MAKALAH PENYARINGAN DAN PENYULINGAN



“PENYARIAN”
Penyarian adalah kegiatan penarikan zat yang dapat larut dari bahan yang tidak dapat larut dengan pelarut cair. Simplisia yang dicari, mengandung zat aktif yang dapat larut dan zat yang tidak larut seperti serat, karbohidrat, protein, dan lain-lain. Faktor yang mempengaruhi kecepatan penyarian adalah kecepatan difusi zat yang larut melalui lapisan-lapisan batas antara cairan penyari dengan bahan yang mengandung zat tersebut.

MACAM-MACAM PENYARIAN :
1. MASERASI
Maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana. Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari. Cairan penyari akan menembus dinding sel dan masuk dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dan karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif di dalam sel dengan yang di luar sel, maka larutan yang terpekat didesak keluar. Peristiwa tersebut berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel dan di dalam sel.
Gambar Alat maserasi
A.Bejana untuk maserasi berisi bhn yg sedang dimaserasi
B.Tutup
C.Pengaduk yg digerakkan secara mekanik
D.Bejana tempat hasil maserasi
E.Penyerkai

Contoh simplisia :
·      Bunga rosella (hibisci sabdarifae flos),
·      Daun cermai, Daun Jati (Tectona grandis L. f.),
·      Kayu Bidara Laut (Strychnos ligustrina BL., Loganiaceae)
·      Dendrophthoe Pentandra (L.) MIQ,
·      Daun Suren, Toona sureni (Blume)
·      Buah Pare (Momordica Charantia L.),
·      kulit kina (Cinchonae extractum),
·      Opium (opii extractum)

2. INFUNDASI
Merupakan metode penyarian dengan cara menyari simplisia dalam air pada suhu 90OC selama 15 menit. Infundasi merupakan penyarian yang umum dilakukan untuk menyari zat kandungan aktif yang larut dalam air dari bahan-bahan nabati. Penyarian dengan metode ini menghasilkan sari/ekstrak yang tidak stabil dan mudah tercemar oleh kuman dan kapang. Oleh sebab itu, sari yang diperoleh dengan cara ini tidak boleh disimpan lebih dari 24 jam.
Gambar Alat infundasi (pembuatan infus)
A.  Panci berisi bhn dan air
B. Tangas air 

 Description: C:\Users\acer\Pictures\PHOTO AIM\panci+infus.jpeg.jpg
Contoh simplisia :
·         Kulit kina (cinchonae cortex),
·         Kulit krangean(litseae cortex),
·         Daun digitalis (digitalis folium),
·         Daun kumis kucing (Orthosiphonis folium),
·         Daun sirih (Cymbopogonis folium),
·         Akar manis (Glycyrrhizae radix),
·         Akar ipeka (ipecacuanhae radix),
·         Daun sena (sennae folium),
·         Rimpang jeringau (dringo),
·         Akar kelembak (rhei radix),
·         Rimpang lengkuas(laguatis rhizoma),
·         Rimpang temulawak (curcumae rhizoma),
·         Rimpang jahe (zingiberis rhizoma)


3. PERKOLASI
Penyarian zat aktif yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia dimaserasi selama 3 jam, kemudian simplisia dipindahkan ke dalam bejana silinder yang bagian bawahnya diberi sekat berpori, cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui simplisia tersebut, cairan penyari akan melarutkan zat aktif dalam sel-sel simplisia yang dilalui sampai keadan jenuh. Gerakan ke bawah disebabkan oleh karena gravitasi, kohesi, dan berat cairan di atas dikurangi gaya kapiler yang menahan gerakan ke bawah. Perkolat yang diperoleh dikumpulkan, lalu dipekatkan.


Gambar Alat Perkolator
A = perkolator
B = botol cairan penyari
C = keran
D = tutup karet


E = Gabus bertoreh
F = sarangan
G = botol perkolat











Contoh simplisia :
·         Temu giring(Curcuma heyneana Val & v. Zijp),
·         Herba Belladone (belladonnae herba) ,
·         Herba Hyosyami (hyoscyami herba),
·         Biji Strychni (strychni semen),
·         Herba timi (thymi herba),
·         Akar Pulepandak (rauwolfiae serpentinae radix),
·         Akar Kalembak (rhei radix),
·         Herba Stramonium (stramonii herba),
·         Biji kola (colae semen)



4. REFLUKS
Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara sampel dimasukkan ke dalam labu alas bulat bersama-sama dengan cairan penyari lalu dipanaskan, uap-uap cairan penyari terkondensasi pada kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang akan turun kembali menuju labu alas bulat, akan menyari kembali sampel yang berada pada labu alas bulat, demikian seterusnya berlangsung secara berkesinambungan sampai penyarian sempurna, penggantian pelarut dilakukan sebanyak 3 kali setiap 3-4 jam. Filtrat yang diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan.
Gambar alat refluks :

                                       
Contoh simplisia :
·         Daun benalu, Dendrophtoe pentandra (L.) Miq,
·         Herba pegagan (centellae herba),
·         Biji Jamblang (Eugenia cumini Merr.),
·         Kulit Batang Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.),
·         Daun Dewa (Gynura Pseudochina (Lour.) Dc.)



4. SOXHLETASI
 Metode penyarian dengan alat Soxhlet adalah penyarian menggunakan pelarut yang selalu baru yang digunakan dengan alat khusus sehingga terjadi ekstraksi kontinyu dengan jumlah pelarut yang relative konstan dengan adanya pendingin balik. Cara ini lebih menguntungkan karena uap panas tidak melalui serbuk simplisia tetapi melalui pipa samping. Cairan penyari yang digunakan lebih sedikit dan hasil yang diperoleh lebih pekat. Namun cara ini kurang cocok untuk zat aktif yang tidak tahan pemanasan karena larutan dipanaskan secara terus menerus dan tidak bisadigunakan dengan penyari air.
Gambar Alat Soxhlet
1 = Refluks
2 = Pipa uap
3 = Larutan kembali ke labu









Contoh simplisia :
·         Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.F.) Nees.),
·         Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.),
·         Bulbus Bawang Putih (Allium sativum L.),
·         Buah Cabe Merah (Capsicum Annuum L.) ,
·         Kayu Bidara Laut (Strychnos ligustrina BL., Loganiaceae)






PENYULINGAN
Distilasi (penyulingan) adalah proses pemisahan komponen dari suatu campuran yang berupa larutan cair-cair dimana karakteristik dari campuran tersebut adalah mampu-campur dan mudah menguap, selain itu komponen-komponen tersebut mempunyai perbedaan tekanan uap dan hasil dari pemisahannya menjadi komponen-komponennya atau kelompok-kelompok komponen. Karena adanya perbedaan tekanan uap, maka dapat dikatakan pula proses penyulingan merupakan proses pemisahan komponen-komponennya berdasarkan perbedaan titik didihnya. Penyulingan adalah proses untuk mendapatkan minyak atsiri dengan cara menyuling atau destilasi terhadap tanaman penghasil minyak.

MACAM-MACAM PENYULINGAN :
1. Penyulingan dengan sistem rebus (Water Distillation)
Cara penyulingan dengan sistem ini adalah dengan memasukkan bahan baku, baik yang sudah dilayukan, kering ataupun bahan basah ke dalam ketel penyuling yang telah berisi air kemudian dipanaskan. Uap yang keluar dari ketel dialirkan dengan pipa yang dihubungkan dengan kondensor. Uap yang merupakan campuran uap air dan minyak akan terkondensasi menjadi cair dan ditampung dalam wadah. Selanjutnya cairan minyak dan air tersebut dipisahkan dengan separator pemisah minyak untuk diambil minyaknya saja.
Gambara Alat :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiihOQB4KkmJtIrdMhsIgFvFiJDhuS8hqFG_7iIujTO_cU6cDQPY7MaSMVpE0We3snKC7BqGAaFJIPbZlEO9RNQgfV3YLMjvhRpfodyWCU1fKC2m6td4O-Xp3MXjtcpCprvLu4XIzDbLkXH/s200/Dest.Dandang+Lama1.jpg 

Contoh simplisia :
Temulawak, kayu manis, cengkeh, daun papermint, mawar dan melati. Meskipun demikian bunga mawar, melati dan sejenisnya akan lebih cocok dengan sistem enfleurasi, bukan destilasi.
2. Penyulingan dengan air dan uap (Water and Steam Distillation)

Penyulingan dengan air dan uap ini biasa dikenal dengan sistem kukus. Cara ini sebenarnya mirip dengan system rebus, hanya saja bahan baku dan air tidak bersinggungan langsung karena dibatasi dengan saringan diatas air. Cara ini adalah yang paling banyak dilakukan pada dunia industri karena cukup membutuhkan sedikit air sehingga bisa menyingkat waktu proses produksi. Metode kukus ini biasa dilengkapi sistem kohobasi yaitu air kondensat yang keluar dari separator masuk kembali secara otomatis ke dalam ketel agar meminimkan kehilangan air.
Gambar alat:

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgp2pnzI0CZzYSfkA5SYZGkelwqV4t8YkzfsL5KBLT0thszRtBWFkaSuLqwX6JJ-gsfYydpCuCactIIapsK9LE3HVIAlGwaXFiq_CshF_kqLJOMIQ7zLFmqBmDfv3chweInmpyhhUs-XA8/s320/dest+kukus%252Blabel-cr.jpg

Contoh simplisia : *Dedaunan:  daun cengkeh, daun nilam, daun sirih, daun kayu manis,
daun kayu putih, daun jeruk purut, daun cendana, seledri
*Tangkai   :  tangkai bunga cengkeh, tangkai gandrapura,
* Buah      :  kapulaga, ketumbar, lada, dan pala
*Rimpang : rimpang jahe, kencur, jaringau, akar wangi, kunyit,
temulawak.




3. Penyulingan dengan uap/destilasi bertingkat (Direct Steam Distillation)

Pada sistem ini bahan baku tidak kontak langsung dengan air maupun api namun hanya uap bertekanan tinggi yang difungsikan untuk menyuling minyak. Prinsip kerja metode ini adalah membuat uap bertekanan tinggi didalam boiler, kemudian uap tersebut dialirkan melalui pipa dan masuk ketel yang berisi bahan baku. Uap yang keluar dari ketel dihubungkan dengan kondensor. Cairan kondensat yang berisi campuran minyak dan air dipisahkan dengan separator yang sesuai berat jenis minyak. Penyulingan dengan metode ini biasa dipakai untuk bahan baku yang membutuhkan tekanan tinggi pada proses pengeluaran minyak dari sel tanaman.
Gambar alat :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBcm8Gg2vKj9g9XoO646rRy05luwfKdrtKDQowqMkti0-y9mjpztBLG8jhRJlqiOiMkDAg7LnzrmWj2uXEhdlqmL5F1V6_3kmf_bX5hJMaAwkwe15nzxUJRlYItBm_zgsL-3RzaynPtm72/s200/Dest+steam-cr.jpg

Contoh simplisia :
·         Kayu cendana (santali ligunum),
·         Gaharu,
·         Buah adas ,
·         Kayu manis (cinnamomi cortex),
·         Daun Sereh (cymbopogonis folium),
·         Ekaliptus ,
·         Buah adas manis,
·         Daun kayu putih,
·         Bunga kenanga,
·         Daun Nilam,
·         Akar wangi (vetiveriae radix),
·         Cengkeh (caryophylli flos )




















DAFTAR PUSTAKA

·         “Buku farmakognosi kelas XI”, pilar media, april 2014
·         http://lansida.blogspot.co.id/2010/12/proses-penyulingan-minyak-atsiri.html



Postingan populer dari blog ini

PENGENDALIAN MIKROBA

ZAT ADIKTIF MAKANAN