi pteridophyta. Jika kita bandingkan dengan divisi
spermathopyta, maka divisi spermathopyta merupakan tumbuhan yang paling maju
diantara jenis tumbuhan lainnya termasuk pteridophtya.
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell, A Neil.
2008. Biologi Jilid 2 Edisi
Kedelapan. Jakarta: Erlangga.
Tjitrosoepomo, Gembong.
2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada University
Press.
Phika, dkk. 2011. Makalah
Pakis Haji. http://phikaainnadyahasan.blogspot.com (diakses pada tanggal 06 Mei 2018).
Triandari. 2009. Tumbuhan
Pinophyta. http://triandari09.blogspot.com (diakses pada tanggal 06
Mei 2018).

LAMPIRAN
Strobilus Jantan Cycas rumphii Strobilus betina cycas rumphii

Objek praktikum
Cycas rumphii
Srobilus
Jantan Pinus merkusii Strobilus
betina Pinus merkusii

Objek praktikum Pinus merkusii

Strobilus betina dan strobilus jantan Agathis damara

Objek
praktikum Agathis damara

Strobilus betina Gnetum gnemon Strobilus jantan Gnetum gnemon
Objek
praktikum Gnetum gnemon

