KETERAMPILAN PROSES SAINS
1. Definisi
Klasifikasi
Klasifikasi merupakan kata serapan dari bahasa Belanda, classificatie,
yang sendirinya berasal dari bahasa Prancis classification.
Istilah ini menunjuk kepada sebuah metode untuk menyusun data secara sistematis
atau menurut beberapa aturan atau kaidah yang telah ditetapkan.
Secara harafiah bisa pula dikatakan bahwa klasifikasi adalah pembagian
sesuatu menurut kelas-kelas.Menurut Ilmu Pengetahuan,Klasifikasi adalah Proses pengelompokkan
benda berdasarkan ciri-ciri persamaan dan perbedaan.
Klasifikasi adalah keterampilan yang dikembangkan melalui latihan
mengkatagorikan benda-benda berdasarkan sifatnya untuk menentukan golongan
benda atau kegiatan-kegiatan. Keterampilan mengklasifikasikan berguna untuk
melatih siswa menunjukan persamaan, perbedaan dan hubungan timbal balik.
Para ahli berpendapat bahwa untuk memahami sejumlah besar benda atau
kejadian, maka penting untuk menyusun benda-benda itu menurut pola tertentu.
Didalam dunia ilmu pengetahuan, klasifikasi membantu seseorang untuk
menyederhanakan objek studinya sehingga mudah dipahami, misalnya mengelompokkan
siswa berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan prestasi belajarnya, berdasarkan
kesulitan belajarnya, dan sebagainya.
Menurut
para ahli Klasifikasi adalah :
·
Towa P.Hmakotrda
J.N.B. Tairas (1995)
Klasifikasi
ialah pengelompokkan yang sistematis sejumlah objek atau benda kedalam golongan
berdasarkan ciri sama.
·
Sulistyo
basuki
Klasifikasi
adalah proses pengelompokan/pengumpulan benda atau entitas yang sama, serta
memisahkan benda atas entitas yang tidak sama
·
Ernest
Cushing Richardson
Klasifikasi
adalah kegiatan mengelompokkan dan menempatkan barang barang
Contohnya :
a.
Menyaring
campuran batu kerikil dan pasir dengan selembar kertas karton (kardus) yang
berlubang-lubang (dimana ukuruan lubangnya bermacam-macam) untuk mendapatkan
kelompok komponen yang dapat dan tidak dapat melalui lubang tertentu.
b.
Mengklasifikasikan
Tumbuhan yang termasuk dikotil atau monokotil
c.
Mengklasifikasikan
golongan hewan yang termasuk karnivora, herbivora, ataupun omnivora
d.
Mengklasifikasikan
alga berdasarkan pigmen fotosintesisnya
e.
Mengklasifikasikan
hewan kedalam kelasnya masing-masing, apakah termasuk kedalam kelas mamalia,
pisces, reptil, aves dan amphibi.
f.
Mengklasifikasikan
tumbuhan berdasarkan Genusnya
g.
Mengklasifikasikan
hewan berdasarkan cara mencari makannya
h.
Mengklasifikasikan
tumbuhan berdasarkan tempat hidupnya
i.
Mengklasifikasikan
mahkluk hidup berdasarkan ciri ciri fisiknya
j.
Mengklasifikasikan
hewan berdasarkan cara perkembangbiakannya
2. Menamai
variabel
Menamai Variabel merupakan salah satu tahapn yang penting karena hanya dengan
mengenal variabel yang sedang diteliti oleh seorang peneliti kita dapat
memahami hubungan dan makna variabel yang sedang diteliti.
Variabel
didefinisikan sebagai “something that may vary or differ” (Brown, 1998:7).
Definisi lain yang lebih detil mengatakan bahwa variable “ is simply symbol or
a concept that can assume any one of a set of values” (Davis, 1998:23).
Varibel ialah sesuatu yang berbeda atau bervariasi, penekanan kata
sesuatu diperjelas dalam definisi kedua yaitu symbol atau konsep yang
diasumsikan sebagai seperangkat nilai-nilai. Variabel adalah faktor, kondisi
atau hubungan antara kejadian atau sistem.
Menurut
para ahli Variabel adalah :
·
Menurut Sutrisno Hadi
Pengertian variabel ialah objek penelitian yang
bervariasi. Contohnya ukuran tinggi manusia yang divariasikan menjadi tingkatan
umur, kelamin serta lokasi tempat tinggal manusia tersebut.
·
Menurut Bagja Waluya
Pengertian variabel ialah konsep yang tidak pernah ketinggalan
dalam setiap eksperimen/penelitian ( research ).
·
Menurut Tia Mutiara
Pengertian variabel ialah sesuatau yang menjadi focus
perhatian yang memberikan pengaruh dan mempunyai nilai ( value ).
·
Menurut Sugiarto
Pengertian variabel ialah karakter yang dapat
diobservasi dari unit amatan yang merupakan suatu pengenal atau atribut dari
sekelompok objek. Maksud dari variabel tersebut ialah terjadinya variasi antara
objek yang satu dengan objek yang lainnya dalam kelompok tertentu.
Ada 3
jenis variabel :
·
Variabel
bebas (manipulated variable), yang merupakan variabel yang selalu berubah-ubah.
·
Variabel
terikat (responding variable), merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang
menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
·
Variabel
kontrol (controling variable), variabel yang yang dikendalikan atau dibuat
konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak
dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.
Contohnya :
a. Seorang siswa membuat rancangan percobaan
untuk membuktikan bahwa pada perkecambahan diperlukan air dan oksigen.
Instrumentasi percobaan sebagai berikut.
|
Tabung
I
|
berisi
biji kacang hijau
|
|
Tabung
II
|
berisi
kapas kering, biji kacang hijau, dibiarkan terbuka
|
|
Tabung
III
|
berisi
kapas kering, biji kacang hijau, ditutup rapat
|
|
Tabung
IV
|
berisi
kapas basah, biji kacang hijau, dibiarkan terbuka
|
|
Tabung
V
|
berisi
kapas basah, biji kacang hijau, ditutup rapat
|
Rangkaian
tersebut dibiarkan selama 2 hari untuk mengamati mana biji kacang hijau yang
tumbuh. Ternyata dari hasil percobaan tersebut:
·
biji
yang tumbuh adalah tabung 4 dan tabung 5
·
biji
yang tumbuh normal adalah tabung 4, sedangkan pada tabung 5 pertumbuhan tidak
normal/akhirnya mati
Perhatikan
variabel penelitian pada rangkaian percobaan tersebut :
·
Yang
disebut variabel kontrol adalah tabung 1. Biji dibiarkan apa adanya dan tidak
diberi perlakuan apa pun sebagai pembanding dengan hasil percobaan.
·
Yang
disebut variabel bebas adalah tabung 2, 3, 4, 5. Perhatikan bahwa setiap tabung
diberi perlakuan tertentu yaitu basah/kering, terbuka/tertutup.
·
Yang
disebut variabel terikat adalah hasil pertumbuhan biji. Biji yang tumbuh normal
(variabel terikat) adalah tabung 4, sebagai akibat diberi perlakuan (variabel
bebas) pemberian air dan terbuka sehingga oksigen bisa masuk. Sedangkan
pertumbuhan biji pada tabung 5 tidak normal karena tabung tertutup meskipun
terdapat air.