Pengertian Siklus Belajar
Siklus
belajar adalah pembelajaran dengan tahapan yang diatur sedemikian rupa sehingga
peserta didik dapat menguasai kompetensikompetensi yang harus dicapai dengan
ikut serta berperan aktif. Siklus belajar menekankan pada proses penyelidikan
peserta didik untuk menyelidiki pengetahuan ilmiah melalui keterampilan proses
untuk mendapatkan pengetahuan atau pengalaman belajar berdasarkan teori
konstruktivisme. teori konstruktivisme tersebut mengarahkan agar peserta didik
menemukan sendiri informasi atau pengetahuan yang diharapkan. Hal tersebut
bertujuan agar peserta didik benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan,
bekerja memecahkan masalah, dan menemukan ide-ide baru.
Karplus &
Their pertama kali mengembangkan siklus belajar pada tahun 1967 untuk the
Science Curriculum Improvement Study (SCIS). Siklus belajar pada mulanya
terdiri dari tahap-tahap eksplorasi (exploration), pengenalan konsep (concept
introduction), dan aplikasi konsep (concept application) (Renner
dkk, 1988). Pada tahap eksplorasi, peserta didik diarahkan untuk memanfaatkan
panca inderanya dalam berinteraksi dengan lingkungan melalui kegiatan-kegiatan
seperti mengamati fenomena alam atau perilaku Sosial, mendiskusikan fenomena
alam, menganalisis artikel, praktikum, dan lain-lain. Dari kegiatan-kegiatan
tersebut diharapkan muncul pertanyaanpertanyaan yang mengarah pada
berkembangnya daya nalar tingkat tinggi. Tahap berikutnya adalah tahap
pengenalan konsep, di mana peserta didik mengenal istilah-istilah yang berkaitan
dengan konsep-konsep baru yang sedang dipelajari, melalui kegiatan-kegiatan
yang membutuhkan daya nalar seperti menelaah sumber pustaka atau berdiskusi,
melalui interaksi dengan peserta didik lain, media, dan guru. Pada tahap
terakhir, yakni aplikasi konsep, peserta didik diajak menerapkan pemahaman
konsepnya pada situasi baru atau masalah baru melalui kegiatan-kegiatan seperti
problem
solving (menyelesaikan problem-problem nyata yang
berkaitan)atau melakukan percobaan lebih lanjut. Setelah Karplus & Their
memperkenalkan siklus belajar yang terdiri dari tiga tahap, telah dikembangkan
beberapa model menjadi beberapa tahap, ada yang dikenal sebagai siklus belajar
empat tahap (4E), lima tahap (5E), enam tahap (6E), bahkan tujuh tahap (7E).
Pada siklus belajar lima tahap, ditambahkan tahap engagement sebelum exploration
dan ditambahkan tahap evaluation pada bagian akhir siklus. Pada
model ini, tahap concept introduction dan concept application masing-masing
diistilahkan menjadi explaination dan elaboration. Oleh karena
itu siklus belajar lima tahap serin Dijuluki siklus belajar 5E yang terdiri
dari tahap Engagement, Exploration,Explaination, Elaboration,
dan Evaluation (Lorsbach, 2002).