KEEFEKTIFAN DOLOMIT TERHADAP BERAT KERING BATANG DAN DAUN Zea mays VARIETAS BONANZA F1


Untuk mendukung agar blog ini dapat terus memberikan informasi yang anda butuhkan,anda dapat membantu kami dengan mengklik iklan atau mengklik close pada iklan yang ada diblog ini. terimakasih


ABSTRAK
Tanah gambut mempunyai pH yang rendah sehingga menimbulkan kendala dalam menyediakan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Upaya untuk mengatasi hal ini yaitu dengan menambahkan dolomit. Dolomit memberi nutrisi yang berharga bagi tanaman, yaitu membantu mengubah pH tanah sesuai kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dolomit terhadap berat kering batang dan daun jagung (Zea mays) varietas bonanza F1. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan 6 perlakuan yaitu 0 (kontrol), kadar 20, 30, 40, 50, 60 gram. Berat kering batang dan daun diukur dengan timbangan analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dolomit pada tanah gambut tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat kering batang dan daun tanaman jagung (Zea mays) varietas bonanza F1.

Kata kunci : Berat kering, dolomit, gambut, Zea mays

PENDAHULUAN
       Jagung (Zea mays) adalah tanaman semusim dan termasuk jenis rumputan/graminae yang mempunyai batang tunggal, meski terdapat kemungkinan munculnya cabang anakan pada beberapa genotipe dan lingkungan tertentu. Hasil dan bobot biomassa jagung yang tinggi akan diperoleh jika pertumbuhan jagung optimal. Untuk itu diperlukan pengelolaan hara, air dan tanaman dengan tepat.
       Tanaman jagung manis (Zea mays) varietas bonanza F1 tumbuh pada dataran rendah. Jagung ini tergolong varietas dengan umur pendek dengan umur panen tanaman sampai 70 hari. Tanaman jagung manis bonanza F1 rentan terhadap penyakit bulai namun tahan terhadap penyakit layu bakteri.
       Gambut secara harfiah diartikan sebagai onggokan sisa tanaman yang tertimbun dalam masa dari ratusan sampai bahkan ribuan tahun. Secara umum keasaman tanah gambut berkisar antara 3-5 dan semakin tebal bahan organik maka keasaman gambut meningkat. Kondisi tanah gambut yang sangat asam menyebabkan kahat hara N, P, K, Ca, Mg, B. Keasaman tanah gambut disebabkan oleh kandungan asam amino organik yang terdapat pada koloid gambut. Secara alamiah lahan gambut memiliki tingkat kesuburan rendah karena kandungan unsur haranya rendah dan mengandung beragam asam asam organik yang sebagian bersifat racun bagi tanaman.
       Upaya untuk mengatasi permasalahan yang ada dilahan gambut yang mengandung asam organik tinggi dapat dilakukan dengan menambahkan dolomit. Dolomit adalah mineral (Kalsium, Magnesium, Carbonat) dengan komposisi kimia CaMg(CO3). Jumlah senyawa Kalsium sejumlah 8%-12% Magnesium 18%-22% dan Sodium 0,2%. Dengan kandungan yang dimiliki oleh dolomit ini memberi nutrisi yang berharga bagi tanaman, yaitu membantu mengubah pH tanah sesuai kebutuhan tanaman.
       Berat kering adalah berat bahan setelah dilakukan pengeringan. Pengeringan adalah suatu metode untuk mengeluarkan atau menghilangakan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut dengan menggunakan energi panas. Prinsip dari metode oven pengering adalah bahwa air yang terkandung dalam suatu bahan akan menguap bila bahan tersebut dipanaskan pada suhu 105o C selama waktu tertentu. Perbedaan antara berat sebelum dan sesudah dipanaskan adalah kadar air sehingga dapat diketahui mineral yang terkandung pada tumbuhan. Berat kering biasanya digunakan untuk menyatakan biomassa. Biomassa tumbuhan bertambah karena tumbuhan menyerap karbondioksida dari udara dan mengubah zat ini menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis.
       Berdasarkan uraian tersebut maka penulis telah melaksanakan penelitian dengan judul “Keefektifan dolomit terhadap berat kering tanaman jagung manis (Zea mays) varietas bonanza F1”

BAHAN DAN METODE
      . Percobaan ini dilaksanakan di laboratorium PMIPA FKIP Universitas Riau pada semester genap 2017/2018 dari bulan maret hingga bulan mei 2018. Bahan yang digunakan adalah tanaman jagung manis (Zea mays) varietas bonanza F1, tanah gambut yang diambil dari Desa Rimbo Panjang Kec.Tambang Kab. Kampar, dan kapur dolomit. Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah; timbangan analitik,soil tester, oven. Perubahan yang diamati berupa tinggi batang, jumlah daun dan berat kering batang dan daun. Metode yang digunakan adalah eksperimen dan disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan grafik kemudian dianalisis secara deskriptif.

HASIL DAN PEMBAHASAN
       Hasil data anava pada percobaan pemberian dolomit pada tanah gambut tidak memberikan pengaruh nyata pada pengukuran berat kering batang dan daun pada tanaman jagung (Zea mays)  varietas bonanza F1.
Analisis tanah gambut
       Tanah gambut yang digunakan diperoleh dari Desa Rimbo Panjang Kec. Tambang Kab. Kampar yang digunakan dalam penelitian memiliki pH 5. Hal ini membuktikan bahwa tanah gambut memiliki derajat keasaman yang tinggi oleh karena itu penambahan dolomit untuk menetralkan pH tanah gambut tersebut dapat diberikan. Apabila tanah gambut tersebut tidak dinetralkan pH nya maka akan memberikan dampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan jagung, yaitu pertumbuhan tanaman jagung tidak maksimal dan menyebabkan klorosis pada daun jagung bahkan mengalami kematian.

Berat Kering Batang dan Daun Jagung (Zea mays) varietas bonanza F1

Tabel 1. Rerata bobot kering batang (gr)
Perlakuan
Dolomit
Ulangan
Total
Rata-rata
1
2
3
0
0
0
0
0
0
20
0,57
2,43
0,20
3,2
1,06
30
0,63
0,44
0,66
1,73
0,58
40
0,68
0,71
0,86
2,25
0,75
50
0,41
1,25
2,10
3,76
1,25
60
1,37
1,24
0,77
3,38
1,13
Total



14,32

Rata-rata umum




0,79




Tabel 2. Rerata bobot kering daun (gr)
Perlakuan
Dolomit
Ulangan
Total
Rata-rata
1
2
3
0
0
0
0
0
0
20
0,9
2,49
0,49
3,88
1,29
30
0,53
0,6
1,35
2,48
0,82
40
1,44
0,78
0,96
3,18
1,06
50
0,62
1,15
1,34
3,11
1,04
60
1,61
1,98
0,9
4,49
1,49
Total



17,14

Rata-rata umum




0,95

       Berdasarkan data analisis varian memperlihatkan bahwa dolomit yang diberikan tidak berpengaruh nyata terhadap berat kering batang dan daun tanaman jagung.
Diperoleh F hitung berat kering batang 1,71dan daun adalah 2,61
F hitung < F tabel = hasil tidak berpengaruh nyata (tn)
       Hal ini disebabkan tingkat keasamaan tanah gambut yang tinggi sehingga dolomit yang seharusnya bisa menetralkan pH dan nantinya berpengaruh terhadap tersedianya unsur hara pada tanah gambut tidak berfungsi maksimal. Bahkan ketika pengamatan sebagian tanaman dengan perlakuan berbeda mengalami klorosis.
       Pemberian dolomit dilakukan karena mengandung kation basa yang dapat membantu meningkatkan pH tanah. Kapur dolomit mengandung unsur Ca dan Mg. Kedua jenis unsur ini dapat melepaskan ion OH yang berpengaruh terhadap peningkatan pH tanah. Tanah dengan pH 6,5-7 menyebabkan mikroorganisme mampu tumbuh dan berkembang dengan baik. pH netral (6,5- 7) mengakibatkan mikroorganisme perombak bahan organik tanah dan penambat N dapat bekerja secara optimal. Peranan utama N bagi tanaman ialah untuk memacu pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, khususnya batang,cabang dan daun. Unsur N dapat mempercepat pertumbuhan tanaman secara keseluruhan  khususnya batang dan daun. Ketersediaan N akan menyebabkan peningkatan laju fotosintesis dan fotosintesis akan berlangsung baik dengan tersedianya Mg dan K yang berasal dari dolomit. Fotosintat yang dihasilkan akan ditranslokasikan ke organ pertumbuhan tanaman. Mg dan K berfungsi sebagai penyusun klorofil dan sebagai aktifator berbagai enzim dalam reaksi fotosintesis. Maka selama periode pertumbuhan, berat kering tanaman dapat meningkat yang berasal dari hasil fisiologis tanaman tersebut. Dengan dilakukannya penelitian ini dapat diketahui kefektifan dolomit terhadap berat kering batang dan daun tanaman jagung (Zea mays) varietas bonanza F1.

KESIMPULAN
       Pemberian dolomit dengan kadar 20,30,40,50,60 gram tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat kering daun dan batang tanaman jagung (Zea mays) varietas bonanza F1. Hal ini terjadi karena dolomit tidak mampu menyediakan pH tanah yang dibutuhkan oleh tanaman jagung (Zea mays) varietas bonanza F1.

Ucapan Terimakasih
       Dengan terselesainya jurnal ilmiah ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing Prof. Dr. Firdaus LN dan Dr. Sri Wulandari, M.Si. Asisten Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Pini Permatasari dan Rizki Ma’ruf Lubis dan Pranata Laboratorium Pendidikan Biologi Fatmawilda, S.Pd.
DAFTAR PUSTAKA
Muhammad Noor. 2016. Lahan Gambut (Pengembangan,Konservasi,dan Perubahan Iklim).Yogyakarta: Gadjah Mada University Press (Anggota IKAPI).
Ali Munawar. 2011. Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. Bogor: PT. Penerbit IPB Press    (Kampus IPB Taman Kencana Bogor).
Nuning argo, et.all. 2010. Jagung teknik produksi dan pengembangan. Jakarta: PT. Balai Pustaka (Persero)
Lutfi dwi syahrizal, et.all. Pengaruh dosis pupuk organik dan dolomit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Jurnal Agrosains. 16(25-28)
Leo Noza et.all. 2014. Pengaruh pemberian dolomit dan pupuk N, P, K terhadap Pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata sturt) di lahan gambut. Jurnal Jom faperta. 1(2)
Wedia Simanjuntak, et.all. 2015. Pemberian dolomit dengan pupuk fosfat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea (L.). Jurnal Jom faperta. 1(2)


Postingan populer dari blog ini

PENGENDALIAN MIKROBA

ZAT ADIKTIF MAKANAN