Batang dan Jalan Daun
Untuk mendukung agar blog ini dapat terus memberikan informasi yang anda butuhkan,anda dapat membantu kami dengan mengklik iklan atau mengklik close pada iklan yang ada diblog ini. terimakasih
Batang merupakan
bagian tubuh tumbuhan yang amat penting dan mengingat tempat serta kedudukan
batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan.
Pada umumnya batang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
a. Umumnya berbentuk panjang
bulat seperti silinder atau mempunyai bentuk lain akan tetapi selalu bersifat
aktinomorf.
b. Terdiri atas ruas-ruas yang
masing-masing dibatasi oleh buku-buku, dan pada buku-buku inilah terdapat daun.
c. Tumbuhnya biasanya ke atas
menuju cahaya matahari (fototrop).
d. Selalu bertambah panjang di
ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan bahwa batang memiliki pertumbuhan
yang tidak terbatas.
e. Mengadakan percabangan dan
selama hidupnya tumbuhan tidak digugurkan kecuali kadang-kadang cabang atau
ranting yang kecil.
f. Umumnya tidak berwarna hijau,
kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya: rumput dan batang yang masih
muda.
Sebagai
bagian tubuh tumbuhan, batang mempunyai tugas untuk;
a. Mendukung bagian tubuh
tumbuhan yang ada diatas tanah, yaitu: daun, bunga dan buah.
b. Dengan percabangannya
memperluas bidang asimilasi dan menempatkan bagian-bagian tumbuh-tumbuhan di
dalam ruang sedemikian rupa hingga dari segi kepentingan tubuh tumbuhan
bagian-bagian tadi terdapat dalam posisi yang menguntungkan.
c. Jalan pengangkutan air dan
zat-zat makanan dari bawah ke atas dan jalan pengangkutan hasil asimilasi dari
atas ke bawah.
d. Menjadi tempat penimbunan
zat-zat cadangan makanan.
Berdasarkan
dengan fungsinya tempat melekatnya daun. Pada batang terdapat kesinambungan
antara berkas ikatan pembuluh batang dengan berkas ikatan pembuluh pada daun.
Hubungan antar berkas ikatan pembuluh pada batang dengan berkas ikatan pembuluh
pada daun dapat dilihat pada daerah buku, tempat daun itu melekat. Pada daerah
buku tersebut atau beberapa berkas ikatan pembuluh pada batang melengkung ke
arah luar dan menuju daun, membentuk apa yang disebut jalan daun (leaf trace). Jalan daun memanjang dari
berkas tersebut melengkukung keluar dan meninggalkan jalur berkas batang hingga
sampai di tempat berkas itu berhubungan dengan dengan berkas daun.
Pada
satu daun bisa memiliki satu jalan daun atau lebih. Jalan daun juga
berbeda-beda panjangnya dan diukur menurut jumlah ruas yang dilaluinya sebelum
berdivergensi untuk masuk ke daun.
Jumlah
jalan daun pada Gymnospermae = 1 sampai 2 buah
Angiospermae
= 1,3,5 buah
Pada
tumbuhan berpembuluh, keluarnya jalan daun diiringi oleh interupsi dalam
jaringan pembuluh di sekeliling dan di atas tempat berkas pembuluh itu masuk ke
daun. Daerah ini terisi parenkim dan menghubungkan empulur dan korteks disebut
celah. Celah daun atau leaf gap adalah bagian dari batang di atas percabangan
berkas pengangkut ke arah daun/cabang, di mana bagian tersebut tidak mengandung
berkas pengangkut. Berkas pengangkut yang menuju ke daun akan melewati korteks
batang sehingga berkas pengangkut tersebut disebut dengan berkas pengangkut
kortikal. Sedang stele yang menuju ke daun disebut meristele/runutan daun/leaf trace, yang menuju cabang disebut “runutan cabang” Menurut jumlah runutan
daun per daun, buku-buku batang disebut unilakunar, trilakunar dan
multilakunar.