IMAN KEPADA HARI KIAMAT
Iman
kepada hari akhir atau hari kiamat adalah meyakini adanya kehidupan yang
kekal abadi setelah hancurnya alam semesta ini dan manusia akan mendapat
balasan yang seadil-adilnya tentang amal yang telah dilakukan sewaktu di dunia.
1. Tanda-Tanda Hari Kiamat
Tanda-tanda Kiamat
merupakan suatu petunjuk atau isyarat yang sudah hampirnya Hari Kiamat. Bermula
dengan tanda-tanda kecil dan kemudian disusuli dengan tanda-tanda besar.
Tanda-
Tanda kiamat kecil
Didapati kini bahwa
seluruh tanda-tanda kecil telah muncul dan terbukti seperti yang dinyatakan
dalam hadis. Kebanyakan hadis-hadis ini dapat ditemukan di dalam Sahih Muslim,
Sahih Bukhari dan Riwayat Tarmizi.
“ Dari Auf b. Malik r.a.,
katanya, "Rasulullah s. a. w. telah bersabda:"Aku menghitung enam
perkara menjelang hari kiamat." Baginda menyebutkan salah satu di
antaranya, iaitu penaklukan Baitulmuqaddis." - Sahih Bukhari ”
“ "Dan tinggallah manusia-manusia
yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keldai). Maka
pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." - Sahih Muslim
“ Pada akhir zaman akan
terjadi tanah runtuh, rusuhan dan perubahan muka."Ada yang bertanya kepada
Rasulullah; "Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?" Baginda
menjawab; "Apabila telah bermaharajalela bunyi-bunyian (muzik) dan
penyanyi-penyanyi wanita" - Ibnu Majah ”
“ Di antara tanda-tanda
telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegah-megahan dalam mendirikan
masjid" - Riwayat Nasai. ”
“ Tidak akan datang kiamat
sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, memutuskan hubungan silaturahim
dan sikap yang buruk dalam tetangga." - Riwayat Ahmad dan Hakim ”
“ Tidak akan datang hari
kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik dan ahli agama dimuka
bumi, maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk
yang tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran - Riwayat
Ahmad ”
“ Di antara tanda-tanda
semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka' bin Luka'(orang
yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu ialah orang yang
beriman yang diapit oleh dua orang mulia" - Riwayat Thabrani ”
"Sesungguhnya di
antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mau
mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja." -
Riwayat Ahmad ”
“ Diriwayatkan dari Abu
Hurairah r.a."Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah akan
muncul pakaian-pakaian wanita dan apabila mereka memakainya keadaannya seperti
telanjang." ”
“ Di antara tanda-tanda
telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) bulan sabit."
- Riwayat Thabrani ”
“ Pada akhir zaman akan
muncul pembohong-pembohong besar yang datang kepadamu dengan membawa
berita-berita yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah didengar oleh
bapa-bapa kamu sebelumnya, kerana itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka
tidak menyesatkanmu dan memfitnahmu" - Sahih Muslim ”
“ Sesungguhnya sebelum
datangnya hari kiamat akan banyak kesaksian palsu dan disembunyikan kesaksian
yang benar" - Riwayat Ahmad ”
“ Tidak akan datang hari
kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi padang rumput dan
sungai-sungai." - Sahih Muslim ”
“ Banyaknya sifat bohong,
pendeknya waktu, dekatnya jarak-jarak antara pasar-pasar." - Riwayat
Bukhari ”
“ Pada akhir zaman akan
muncul suatu kaum yang mencelupi rambut mereka dengan warna hitam seperti 'bulu
merpati' yang mereka itu tidak akan mencium bau syurga." - Sahih Abu Daud
& Nasai ”
“ Rasulullah bersabda:
"Bersegeralah untuk melakukan amal soleh apabila telah muncul enam perkara:
perlantikan pemimpin yang bodoh, ramainya bilangan anggota polis, penjualan
kepemimpinan, tiada penghargaan terhadap darah, pemutusan silaturrahim, orang
mabuk menjadikan al-Quran sebagai alat nyanyi yang mereka mendahulukan
seseorang antara mereka menjadi imam agar dapat menyanyikannya walaupun orang
tersebut paling sedikit ilmunya." - Sahih Riwayat Tabrani & Ahmad ”
“ Dari riwayat Ibnu Masud:
"Di pintu gerbang (dekatnya) hari kiamat: Salam hanya kepada orang yang
khusus (sudah dikenalinya), tersebar dan berkembangnya perdagangan sehingga
seorang isteri membantu suaminya berdagang" - Sahih Lighairihi Riwayat
Ahmad ”
“ Apabila umatku berjalan
dengan sombong dan yang melayan mereka adalah putera-puteri raja, putera-puteri
Parsi dan Rom, maka orang yang paling buruk akan berkuasa terhadap orang yang
paling baik (pilihannya)." - Riwayat Tarmizi, Sahih Abdullah ibnu Umar
r.a. ”
“ Sungguh hebat dia,
sunggu jarang orang seperti dia dan sungguh pintar dia sedangkan di dalamnya
tidak ada iman sedikitpun" - Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad, Tarmizi, Ibnu
Majah ”
"Tidak akan berlaku
kiamat sehingga apabila seorang lelaki melalui sebuah kubur maka ia akan
berkata: 'Aduhai seandainya aku juga berada ditempatnya.'" - Riwayat
Bukhari dan Muslim ”
“ Masjid dijadikan sebagai
jalan-jalan dan timbulnya mati mendadak" - Hasan At-Tayalisy. ”
Tanda-tanda
Kiamat Besar
Daripada Huzaifah bin Asid
Al-Ghifari ra. berkata: "Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada
waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: "Apa yang kamu
perbincangkan?". Kami menjawab: "Kami sedang berbincang tentang hari
qiamat". Lalu Nabi saw. bersabda: "Tidak akan terjadi hari qiamat
sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya". Kemudian
beliau menyebutkannya: "Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari
tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma'juj,
tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di
Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri
Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka".(H.R
Muslimi)
1. Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti
selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang
kafir.
2. Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan,
hinggakan ramai
orang yang akan terpedaya dengan seruannya.
3. Binatang besar yang keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan
bercakap bahwa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.
4. Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu
Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat
daripada orang yang berdosa.
5. Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan
mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan
mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga
yang akan membunuh Dajjal.
6. Keluarnya bangsa Ya'juj dan Ma'juj yang akan membuat kerusakan
dipermukaan bumi ini, yaitu apabila mereka berjaya menghancurkan dinding yang
dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain
bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.
7. Gempa bumi di Timur.
8. Gempa bumi di Barat.
9. Gempa bumi di
Semenanjung Arab.
10.Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api
itu akan bermula dari arah negeri Yaman.
2. Ayat Al-Qur’an Gambaran Terjadinya
Hari Kiamat
(QS : Al – Luqman
ayat 33)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي
وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ
بِاللَّهِ الْغَرُورُ
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan
takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong
anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun.
Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan
dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu
dalam (mentaati) Allah.
(QS
: Al- Baqarah ayat 281)
وَاتَّقُواْ يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ
نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ
Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada)
hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian
masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah
dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya
(QS
: Al Hajj ayat 7)
وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ
مَنْ فِي الْقُبُورِ
dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang,
tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di
dalam kubur.
Al-Hajj
[22] ayat 1-2
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌعَظِيمٌ
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu;
sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat
besar (dahsyat).
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا
أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ
وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat
kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang
disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat
manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi
azab Allah itu sangat kerasnya.
Al Qariah ( QS 101, ayat 1-5)
الْقَارِعَةُ
Hari Kiamat,
مَا الْقَارِعَةُ
Apakah hari Kiamat itu?
وَمَا أَدْرَاكَ مَا
الْقَارِعَةُ
Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
يَوْمَ يَكُونُ
النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ
Pada hari itu manusia adalah seperti
anai-anai yang bertebaran,
وَتَكُونُ الْجِبَالُ
كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ
dan gunung-gunung adalah seperti bulu
yang dihambur-hamburkan.
Surah Az-Zalzalah
إِذَا
زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا
Apabila bumi digoncangkan dengan
goncangan (yang dahsyat),
وَأَخْرَجَتِ
الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
dan bumi telah mengeluarkan beban-beban
berat (yang dikandung)nya,
وَقَالَ الْإِنْسَانُ
مَا لَهَا
dan manusia bertanya: "Mengapa bumi
(menjadi begini)?",
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ
أَخْبَارَهَا
pada hari itu bumi menceritakan
beritanya,
بِأَنَّ رَبَّكَ
أَوْحَىٰ لَهَا
karena sesungguhnya Tuhanmu telah
memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ
النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ
Pada hari itu manusia ke luar dari
kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya
diperlihatkan kepada mereka
(balasan) pekerjaan mereka,
فَمَنْ يَعْمَلْ
مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan
seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat
(balasan)nya.
وَمَنْ يَعْمَلْ
مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar
dzarrahpun, niscaya dia akan
melihat(balasan)nya pula.
Surah
Al A’raf (Q.S 7, ayat 187)
يَسْأَلُونَكَ عَنِ
السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ل ا
يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِوَالأرْضِ لا
تَأْتِيكُمْ إِل ا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ
إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah
terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah
pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya
selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit
dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”.
Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.
Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi
Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.
Al
Waqiah (Q.S 56)
إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ
Apabila terjadi hari kiamat,
لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا
كَاذِبَةٌ
tidak seorangpun dapat berdusta tentang
kejadiannya.
خَافِضَةٌ رَافِعَةٌ
(Kejadian itu) merendahkan (satu
golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),
إِذَا رُجَّتِ الأرْضُ
رَجًّا
Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
وَبُسَّتِ الْجِبَالُ
بَسًّا
Dan gunung-gunung dihancur luluhkan
seluluh-luluhnya,
فَكَانَتْ هَبَاءً
مُنْبَثًّا
Maka jadilah ia debu yang beterbangan,
Ar Rahman (Q.S. 55, ayat: 26-27)
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا
فَانٍ
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
وَيَبْقَى وَجْهُ
رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ
Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang
mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
Surah
Al-Haqah [69] ayat 14-15
وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ
وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
Dan diangkatlah bumi dan
gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.
فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ
الْوَاقِعَةُ
Maka pada hari itu terjadilah hari
kiamat,
(QS:
Muhammad Ayat: 18)
فَهَلْ يَنْظُرُونَ
إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً ۖ
فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا ۚ
فَأَنَّىٰ لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ
Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan
hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena
sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka
kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang?
(Az
-Zumar ayat 68)
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ
فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ
ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di
langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup
sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya
masing-masing).
(Surah
Al- Anbiya Ayat 35)
كُلُّ نَفْسٍ
ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ
وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami
akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang
sebenar-benarnya).Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
(QS. Ar Ruum 30:56)
وَقَالَ الَّذِينَ
أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَىٰ
يَوْمِ الْبَعْثِ ۖ
فَهَٰذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَٰكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan
dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): "Sesungguhnya kamu telah
berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka
inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak
3. Peristiwa Padang Mahsyar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً
غُرْلاً
“Manusia akan dikumpulkan pada hari
Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” (Hadits
shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 5102 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha).
Demikianlah keadaan manusia tatkala
bertemu dengan Allah Ta’ala di Padang Mahsyar dalam keadaan tidak
beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan. Meskipun demikian, akhirnya
mereka diberi pakaian juga. Dan manusia yang pertama kali diberi pakaian adalah
Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ مَنْ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ
إِبْرَاهِيْمُ
“Sesungguhnya orang pertama yang
diberi pakaian pada hari Kiamat adalah Nabi Ibrahim.” (Hadits
shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4371).
Adapun pakaian yang dikenakannya
ketika itu adalah pakaian yang dikenakan ketika mati. Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu
‘anhu mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
اَلْمَيِّتُ يُبْعَثُ فِيْ ثِيَابِهِ الَّتِيْ يَمُوْتُ
فِيْهَا
“Mayit akan dibangkitkan dengan
pakaian yang dikenakannya ketika mati.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan
Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Albani dalam Shohiih
at-Targhib wat-Tarhib, no. 3575)
Mu’adz bin Jabal radhiyallahu
‘anhu, tatkala hendak menguburkan jenazah ibunya, beliau meminta agar jenazah
ibunya dikafani dengan pakaian yang baru. Beliau mengatakan, “Perbaguskanlah
kafan jenazah kalian, karena sesungguhnya mereka akan dibangkitkan dengan
(memakai) pakaian itu.” (Fat-hul Bari Syarah Shahih al-Bukhari, 11/383).
Bagaimana Manusia Digiring Ke Padang Mahsyar?
Manusia digiring ke Padang Mahsyar
dengan berbagai kondisi yang berbeda sesuai dengan amalnya. Ada yang digiring
dengan berjalan kaki, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam:
إِنَّكُمْ مُلاَقُو اللهِ حُفَاةً عُرَاةً مُشَاةً
غُرْلاً
“Sesungguhnya kalian akan menjumpai
Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, berjalan kaki, dan
belum dikhitan.” (Hadits shahih. Diriwayat-kan oleh al-Bukhari, no.
6043)
Ada juga yang berkendaraan. Namun
tidak sedikit yang diseret di atas wajah-wajah mereka. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّكُمْ تُحْشَرُوْنَ رِجَالاً وَرُكْبَانًا
وَتُجَرُّوْنَ عَلَى وُجُوْهِكُمْ
“Sesungguhnya kalian akan
dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang)
berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian.”
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan beliau mengatakan, “Hadits hasan.” Hadits
ini dinilai hasan oleh al-Albani dalam Shahiih at-Targhib wat-Tarhib,
no. 3582).
Abu Said al-Khudri radhiyallahu
‘anhu mengatakan bahwa ada seseorang berkata kepada Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam,
يَا رَسُولَ اللهِ كَيْفَ يُحْشَرُ الْكَافِرُ عَلَى
وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟ قَالَ: أَلَيْسَ الَّذِي أَمْشَاهُ عَلَى
رِجْلَيْهِ فِي الدُّنْيَا قَادِرًا عَلَى أَنْ يُمْشِيَهُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ؟!
“Wahai Rasulullah, bagaimana bisa
orang kafir digiring di atas wajah mereka pada hari Kiamat?” Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bukankah Rabb yang membuat seseorang
berjalan di atas kedua kakinya di dunia, mampu untuk membuatnya berjalan di
atas wajahnya pada hari Kiamat?!” Qatadah mengatakan, “Benar, demi
kemuliaan Rabb kami.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6042
dan Muslim, no. 5020).
Ketika Matahari Didekatkan Dengan Jarak Satu Mil
Kaum muslimin yang kami muliakan,
ketika manusia dikumpulkan di padang Mahsyar, matahari didekatkan sejauh satu
mil dari mereka, sehingga manusia berkeringat, hingga keringat tersebut
menenggelamkan mereka sesuai dengan amalan masing-masing ketika di dunia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
“Pada hari kiamat, matahari
didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin
Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud
dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk
bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga
manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya).
Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang
sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang
tenggelam dalam keringatnya.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.”
(Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)
Syaikh Muhammad bin Sholih
Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Jarak satu mil ini, baik satu mil
yang biasa atau mil alat celak, semuanya dekat. Apabila sedemikian rupa
panasnya matahari di dunia, padahal jarak antara kita dengannya sangat jauh,
maka bagaimana jika matahari tersebut berada satu mil di atas kepala kita?!” (Syarah
al-‘Aqidah al-Wasithiyyah, 2/134).
Jika matahari di dunia ini
didekatkan ke bumi dengan jarak 1 mil, niscaya bumi akan terbakar. Bagaimana
mungkin di akherat kelak matahari didekatkan dengan jarak 1 mil namun makhluk
tidak terbakar?
Syaikh Muhammad bin Shalih
Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa pada hari Kiamat kelak
tatkala manusia dikumpulkan di padang mahsyar, kekuatan mereka tidaklah sama
dengan kekuatan mereka ketika hidup di dunia. Akan tetapi mereka lebih kuat dan
lebih tahan. Seandainya manusia sekarang ini berdiri selama 50 hari di bawah
terik matahari tanpa naungan, tanpa makan, dan tanpa minum, niscaya mereka
tidak mungkin mampu melakukannya, bahkan mereka akan binasa. Namun pada hari
Kiamat kelak, mereka mampu berdiri selama 50 tahun tanpa makan, tanpa minum,
dan tanpa naungan, kecuali beberapa golongan yang dinaungi Allah Ta’ala.
Mereka juga mampu menyaksikan kengerian-kengerian yang terjadi. Perhatikanlah
keadaan penghuni Neraka yang disiksa (dengan begitu kerasnya), namun mereka
tidak binasa karenanya. Allah Ta’ala berfirman:
كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُوْدًا
غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَ
“Setiap kali kulit mereka hangus,
Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (An-Nisa’:
56). (Syarah Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, 2/135)
Golongan Yang Akan Mendapatkan Naungan ‘Arsy Allah Ta’ala
Pada hari yang sangat panas itu,
Allah Ta’ala akan memberikan naungan kepada sebagian hamba pilihan-Nya.
Tidak ada naungan pada hari itu kecuali naungan-Nya semata. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Ada tujuh golongan yang akan
dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan
kecuali hanya naungan-Nya semata.
1. Imam (pemimpin) yang adil.
2. Pemuda yang tumbuh besar
dalam beribadah kepada Rabbnya.
3.
Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid
4.Dua
orang yang saling mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan
berpisah karena Allah.
5.Dan
seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan
lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan: “Sungguh aku takut kepada Allah.”
6.Seseorang
yang bershodaqoh lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui
apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.
7.Dan
orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air
matanya.”
(Hadits shahih. Diriwayatkan oleh
al-Bukhari, II/143 – Fat-h, dan Muslim, no. 1031).
Golongan lain yang mendapatkan
naungan Allah Ta’ala adalah orang yang memberi kelonggaran kepada orang
yang kesulitan membayar hutang kepadanya atau memutihkan hutang darinya. Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ عَنْهُ أَظَلَّهُ
اللهُ فِي ظِلِّهِ
“Barangsiapa yang memberi
kelonggaran kepada orang yang sedang kesulitan membayar hutang atau memutihkan
hutang orang tersebut, niscaya Allah akan menaunginya dalam naungan Arsy-Nya
(pada hari Kiamat).” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 3006.