MEMBRAN PLASMA DAN SITOPLASMA
1. Membran Plasma
Membran plasma atau membran sel pada sel hewan merupakan lapisan
yang paling luar yang membatasi isi sel dengan lingkungan di sekitarnya,
sedangkan membran plasma pada sel
tumbuhan terdapat di antara dinding sel dengan isi sel tersebut.
Fungsi utama membran plasma, yaitu sebagai pengatur lalu lintas berbagai zat
yang keluar dan zat yang masuk dari dan ke dalam sel secara selektif permeabel.
Dengan perbesaran yang sangat kuat dapat diketahui bahwa membran plasma terdiri
dari dua lapisan. Ketebalan masing-masing lapisan antara 2,5 sampai 3,5 nm(1 nm
= 10-5 mm), kedua lapisan itu
dipisahkan oleh suatu lapisan terang setebal ± 3,5 nm sehingga tebal membran
plasma secara keseluruhan dapat mencapai ± 10 nm. Untuk lebih jelasnya
perhatikanlah struktur membran sel pada Gambar 1.4! Membran sel atau membran
plasma tersusun dari dua lapisan lipoprotein, yaitu senyawa lipida yang
mengandung protein. Lipida pada membran plasma terutama berupa fosfolipida,
glikolipida, dan sterol. Setiap molekul lipid terdiri dari bagian ”kepala”
berupa gliserol bersifat hidrofilik atau mampu mengikat molekul air, dan bagian ”ekor” berupa asam
lemak yang bersifat hidrofobik atau menolak molekul air. Perbandingan protein dengan lipida pada
membran plasma bergantung pada spesies dan lingkungan hidupnya, tetapi
rata-rata kandungan protein berkisar antara setengah sampai dua pertiga bagian
dari berat kering membran plasma tersebut. Molekul protein yang terdapat pada
permukaan dalam maupun permukaan luar membran plasma disebut protein ekstrinsik atau protein perifer yang
sifatnya hidrofilik. Sementara itu, molekul protein yang menembus dari
permukaan dalam ke permukaan luar dinamakan protein
intrinsik atauprotein
integral. Bagian-bagian protein intrinsik yang terbenam di dalam lapisan
lipida bersifat hidrofobik dan bagian yang mencuat ke permukaan cenderung
bersifat hidrofilik. Adanya polisakarida yang terikat pada molekul-molekul protein
membran plasma tersebut menambah sifat hidrofilik pada kedua permukaan membran
plasma itu. Sifat hidrofilik pada kedua sisi membran plasma menyebabkan membran
plasma bersifat selektif permeabel sehingga ada molekul-molekul yang hanya dapat melewati membran
dari luar ke dalam sel, atau hanya dapat melewati membran dari dalam ke luar
sel saja. Namun, ada pula molekul yang dapat melewati membran dari dalam ke luar
sel maupun sebaliknya.
Contohnya, membran akan membiarkan substansi yang berguna, seperti
O2 dan glukosa ke dalam sel.
Membran juga akan membiarkan substansi yang tidak berguna, seperti CO2 untuk meninggalkan sel.
Selain itu, membran akan menjaga zat racun
untuk masuk ke dalam sel melalui struktur molekul yang dimilikinya.
2. Sitoplasma
Istilah sitoplasma dipergunakan untuk menyatakan protoplasma yang
terdapat
di luar nukleus. Jadi, sitoplasma meliputi substansi yang berada
di dalam sel, tetapi di
luar nukleus. Sitoplasma ini terdiri dari matriks atau sitosol
yang transparan, dan
sejumlah organel, yaitu struktur yang memiliki membran pemisah
terhadap matriks di
sekelilingnya.
Bagian terbesar dari matriks ialah air dan selebihnya berupa
zat-zat organik,
misalnya karbohidrat, lemak, dan protein serta berbagai macam zat
anorganik.
Sistem koloid terdiri dari medium berupa air dan misel, yaitu
partikel-partikel
yang tersebar di dalamnya. Sistem ini di dalam sitoplasma memiliki
kekentalan yang
dapat berubah dari keadaan encer atau mudah mengalir (fase sol)
menjadi keadaan
kental yang sulit mengalir (fase gel). Begitu pula sebaliknya,
yaitu dari fase gel menjadi
fase sol. Perubahan fase ini disebabkan berubahnya kadar air dan
susunan partikelpartikel
di dalam sitoplasma.