PEJUANG SBMPTN
Sebelum
aku bercerita panjang lebar mengenai kisahku masuk kuliah melewati jalur
SBMPTN, ada baiknya aku memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Ratna
Cantika dan aku adalah seorang siswi disalah satu SMK swasta di Pekanbaru. Program keahlian yang aku ambil adalah
program keahlian farmasi. Oke, kita langsung saja masuk ke topik pembahasan.
Cerita ini dimulai saat aku upacara bendera hari senin pagi disekolahku. Saat
pembina upacara memberikan amanat tentang jalur masuk kuliah, aku yang tadinya
termenung langsung tersentak dan memperhartikan tiap kata yang disampaikan
pembina upacara. Beliau menjelaskan tentang jalur-jalur apa saja yang bisa
dimasuki oleh kami para siswa siswi kelas 12 agar bisa masuk keperguruan tinggi
yang kami inginkan. Namun dari penjelasan panjang yang disampaikan oleh pembina
upacara, inti yang aku tangkap dari amanat itu adalah bahwa ada salah satu
jalur masuk perguruan tingi yang diperantarai oleh sekolah. Sehingga kami hanya
perlu memberikan nilai rapor lalu nantinya sekolah yang mendaftarkan. Jalur
tersebut adalah jalur SNMPTN ( seleksi nasional masuk perguruan tinggin
negeri).
Upacara
telah selesai dan kami memasuki kelas masing-masing. Dikelas aku dan beberapa
temanku sempat membahas kembali apa yang telah disampaikan oleh pembina upacara
tadi dan berencana ingin mengikutinya. Tapi jujur sebenarnya aku masih ragu
apakah aku akan melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi atau bekerja terlebih
dahulu. Ya wajar saja terbesit dibenakku untuk bekerja terlebih dahulu. Hal ini
mengingat aku sekolah di SMK yang notabennya dicetak untuk siap bekerja setelah
lulus. Ini membuatku sedikit bingung. Beberapa hari kemudian aku banyak melihat
teman temanku yang membawa rapornya dan memfotocopinya untuk diberikan kepada
buk Yessi. Buk Yessi adalah guru yang menghendel siswa siswi yang ingin
mendaftar SNMPTN disekolahku. melihat banyaknya teman temanku yang mengikuti
jalur ini, aku lalu berfikir untuk mencobanya saja. Toh...caranya gampang, kita
tinggal memberikan fotocopian rapor saja tanpa harus membayar biaya pendaftaran
atau administrasi lainnya dan tanpa tes pula. Akhirnya aku memutuskan untuk
mengikuti jalur ini. Aku juga berfikir bahwa jikalau pada jalur ini aku lolos
berarti ini rejekiku dan takdirku untuk kuliah. Namun jika aku tidak lulus,
berarti ini takdirku untuk bekerja terlebih dahulu.
Hari
demi hari berlalu hingga tiba waktu pengumuman jalur SNMPTN dengan tak sabaran
aku membukanya namun terganggu masalah jaringan karena banyaknya yang membuka
situs itu. Akupun mencobanya berulang kali. Namun sayangnya aku tidak lolos.
Aku sedikit sedih namun aku berfikir kalau ini adalah hal yang wajar. Aku
seorang siswi SMK dan harus bersaing dengan siswa SMA yang memang dicetak untuk
melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi bukan siswi SMK sepertiku yang memeng
dicetak untuk langsung bekerja. Jadi ya....aku tidak begitu kecewa dengan
hasilnya.
Selain
jalur SNMPTN, untuk provinsi ternyata ada jalur khusus namanya PBUD. Ini
sebenarnya hampir sama dengan jalur SNMPTN yaitu melalui seleksi nilai rapor
namun hanya tingkat provinsi saja dan hanya untuk putra putri daerah, selain
itu juga PBUD ini hanya untuk
universitas negeri yang ada diprovinsi itu saja. Misalnya aku yang dari
Pekanbaru, berarti hanya bisa memilih di universitas yang ada di Riau saja.
Yaitu Universitas Riau dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim saja.
Begitulah kira-kira yang saya tau. Berhubung saja tidak mengikuti jalur ini
jadi sayapun juga kurang paham. Jika kalian bertanya mengapa aku tidak
mengikuti jalur ini, padahal jika dipikir pikir saingannnya tentu akan semakin
berkurang. Hanya tikat provinsi saja sedangkan SNMPTN tingkat nasional. Seperti
yang telah saya katakan diawal, bahwa saya sendiri masih ragu untuk melanjutkan
pendidikan diperguruan tinggi. Lagi pula untuk mengikuti jalur PBUD kita harus
membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 250.000,- . jadi saya juga pikir pikir
jika ingin mengikuti jalur itu. Uang segitu lumayan juga bagi saya. Kalau tidak
loloskan sayang juga, pikir saya pada waktu itu. Selain itu ya sebernarnya saya
juga ragu akan lolos megingat persaingan dengan anak SMA juga pasti akan sulit.
Sekarang
kita tinggalkan cerita SNMPTN dan PBUD. Kita akan masuk kecerita berikutnya.
Salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri yang menggunakan tes tertulis
yaitu jalur SBMPTN. Jalur yang membuat
saya biasa berkuliah dan berada pada semester 5 saat ini. Sama seperti pemikiran
saya diawal yaitu jalur ini pasti akan sulit juga persaingannya. Sebenarnya aku
sudah mengatakan kepada kedua orangtuaku bahwa aku sudah memustuskan untuk
bekerja saja terlebih dahulu. Karena aku yakin aku tidak mungkin lolos. Jalur ini
adalah jalur yang tersulit. Semua peserta harus mengikuti tes tertulis dan
pastinya materinya tidak akan aku pahami. Materi materi yang ada diujian SBMPTN
adalah materi materi pelajaran anak SMA bukan materi kejuruan yang aku pelajari
disekolah. Lagi pula selama aku sekolah aku tidak pernah mengikuti bimbingan
belajar seperti kebanyakan anak anak yang mengikuti SBMPTN. Tidak seperti
mereka yang berjuang belajar mati matian belajar lewat BIMBEL. Selain itu juga
aku tak pernah tau bagaimana bentuk bentuk soalnya dan seberapa jauh passing
gradeku. Tidak seperti anak anak lainnya yang penuh persiapan bahkan telah
berulang kali mengikuti try out SBMPTN dan juga telah mengetahui gambaran
berapa passing grade yang mereka punya. Namun orangtuaku atau lebih tepatnya ayahku
berkeinginan keras agar aku mencoba jalur yang satu ini. Sedangkan ibuku hanya
memgembalikan keputusannya kepadaku terserah apa yang aku mau saja.
Beberapa
hari sebelum jalur SBMPTN ditutup ayahku kembali menanyakan tentang jalur ini
kepadaku. Beliau terus saja mendorongku untuk mencoba dan mencoba. Hingga
akhirnya akupun memutuskan untuk mencobanya. Ya.....sekedar untuk menyenangkan
hati ayahku walaupun aku yakin aku tidak akan lolos. Mana mungkin tanpa
persiapan yang matang bisa lolos. Aku berangkat kebank untuk membayar
pendaftarannya lalu sepulang dari bank aku bergegas melakukan pendaftaran. Dan
aku mengambil IPC. Bukannya sok pintar tapi jujur aku tidak tau sama sekali.
Aku baru menyadarinya setelah aku kuliah dan sudah mulai pintar sedikit (hehe).
Aku tidak tau bahwa jika IPC berarti aku harus ujian sebanyak 3 kali. Berbeda
jika aku hanya mengambil saintek saja atau soshum saja yang ujiannya hanya 2
kali. Bahkan pada saat itu akupun tidak tau apa itu IPC, apa itu saintek dan
apa itu soshum. Yang jelas aku hanya asal pilih saja.
Menjelang
tes SBMPTN aku sempat menghubungi teman SMP ku dulu. Kebetulan di bersekolah
disalah satu SMA negeri yang favorit. Dan kebetulan juga dia mengikuti BIMBEL
dan juga sudah sering mengikuti try out SBMPTN. Akupun bertanya tanya
kepadanya. Dan jelas saja dia mengatakan padaku bahwa soalnya sulit sulit. Dia menyarankanku
untuk membeli buku persiapan SBMPTN dan mempelajarinya. Walaupun dia katakan
tidak akan mudah belajar sendiri dan dengan waktu yang sangat singkat. Setelah
bertanya tanya dengannya akupun memutuskan untuk membeli buku persiapan SBMPTN
yang berisi kumpulan soal soal tahun tahun sebelumnya. Dan jeng........baru
saja aku membuka hal pertamanya mataku sudah sakit melihat rumitnya soal
tersebut. Otakku tak mengerti sedikitpun pertanyan pertanyaan yang ada dibuku
itu. Dan akhirnya akupun menutupnya dan tak pernah lagi membukanya hingga tiba
hari pelaksaan tes tertulis SBMPTN tersebut tiba.
Hari
ini hari selasa tepat jadwal pelaksaan ujian tes tertulis SBMPTN 2016. Aku
sudah siap dan telah berada diperjalanan namun sepanjang jalan aku melihat semua
orang berpakaian hitam putih. Aku sungguh terkejut karena aku memakai pakaian
bebas. Aku sudah melihat dikartu SBMPTN dan dikatakan jelas disana mengenakan
pakaian bebas dan rapi. Namun melihat orang orang menggunakan pakaian hitam
putih akupun canggung dan berbalik kerumah. Dirumah aku terdiam karena aku tak
mempunyai baju putih. Aku katakan pada orangtuaku bahwa aku tidak jadi ikut.
Aku tidak mau berpakain lain sendiri. “Malu” ucapku. Lalu ibuku mengatakan
untuk menggunakan baju putih sekolah saja. Akhirnya akupun setuju lalu
berangkat kembali. Setiba diruang ujian aku pun duduk dan menunggu pengawas
datang. Tak berapa lama pengawas datang dan membacakan aturan ujian lalu
membagian soal ujian. Saat menerima lembar ujian dan soal ujian, aku langsung
mengisinya. Aku buka soal perlahan dan oke.....ini sulit sekali. Lantas akupun membuka lembar berikutnya dan lembar
berikutnya dan lembar berikutnya. Aku mengerjakan soal soal yang menurutku
mudah saja. Sedangkan soal yang sulit tidak aku isi sama sekali. Bahkan soal
yang aku ragu-ragu pun aku tidak aku kerjakan juga. Aku hanya mengisi soal yang
aku benar benar yakin saja jawabannya. Karena aku sudah perhitungkan. Jika
benar aku mendapat point 4, jika tidak menjawab aku dapat point 0, dan jika
salah aku dapat point -1. Disini aku berikan saran untuk kalian yang basicnya
sama denganku. Jika kalian hanya mempunyai persiapan yang sikit jangan mencoba
coba untuk menjawab soal yang kalian tidak tau atau kalain ragi ragu. Karena
itu hanya akan mengurangi point kalian saja. Lebih baik kalian dapat nilai 0
daripada minus (-). Namun jika kalian
sudah siaap lahir dan batin ya dicoba saja.
Finally
dihari pengumuman akupun lolos. Dan kali ini aku benar-benar tak menyangkanya.
Aku akhirnya bisa kuliah diperguruan tinggi negeri. Well inti dari semua cerita
panjang ini adalah kalian ngak usah takut untuk mencoba. Ngak usah berpikiran
negatif dulu. Yang penting itu jangan kalah sebelum berperang. Jadi semangat
buat kalian para “PEJUANG SBMPTN
SELANJUTNYA “