sikap ilmiah yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran IPA
Di antara sikap ilmiah yang dapat dikembangkan melalui
pembelajaran IPA adalah berikut ini.
a. Obyektif terhadap fakta. Obyektif artinya menyatakan segala
sesuatu sesuai fakta tidak dicampuri oleh perasaan senang atau tidak senang.
b. Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data
yang mendukung kesimpulan itu.
c. Berhati terbuka artinya bersedia menerima pandangan atau
gagasan orang lain, walaupun gagasan tersebut bertentangan dengan penemuannya
sendiri. Sementara itu, jika gagasan orang lain memiliki cukup data yang
mendukung gagasan tersebut maka ilmuwan tersebut
tidak ragu menolak temuannya sendiri.
d. Tidak mencampur-adukkan fakta dengan pendapat tanpa landasan
kuat.
e. Bersikap hati-hati. Sikap hati-hati ini ditunjukkan oleh
ilmuwan dalam bentuk cara kerja yang didasarkan pada sikap penuh pertimbangan,
tidak ceroboh, selalu bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan, termasuk di
dalamnya sikap tidak cepat mengambil kesimpulan. Pengambilan kesimpulan
dilakukan dengan penuh kehati-hatian berdasarkan faktafakta pendukung yang
benar-benar akurat.
f. Sikap ingin menyelidiki atau keingintahuan (curiosity) yang
tinggi. Bagi seorang ilmuwan hal yang dianggap biasa oleh orang pada umumnya, hal
itu merupakan hal penting dan layak untuk diselidiki. Sebagai contoh, orang
menganggap hal yang biasa ketika melihat benda-benda jatuh, tetapi tidak biasa
bagi seorang Isaac Newton pada waktu itu. Newton berpikir keras mengapa buah
apel jatuh ketika dia sedang duduk istirahat di bawah pohon tersebut. Pemikiran
ini ditindaklanjuti dengan menyelidiki elama bertahun-tahun sehingga ditemukan
hukum Gravitasi. Berdasarkan karakteristik belajar dan pembelajaran IPA seperti
telah dijelaskan, pembelajaran IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi
peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, dan prospek pengembangan
lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Cakupan IPA
yang dipelajari di sekolah tidak hanya berupa kumpulan fakta tetapi juga proses
perolehan fakta yang didasarkan pada kemampuan menggunakan pengetahuan dasar
IPA untuk memprediksi atau
menjelaskan berbagai fenomena yang berbeda dalam kehidupan
sehari-hari.